Bursa Sore: Pandemi Covid-19 Mendominasi Sentimen Global, IHSG Terhambat Lagi

Bursa Sore: Pandemi Covid-19 Mendominasi Sentimen Global, IHSG Terhambat Lagi

Posted by Written on 10 July 2020


Ipotnews - Pasar saham domestik berujung di area pelemahan pada penutupan perdagangan hari Jumat (10/7). IHSG melemah -0,43 persen (-22 poin) ke level 5.031.

Indeks LQ45 -0,63% ke 784.

Indeks IDX30 -0,63% ke 427.

Indeks IDX80 -0,82% ke 110.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,94% ke 544.

Indeks Kompas100 -0,45% ke 1.007.

Indeks Sri Kehati -0,33% ke 316.

Indeks SM Infra18 -1,10% ke 244.

Saham Teraktif: BRISKRASBCAPENVYBBRITOWRBNGA

Saham Top Gainers LQ45: BBCAERAATBIGSCMA

Saham Top Losers LQ45: ACESINCOBRPT, JSMR, TOWRSRILMNCN

Nilai transaksi Rp6,66 triliun. Volume perdagangan sebanyak 94,22 juta lot saham. Investor asing net buy Rp96,63 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah -0,24 ke level Rp14.360 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia ke zona pelemahan pada perdagangan hari Jumat (10/7) seiring kasus baru virus corona mencapai rekor di beberapa negara bagian USA. Hal ini memicu kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi. Di sisi lain para investor wait and see periode rilis kinerja emitan kuartal II.

"Pelemahan saham-saham finansial dibarengi subindeks saham bank turun 2,5 persen terjadi menjelang periode rilis kinerja emiten kuartal kedua pada pekan depan. JP Morgan, Citigroup dan Wells Fargo akan merilis kinerja pada Selasa pekan depan dan kemudian kabar bahwa Wells Fargo sedang merencanakan PHK ribuan pekerjanya mulai akhir tahun ini," kata Analis National Australia Bank, Ray Attrill seperti dikutip Reuters.

"Kecemasan terhadap virus corona mendominasi sentimen pasar dalam sehari di mana rilis data ekonomi penting minim," ujar Kishti Sen, Analis pada ANZ Research seperti dikutip CNBC . Menurutnya hal tersebut membiarkan fokus (pasar) kepada data kasus covid-19 harian dengan frekuensi tinggi.

Pasar saham Australia ke zona merah. Indeks S&P/ASX200 turun 0,61 persen ke 5.919. Market saham Australia tertekan saham-saham subsektor finansial yang tertekan 0,72 persen. Begitu pula sektor energi yang turun 1,98 persen.

Pelemahan juga terjadi di pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 melemah 1,06 persen ke 22.290. Indeks Topix drop 1,42 persen ke 1.535.Adapun Indeks Kospi (Korsel) tumbang 0,81 persen di level 2.150.

Sedangkan pasar saham China juga tertekan. Indeks Shanghai Composite tumbang 1,95 persen ke 3.383. Indeks Shenzhen Composite melemah 0,3 persen ke 2.251. Indeks Shenzhen Component drop 0,61 persen ke 13.671.
Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng jatuh 0,22 persen saat final perdagangan. Kantor berita Reuters memberitakan Hong Kong menutup semua sekolah sejak Senin menyusul lonjakan kasus infeksi virus corona belakangan ini.
Indeks dolar AS menguat 0,23 persen dari sesi sebelumnya pada level 96,922 poin.
Kurs yen menguat ke 106,84 dari sesi sebelumnya di level 107,26 yen.
Kurs dolar Australia drop 0,56 persen ke level $0,6924.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (10/7) pagi waktu setempat. Pelemahan ini terjadi seiring kenaikan kasus baru virus corona di USA dan negara-negara lainnya terus membebani rally pemulihan global. Pan European Stoxx 600 Indeks turun 0,5 persen.
Indeks DAX (Jerman) -0,39% pada posisi 12.440.
Indeks FTSE (Inggris) -0,67% ke level 6.009.
Indeks CAC (Perancis) -0,60% di posisi 4.891.

Minyak
Harga minyak masih terus melemah pada perdagangan hari Jumat (10/7) sore di tengah kekhawatiran penerapan lockdown lagi menyusul lonjakan kasus infeksi virus corona di USA dan negara lainnya sehingga menekan demand BBM.
Minyak WTI melemah 83 sen ke level USD38,79 per barel. Sedangkan minyak Brent turun 73 sen ke level USD41,62 per barel. (07.12 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT #IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author