Bursa Pagi: Asia-Pasifik Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Bursa Pagi: Asia-Pasifik Melaju, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Posted by Written on 09 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (9/7) dibuka menguat, berusaha melanjutkan kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa Wall Street, setelah sebelumnya ditutup melemah di bursa saham utama Eropa. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,27%. Pasar menunggu rilis data inflasi Juni, China hari ini.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,79%, di tengah pergerakan harga minyak yang cenderung mendatar pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 0,83% (48,90 poin) ke level 5.969,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,30% (68,43 poin) menjadi 22.506,08, setelah dibuka menguat 0,27%, namun Topix melemah 0,1%. Saham Softbank Group melesat lebih dari 4%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,71% dan berlanjut meningkat 0,69% ke posisi 2.173,69.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,85% (221,95 poin) ke level 26.351,13 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bergerak mendatar di level 3403.48.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Asia Pasifik, setelah berhasil membukukan kenaikan tajam pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,79% ke level 5.076. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 2,33% ke posisi USD19,36.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan proses kenaikan, berusaha memperkuat posisinya di atas level 5.000. Sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan dengan sinyal positif, terkonsolidasi pada area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, laju restrukturisasi kredit perbankan yang sudah mulai melandai dan menguatnya indeks di bursa Wall Street, serta naiknya sebagian besar harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatan dengan  support  di level 4,980 dan  resistance  di level 5,160. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BBRI (Buy). Support: Rp3,040, Resist: Rp3,340, UNVR (Buy). Support: Rp7,900 Resist: Rp8,300, 

    BBTN (Buy). Support: Rp1,230 Resist: Rp1,450, WTON (Buy). Support: Rp290 Resist: Rp316.

  • ETF: XIIF (Buy). Support: Rp450, Resist: Rp479, XBNI (Buy). Support: Rp879, Resist: Rp924, R-LQ45X (Buy). Support: Rp822, Resist: Rp865.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, dipimpin kenaikan harga saham raksasa teknologi seperti Apple dan Microsoft, di tengah lonjakan kasus virus korona di AS yang mencatatkan rekor harian lebih dari 60.000 kasus. Namun penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa data menunjukkan pemulihan berbentuk-V.

Sektor teknologi S&P 500 melonjak 1,6% dan membukukan penutupan tertinggi sepanjang masa. Amazon melambung 2,7%, Apple melesat 2,3%, Microsoft melejit 2,2% dan Netflix naik hampir 2%. United Airlines terperosok 3,8% setelah memperingatkan 36.000 karyawan tentang potensi PHK. Levi Strauss & Co rontok 8,3% karena melaporkan kerugian dan berencana untuk memotong 700 pekerjaan.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,68% (177,10 poin) menjadi 26.067,28.

  • S&P 500 meningkat 0,78% (24,62 poin) ke posisi 3.169,94.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,44% (148,61 poin) ke level 10.492,50.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah, tertekan oleh kekhawatiran karena melonjaknya kasus virus korona di beberapa belahan dunia, sehingga menimbulkan keraguan pada prospek pemulihan ekonomi global. Gedung Putih memulai proses penarikan secara resmi dari WHO ketika kasus Covid-19di seluruh dunia melewati 11,8 juta, dan AS membukukan 3 juta kasus dan Florida menghadapi kekurangan tempat tidur unit perawatan intensif. WHO mengakui adanya bukti penyebaran virus korona melalui udara, setelah didesak oleh lebih dari 200 ilmuwan untuk memperbaharui panduan. IMF memperingatkan banyak negara mungkin perlu merestrukturisasi utang mereka setelah pandemi.

Indeks STOXX 600 turun 0,67% menjadi 366,48, dipimpin kejatuhan harga saham sektor otomotif sebesar 2%. Raksasa telekomunikasi Finlandia Nokiarontok 8% di tengah kekhawatiran bisa kehilangan bisnis dari klien utama Verizon ke Samsung. Perusahaan energi Denmark, Orsted, melesat hampir 5% setelah menandatangani "kontrak terbesar" dalam energi terbarukan dengan pembuat  chip  Taiwan, TSMC . Deutsche Bank didenda USD150 juta oleh regulator keuangan New York atas hubungannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

  • DAX 30 Jerman melorot 0,97% (-121,99 poin) ke posisi 12.494,81.

  • FTSE 100 Inggris turun 0,55% (-33,74 poin) menjadi 6.156,16.

  • CAC 40 Prancis merosot 1,24% (-62,60 poin) ke level 4.981,13.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah, menunjukkan penurunan daya tariknya sebagai  safe-haven  untuk saat ini. Bahkan ketika sentimen pasar tetap berhati-hati di tengah lonjakan kasus virus korona secara global, khususnya di AS. Analis mengatakan reli di pasar saham Wall Street tidak akan berakhir dalam waktu dekat, dan kita akan terus melihat respons stimulus global yang kuat selama beberapa pekan dan bulan mendatang.

Sementara itu, euro melonjak ke posisi tertinggi tiga pekan terhadap  greenback , dan mata uang komoditas seperti dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada juga bergerak naik. Poundsterling menguat setelah Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak, menjanjikan 30 miliar pound (USD37,7 miliar) untuk mencegah krisis pengangguran dengan membayar perusahaan yang mempekerjakan kembali pekerja yang diberhentikan, dan memotong pajak perusahaan dan pembeli rumah. Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,47% menjadi 96,428.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13360.0006+0.05%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26140.0004+0.03%7:33 PM
Yen (USD-JPY)107.290.03+0.03%7:34 PM
Yuan (USD-CNY)7.0045-0.0094-0.13%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,410.00-30.00-0.21%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Konsumsi bensin di AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tetapi kenaikan harga dibatasi oleh meningkatnya stok minyak mentah dan lonjakan kasus infeksi virus korona. Pasar mengabaikan berita bahwa anggota OPEC , Libya menambah pasokan global dengan membuka kembali terminal minyak Es Sider untuk ekspor.

Rilis data Badan Informasi Energi menunjukkan, persediaan bensin AS merosot 4,8 juta barel karena permintaan naik menjadi 8,8 juta bph. Pemanfaatan kilang meningkat 2% tetapi masih melayang sekitar 17% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Menteri utama di OPEC +, dijadwalkan mengadakan pembicaraan pekan depan tentang kesepakatan pengurangan produksi yang akan berlangsung hingga akhir Juli.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 25 sen menjadi USD43,37 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 28 sen (0,69%) menjadi USD40,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak melewati ambang teknikal USD1.800, mencapai level tertinggi sejak September 2011. Analis mengatakan injeksi likuiditas yang konstan ke pasar terus menjadi faktor positif yang paling menonjol, karena dolar melemah dan mendukung harga komoditas, khususnya emas dan perak. Pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus korona membantu menekan operator  grey-market  di India, konsumen emas terbesar kedua dunia.

Dewan Emas Dunia menyebutkan kepemilikan ETF emas bertambah 734 ton pada semester pertama 2020 - lebih banyak dari tahun penuh sebelumnya. Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot, sementara saham Wall Street menguat karena investor menimbang harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat terhadap kekhawatiran tentang kebangkitan pandemi tersebut.Harga logam mulia lainnya; perak melesat 2,1% menjadi USD18,68 per ounce, palladium naik 0,1% menjadi USD1.918,05, dan platinum menguat 0,7% menjadi USD841,54.

  • Harga emas di pasar spot menguat 0,9% menjadi USD1.811,01 per ounce.

  • Harga emas berjangka 0,6% lebih tinggi menjadi USD1.820,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author