Bursa Pagi: Asia-Pasifik Memerah, Hambat Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia-Pasifik Memerah, Hambat Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 14 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (14/7), dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham Wall Street di tengah berlanjutnya kenaikan kasus infeksi virus korona dengan mencatatkan rekor baru harian global yang "membahayakan" menurut WHO, dan meningkatnya ketegangan AS-China. Indeks MSCI Asia ex-Japan turun 0,33%, investor menunggu rilis data perdagangan China periode Juni.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,5%, diwarnai kejatuhan harga minyak ke bawah USD40 per barel pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut merosot 0,76% (-45,40 poin) ke level 5.932,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tergelincir 0,70% (-158,50 poin) ke posisi 22.626,24, setelah dibuka merosot 0,5% dan Topix melemah 0,4%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,49% dan berlanjut melorot 0,54% menjadi 2.174,36.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,42% (-108,96 poin) ke posisi 25.663,16 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,03% menjadi 3.442,12.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham Asia-Pasifik, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan pada sesei perdagangan kemarin, dan ditutup naik 0,66% menjadi 5.064. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange menguat 0,05% menjadi USD19,02.
Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan memperkuat tren  bullish  jangka menengah. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan pada trek positif menuju area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, pemberian label jalur cepat bagi dua calon vaksin produksi Pfizer dan BioNTech yaitu BNT162b1, BNT162b2 dari FDA, yang diharapkan akan mampu menghentikan pandemi covid19, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan emas berpeluang menjadi tambahan katalis positif bagi indeks.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 5,015 dan  resistance  di level 5,100. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: ISAT (Buy). Support: Rp2,510, Resist: Rp2,630, KLBF (Buy on Weakness). Support: Rp1,440 Resist: Rp1,490, JSMR (Buy). Support: Rp4,400 Resist: Rp4,500, ANTM (Buy). Support: Rp650 Resist: Rp705.

  • ETF: XPDV (Buy). Support: Rp377, Resist: Rp390, XISC (Buy). Support: Rp529, Resist: Rp546, 

    XIJI (Buy). Support: Rp551, Resist: Rp567.


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, terseret penurunan harga saham raksasa teknologi. Facebook, Amazon, Netflix, dan Alphabet melorot sedikitnya 1,7%, dan Apple turun 0,5% dan Microsoft terpenggal 3,1%. Saham Wall Street dibuka melejit setelah pengumuman dari Pfizer dan BioNTech bahwa dua dari empat kandidat vaksin untuk virus korona yang mereka produksi masuk ke "Jalur Cepat" Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika. Saham BioNTech melonjak 11% dan Pfizer melejit 4,1%. Namun lompatan harga saham di awal sesi kembali diganggu oleh kekhawatiran terhadap lonjakan kasus korona yang diikuti dengan kebijakan pembatasan oleh pemerintah di sejumlah negara bagian.
Pasar memprihatinkan peningkatan besar-besaran defisit Amerika karena pengeluaran darurat untuk menekan dampak pandemi virus korona, yang mencapai USD864 miliar pada Juni, dari USD8 miliar pada tahun lalu. 
Analis mengatakan, penurunan harga saham terjadi setelah reli yang menyebabkan sejumlah saham cenderung over-valued. Investor juga berhati-hati menjelang rilis laporan keuangan dari JP Morgan Chase dan bank-bank besar lainnya dalam beberapa hari mendatang.  
  • S&P 500 melorot 0,94% (-29,82 poin) ke posisi 3.155,22.

  • Nasdaq Composite anjlok 2,13% (-226,60 poin) ke level 10.390,84.

  • Dow Jones Industrial Average sedikit bertambah 0,04% (10,50 poin) menjadi 26.085,80.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, karena meningkatnya optimisme pada potensi vaksin virus korona yang melampaui kekhawatiran atas melonjaknya kasus Covid-19 di seluruh dunia. Perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dan raksasa farmasi AS, Pfizer, mengumumkan dua dari vaksin eksperimental mereka untuk virus korona mendapat fasilitas "jalur cepat" dari Badan Makanan dan Obat Amerika. Pasar antusias menyambut musim laporan keuangan yang akan dimulai pekan ini. Pepsi melaporkan laba lebih baik dari perkiraan, meski penjualan bersih turun sekitar 3% karena dampak dari Covid-19. JPMorgan, Citigroup dan Wells Fargo dijadwalkan untuk melaporkannya Selasa ini.
Indeks STOXX 600 melonjak 1% menjadi 370,50, dipimpin kenaikan harga saham sektor sumber daya dasar sebesar 2%. Saham produsen katup Finlandia, Neles, meroket hampir 38% setelah kelompok industri Swedia, Alfa Laval, mengumumkan penawaran tawaran tunai untuk perusahaan itu. G4S melesat lebih dari 9% setelah mengatakan laporan laba semester pertama akan naik "secara signifikan". Bank DNB Norwegia melambung hampir 10% setelah melaporkan laba lebih baik dari perkiraan. Tapi saham Atlantia rontok 13,6%, dan Ubisoft anjlok 5,4%.
  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,32% (166,26 poin) menjadi 12.799,97.

