Bursa Pagi: Global-Regional Turun, Tekanan Koreksi Lanjutan Hambat Peluang Rebound IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Turun, Tekanan Koreksi Lanjutan Hambat Peluang Rebound IHSG

Posted by Written on 10 July 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (10/7), bursa saham Asia dibuka turun, tertekan oleh tren pelemahan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah lonjakan kasus infeksi virus korona di AS yang mendorong penguncian baru di beberapa negara bagian.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot 0,45%, terseret kejatuhan harga saham sektor energi sebesar 1,57% dan sektor keuangan 0,65%. Indeks berlanjut turun 0,37% (-22,00 poin) menjadi 5.933,50 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,39% (-88,87 poin) ke posisi 22.440,42, setelah dibuka cenderung mendatar di level 22.480, dan Topix turun 0,35%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,39%, dan berlanjut merosot 0,66% ke level 2.153,49.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,06% (-278,38 poin) ke level 25.931,78 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,92% ke posisi 3.418,93.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,46% menjadi 5.052. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melorot 1,50% menjadi USD19,07.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali menghadapi tekanan penurunan, namun berpotensi  technical rebound . Sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan di area jenuh beli.

Tim Riset Indoi Premier berpendapat, tertekannya mayoritas indeks di bursa global seiring terus meningkatnya kasus baru Covid19 di Amerika, dan terkoreksinya mayoritas harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahandengan  support  di level 5,020 dan  resistance  di level 5,095. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : PTBA (Buy). Support: Rp2,060, Resist: Rp2,140, CTRA (Buy). Support: Rp640 Resist: Rp715, WIKA (Buy). Support: Rp1,220 Resist: Rp1,315, AKRA (Buy). Support: Rp2.440 Resist: Rp2.540.

  • ETF: XPFT ( SELL ). Support: Rp440, Resist: Rp438, XPID ( SELL ). Support: Rp426, Resist: Rp429, 

    XCLQ ( SELL ). Support: Rp80, Resist: Rp82.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi ditutup cenderung turun. Indeks Dow Jones turun tajam, menghapus kenaikan untuk pekan ini, di tengah kekhawatiran baru terhadap virus korona dan dampaknya bagi ekonomi. Florida melaporkan rekor rawat inap terkait virus korona dan lonjakan rekor dalam kematian Covid-19. 

Rata-rata peningkatan kasus harian California juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Kandidat vaksin virus korona Moderna kemungkinan akan memasuki uji coba fase 3 pada akhir Juli. Rilis data klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS melambat menjadi 1,3 juta pekan lalu, tetapi menyusut 99.000 dari minggu sebelumnya. Amazon melesat 3,3%, Alphabet, Microsoft dan Apple masing-masing naik setidaknya 0,4%.

Saham Walgreens anjlok 7,7% karena laba lebih lemah dari ekspektasi untuk kuartal sebelumnya. Walgreens juga menangguhkan program pembelian kembali saham. Boeing jatuh lebih dari 3%. United Airlines, Delta dan American semuanya tergelincir lebih dari 5%. Carnival Corp turun 4,8% dan Royal Caribbean melorot 5,9%. 

Kohl's jatuh sebesar 7,3%. Bed Bath & Beyond longsor hampir 25% setelah melaporkan kerugian triwulanan sebesar USD302 juta dan mengumumkan rencana penutup an200 toko.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 1,39% (-361,19 poin) ke level 25.706,09.

  • S&P 500 turun 0,56% (-17,89 poin) menjadi 3.152,05.

  • Nasdaq Composite naik 0,53% (55,25 poin) ke level 10.547,75.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup melemah, terpengaruh sentimen negatif peningkatan kasus virus korona di AS. dengan jumlah kasus melampaui 3 juta. Gilead Sciences, Rabu, mulai menguji bentuk remdesivir obat antivirus yang dapat dihirup yang dapat diberikan di luar rumah sakit.  Reuters  melaporkan, Komisi Eropa mendapatkan penawaran untuk perawatan eksperimental dari Merck dan Roche. Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak, mengumumkan skema pencegah krisis pengangguran senilai 30 miliar pound (USD38 miliar).

