Bursa Sore: Sempat Berfluktuatif, Laju IHSG Masih Tanpa Hambatan

Bursa Sore: Sempat Berfluktuatif, Laju IHSG Masih Tanpa Hambatan

Posted by Written on 14 July 2020


Ipotnews IHSG berakhir di zona hijau pada perdagangan hari Selasa (14/7) setelah berayun kencang di sepanjang sesi. IHSG mendaki naik +0,29 persen (+14 poin) ke level 5.079.

Indeks LQ45 +0,44% ke 795.

Indeks IDX30 +0,54% ke 434.

Indeks IDX80 +0,39% ke 112.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,77% ke 555.

Indeks Kompas100 +0,47% ke 1.021.

Indeks Sri Kehati +0,41% ke 319.

Indeks SM Infra18 +0,20% ke 247.

Saham Teraktif: BRISPURADOIDKAEFBBRI,TOWRINDY

Saham Top Gainers LQ45: BRPTSMGRKLBFCPINICBPHMSPPWON

Saham Top Losers LQ45: GGRMTLKMBBTNAKRAJPFABBNIUNTR

Nilai transaksi Rp7,25 triliun. Volume perdagangan sebanyak 91,35 juta lot saham. Investor asing net sell Rp160,00 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,17 ke level Rp14.375 terhadap USD (03.45 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia ke zona merah pada perdagangan hari Selasa (14/7) seiring ketegangan perdagangan China dan USA. Sementara faktor kebijakan pembatasan aktivitas baru di California menjaga optimisme investor karena periode rilis kinerja emiten yang sedang berlangsung.

USA pada hari Senin pekan ini menolak klaim China terhadap sumber daya lepas pantai di Laut China Selatan. Sikap yang mendorong kemarahan Beijing. Pemerintah USA juga berencana membatalkan perjanjian audit 2013 yang dapat memberi tindakan keras lebih luas terhadap perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di USA.

"Ini bukan hanya tempo yang meningkat tetapi aspek dari begitu banyak bidang yang ditarik ke perselisihan," ujar Vishnu Varathan, Analis pada Mizuho Bank di Singapura seperti dikutip Reuters.

Pasar saham Tiongkok melorot ke area negatif hingga akhir sesi. Indeks Shanghai Composite drop 0,83 persen ke 3.414. Indeks Shenzhen Component melemah 1,079 persen ke level 13.996. Di bursa saham Hong Kong, Indeks Hang Seng jatuh 1,24 persen saat closing perdagangan.

Ekspor China (dalam denominasi dolar AS) periode Juni naik 0,5 persen. Sedangkan impor naik 2.7 persen. Data tersebut melampaui perkiraan para analis. Polling Reuters menyatakan ekspor China di Juni diperkirakan turun 1,5 persen. Sedangkan impor diproyeksikan turun 10 persen.
Tekanan juga melanda pasar saham Tokyo, Jepang. Indeks Nikkei 225 melemah 0,87 persen ke level 22.587.Sementara di pasar saham yang sama Indeks Topix melemah 0,5 persen ke 1.565. Di bursa Korsel, Indeks Kospi melemah 0,11 persen finis ke level 2.183.
Pelemahan juga melanda market saham Australia. Indeks S&P/ASX200 turun 0,61 persen ke 5.941. Adapun benchmark pasar saham regional, Indeks MSCI Asia Pasifik melemah 0.93 persen.
Indeks Straits Times di bursa saham Singapura turun 0,29 persen. Pertumbuhan ekonomi Singapura kuartal II turun 41,2 persen, demikian menurut perkiraan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura dalam rilisnya hari ini.
Indeks dolar AS turun tipis ke level 96,585 dari sesi sebelumnya pada level 96,61 poin.
Kurs yen melemah ke 107,30 dari sesi sebelumnya di level 106,8 yen.
Kurs dolar Australia drop ke level $0,6944 dibanding sesi sebelumnya di level $0,698.

Bursa Eropa
Pasar saham di Eropa tertekan di awal perdagangan hari Selasa (14/7) pagi waktu setempat. Lonjakan kasus baru virus corona mulai membebani sentimen pasar global.
Indeks DAX (Jerman) -1,58% di level 12.598.
Indeks FTSE (Inggris) -0,80% ke posisi 6.126.
Indeks CAC (Perancis) -1,61% di level 4.971.

Minyak
Harga minyak melemah lagi pada perdagangan hari Selasa (14/7) sore di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan keras baru pada dunia bisnis dengan tujuan membendung lonjakan kasus infeksi corona di California dan negara bagian USA lainnya dapat mengancam pemulihan demand terhadap BBM. Selain itu karena faktor ekspektasi bahwa OPEC plus akan melonggarkan pemangkasan produksi dari Agustus pada pertemuan mendatang.
Minyak WTI melemah 51 sen ke level USD39,59 per barel. Sedangkan minyak Brent turun 43 sen ke level USD42,29 per barel. (06.53 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author