  • FTSE 100 Inggris melejit 1,33% (80,78 poin) ke posisi 6.176,19.

  • CAC 40 Prancis melesat 1,73% (85,75 poin) ke level 5.056,23.


Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, investor terfokus pada laporan keuangan perusahaan dan data ritel AS untuk mengukur prospek ekonomi negara itu. Dolar sempat menguat setelah Gubernur California Gavin Newsom memerintahkan pembatalan rencana pembukaan kembali negara bagian itu, menutup bar dan melarang konsumen menyantap hidangan di dalam restoran, menutup gereja, gimnasium serta salon. Namun melemah kembali di tengah banyaknya agenda ekonomi pada pekan ini.
Pasar menunggu rilis data indeks harga konsumen, data penjualan ritel dan data sentimen konsumen pada pekan ini,
Di bursa saham, investor menunggu rilis laporan keuangan kuartal II yang dimulai pekan ini. Data Refinitiv menunjukkan hasil triwulan II akan menunjukkan penurunan kuartalan terbesar kedua dalam laba perusahaan sejak 1968. Investor juga akan mencermati kesepakatan tentang proposal dana pemulihan senilai 750 miliar euro bagi blok mata uang itu yang akan dibahas dalam KTT Uni Eropa 17-18 Juli. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukurankurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju melemah 0,19% menjadi 96,464.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13480.0004+0.04%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25590.0004+0.03%7:35 PM
Yen (USD-JPY)107.28-0.01-0.01%7:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.9974-0.002-0.03%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,425.00-10.00-0.07%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/7/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun sekitar 1%, di tengah meningkatnya kasus infeksi harian Covid-19. WHO melaporkan rekor baru kasus harian Copvid-19, lebih dari 230.000 pada Minggu lalu, sebagian besar lonjakan terjadi khususnya di AS dan Amerika Latin. Pertikaian AS dan Eropa dengan China memanas. Uni Eropa mempersiapkan langkah balasan terhadap China dalam menanggapi undang-undang keamanan baru Beijing di Hong Kong. Beijing mengumumkan sanksi terhadap AS , setelah Washington menghukum pejabat senior China atas perlakuan terhadap Muslim Uighur.
Komite pengawas OPEC akan bertemu Selasa dan Rabu ini, dan diperkirakan merekomendasikan pengurangan pasokan di masa mendatang. OPEC + diperkirakan akan mengurangi pemotongan produksi menjadi 7,7 juta bph, turun dari rekor pemangkasan 9,7 juta bph untuk Mei hingga Juni, karena permintaan minyak global pulih kembali.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 52 sen (-1,2%) menjadi USD42,72 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 45 sen (-1,1%) menjadi USD40,10 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, melebihi USD1.800 per ounce, seiring melonjaknya kasus virus korona AS sehingga mendorong eksepektasi langkah-langkah stimulus lebih lanjut oleh Federal Reserve untuk meredam kejatuhan ekonomi. Ikut mendorong kenaikan harga emas, China mengumumkan "sanksi yang sesuai" terhadap AS setelah Washington menghukum pejabat senior China atas perlakuan terhadap minoritas Muslim Uighur di Xinjiang.
Harga emas meningkat lebih dari 19% sepanjang tahun ini, spekulan meningkatkan posisi  bullish  dalam kontrak emas dan perak COMEX. Harga logam mulai lainnya; perak melonjak 3,4% menjadi USD19,31 per ounce, platinum melambung 3,3% menjadi USD841,48, dan palladium melesat 1,4% menjadi USD1.997,05.
  • Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi USD1.809,74 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,7% menjadi USD1.814,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

  • linruzhao Avatar

    Search Engine Optimization solutions aid organisations, business, firms, working as a SEO consultant homes, and various other giant corporations to develop more powerful companies and also gain more site web traffic. Various experts, business leaders, as well as entrepreneurs make use of these solutions for their internet sites. They target at enhancing digital footprints for a company on its website. https://www.supertopblog.com

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author