Indeks STOXX 600 turun 0,77% menjadi 363,64, dipimpin kejatuhan harga saham utilitas dan saham teknologi melawan tren dengan mencatatkan kenaikan 0,8%. Saham Airbus merosot sekitar 4% setelah mengumumkan kenaikan pengiriman 50% dari Mei hingga Juni lalu. Pabrikan perangkat lunak Jerman, SAP, melesat hampir 5%, setelah menyatakan laju aktivitas bisnisnya yang lebih besar dari ekspektasi pada kuartal kedua. Saham Persimmon melambung 7,2% setelah mengisyaratkan pemulihan dalam penjualan. Saham Idorsia rontok hampir 12%.

  • DAX 30 Jerman turun tipis 0,04% (-5,35 poin) menjadi 12.489,46.

  • FTSE 100 Inggris anjlok 1,73% (-106,54 poin) ke level 6.049,62.

  • CAC 40 Prancis merosot 1,21% (-60,12 poin) ke posisi 4.921,01.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi bangkit dari level terendah empat pekan, pelemahan Wall Street meningkatkan daya tarik mata uang  safe-haven.  Lonjakan kasus virus korona dan perintah Mahkamah Agung untuk membuka catatan keuangan Presiden AS Donald Trump, mendorong penguatan dolar. Analis mengatakan putusan Mahkamah Agung memiliki dampak besar; dolar menguat, imbal hasil (US Treasury) turun, dan saham tertekan, karena berpotensi mengungkap seeuatu yang buruk.

Lebih dari 60.000 infeksi Covid-19 dilaporkan di AS, Rabu, terbesar dibanding negara manapun. Euro melemah setelah rilis data ekspor Jerman gagal memenuhi ekspektasi analis. Poundsterling dan mata uang komoditas dan juga turun terhadap  greenback, tapi yuan China melonjak ke posisi tertinggi empat bulan Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju naik 0,28% menjadi 96,70.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12890.0004+0.04%7:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26080.0002+0.02%7:36 PM
Yen (USD-JPY)107.220.02+0.02%7:36 PM
Yuan (USD-CNY)6.9942-0.0103-0.15%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,395.00-15.00-0.10%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi berakhir sekitar USD1 per barel. Investor mengkhawatirkan pembaharuan penguncian bauntuk menahan penyebaran virus korona di AS akan kembali menurunkan konsumsi bahan bakar. AS melaporkan kenaikan lebih dari 60.000 kasus baru Covid-19, Rabu lalu. Kasus virus korona meningkat di 42 dari 50 negara bagian AS selama dua pekan terakhir.

Data Badan Informasi Energi AS menunjukkan stok bensin turun 4,8 juta barel pekan lalu, jauh lebih banyak dari ekspektasi analis. Stok minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, hingga Selasa lalu, naik sekitar 2 juta barel. Di India, permintaan bahan bakar anjlok 7,9 persen pada Juni dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Namun harga minyak berjangka masih bertahan di kisaran USD40 per barel, dan beberapa analis memperkirakan harga bakal bertahan dalam rentang itu menjelang pertemuan panel pemantauan pasar OPEC + pada 15 Juli.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 90 sen (-2,0%) menjadi USD42,35 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,28 (3,13%) menjadi USD39,62 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir turun, setelah melonjak ke level tertinggi hampir sembilan tahun. Investor lebih memilih dolar AS sebagai  safe-haven  dalam menghadapi rekor kasus virus korona di AS.Analis mengatakan, emas mengalami jenuh beli dan mulai mengalmai tekanan jual setelah melampaui level USD1.800.

Pejabat Federal Reserve, Rabu, mengangkat keraguan baru tentang daya tahan pemulihan AS, dan survei bisnis terkini menyoroti risiko yang berkembang dari pandemi virus korona tanpa henti. Harga logam mulia lainnya; perak turun 0,9% menjadi USD18,61 per ounce, palladium melesat 1,1% menjadi USD1.936,51, dan platinum anjlok 2,3% menjadi USD824,41.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.799,23 per ounce.

  • Harga emas berjangka melorot 0,9% menjadi USD1.803,8 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author