Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpeluang Naik Dibayangi Tekanan Koreksi

Bursa Pagi: Global-Regional Menguat, IHSG Berpeluang Naik Dibayangi Tekanan Koreksi

Posted by Written on 07 July 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (7/7), dibuka  mixed  cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, didukung oleh rilis indeks sektor jasa AS yang naik mendekati level pra-pandemi. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,23%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,95% menjelang rilis keputusan suku bunga Reserve Bank of Autralia. Indeks berlanjut meningkat 0,81% (48,50 poin) ke posisi 22.711,45 pada pukul 8:15 WIB.Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 0,77%, didukung lonjakan harga saham LG Chem lebih dari 3%, dan berlanjut meningkat 0,60% ke level 2.200,99.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah tipis 0,01% (-2,99 poin) menjdi 22.711,45, setelah dibuka terpeleset 0,31% dan Topix turun 0,33%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,88% (231,92 poin) ke posisi 26.571,08 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melonjak 1,44% ke level 3.380,95.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada kecenderungan kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan mencataatkan kenaikan 0,3% menjadi 4,988. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 1,95% menjadi USD18,86.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi untuk melanjutkan proses kenaikan, kembali ke atas level 5.000, dengan dibayangi tekanan koreksi. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal penguatan lanjutanyang cukup positif mendekati area jenuh beli dengan indikasi koreksi.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naikny mayoritas harga komoditas seperti CPO, nikel, timah, emas dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 4,945 dan  resistance  di level 5,030. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ADRO (Buy). Support: Rp1,040, Resist: Rp1,085, UNTR (Buy). Support: Rp17,000 Resist: Rp17,425, MDKA (Buy). Support: Rp1,355 Resist: Rp1,385. AALI (Buy). Support: Rp8,425 Resist: Rp8,875.

  • ETF: XISC (Buy). Support: Rp520, Resist: Rp534, XMTS (Buy). Support: Rp406, Resist: Rp414, 

    XBLQ (Buy). Support: Rp379, Resist: Rp387.


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat tajam, dipimpin lonjakan di sektor teknologi. Wall Street melanjutkan momentum kinerja solid pekan lalu dan mengabaikan lonjakan kasus virus korona. Penguatan indeks bahkan terjadi ketika jumlah kasus virus korona terus melonjak secara global. WHO mengatakan lebih dari 200.000 kasus virus korona dikonfirmasi dalam rentang 24 jam, Sabtu lalu. Lonjakan terbesar terlihat di AS dengan hampir 130.000 kasus baru dikonfirmasi. Data dari Institute for Supply Management menunjukkan ekspansi mengejutkan di sektor jasa AS.

Sentimen pasar juga terdongkrak oleh transaksibesar Berkshire Hathaway untuk membeli aset transmisi dan penyimpanan gas alam dari Dominion Energy sekitar USD10 miliar, termasuk utangnya. Nasdaq 100, yang terdiri dari 100 saham non-finansial terbesar melesat 2,5%. Saham Apple, Amazon, Microsoft dan Alphabet, melompat setidaknya 2%. Saham Uber melambung 6% setelah membeli aplikasi pengiriman makanan Postmates.Indeks non-manufaktur ISM naik menjadi 57,1 pada Juni, jauh melampaui estimasi Dow Jones 50,1. 

Dow dan S&P 500 masing-masing meroket 3,3% dan 4%, pekan lalu, dan Nasdaq melesat 4,6%.

  • Dow Jones Industrial Average melesat 1,78% (459,67 poin) ke posisi 26.287,03.

  • S&P 500 melonjak 1,59% (49,71 poin) menjadi 3,179.72.

  • Nasdaq Compositemelejut 2,21% (226,02 poin) ke level 10.433,65.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, investor fokus pada prospek pemulihan ekonomi dan kemajuan penelitian obat-obatan virus korona yang potensial. Komisi Eropa mengatakan persetujuan bersyarat diberikan untuk remdesivir obat antivirus Gilead, untuk pengobatan resmi pertama untuk Covid-19 di Uni Eropa. Inggris dikabarkan akan menyetujui kesepakatan pasokan senilai 500 juta poundsterling dengan Sanofi dan GlaxoSmithKline untuk 60 juta dosis vaksin potensial.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,58% menjadi 371,2, dipimpin lonjakan tinggi harga saham sektor perbankan hingga 3,9%. Saham Commerzbank dan HSBC melambung sekitar 7%. Developer perumahan Inggris; Barratt Developments, Vistry dan Persimmon juga melesat masing-masing 8%, 7% dan 6%.

  • DAX 30 Jerman melesat 1,64% (205,27 poin) ke posisi 12.733,45.

  • FTSE 100 Inggris melejit 2,09% (128,64 poin) ke level 6.285,94.

  • CAC 40 Prancis melonjak 1,49% (74,37 poin) menjadi 5.081,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun, investor memburu aset berisiko di tengah meningkatnya ekspektasi kebangkitan ekonomi China, dan rilis data AS yang positif. Indeks saham  blue-chip  China melonjak ke level tertinggi dalam lima tahun, para  trader  berspekulasi pada kebangkitan China, mendorong yuan ( offshore ) melesat ke kinerja harian terbaik sejak 12 Desember. 

Euro menguat, produksi barang industri Jerman naik 10,4%pada Mei lalu, dan data penjualan ritel zona euro naik melebihi level pra-virus korona. Tanda pemulihan ekonomi dalam data makro AS juga melemahkan permintaan dolar sebagai  safe-haven.

Aktivitas industri jasa AS meningkat tajam pada Juni, hampir kembali ke level pra-pandemi Covid-19. Namun, lonjakan dalam kasus virus korona memaksa beberapa restoran dan bar tutup lagi, mengancam pemulihan yang mulai bangkit. Pergerakan Indeks Dolar yang lebih rendah dalam beberapa hari memicu peristiwa teknikal signifikan yang disebut  death cross  - di mana pergerakan rata-rata 50-hari (MA50) indeks tersebut melintas di bawah MA200 - menunjukkan potensi untuk aksi jual. Indeks Dolar AS (Indeks DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju turun 0,46% menjadi 96,725.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13140.0005+0.04%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.24960.0004+0.03%7:34 PM
Yen (USD-JPY)107.360.01+0.01%7:34 PM
Yuan (USD-CNY)7.0199-0.0464-0.66%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,490.00-32.50-0.22%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 6/7/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat. Data ekonomi AS yang positif mendukung harga, namun lonjakan kasus virus korona di AS membebani harga minyak. Dalam lima hari pertama bulan Juli, 16 negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan kasus Covid-19, yang menginfeksi hampir 3 juta orang dan menewaskan lebih dari 130.000. Aktivitas industri jasa AS rebound tajam pada Juni, hampir kembali ke level pra-pandemi Covid-19, dan ekonomi China pulih menarik banyak investor ke pasarmodalnya sehingga menciptakan suasana pasar  bullish  yang sehat.

Data Jerman, menunjukkan pesanan barang industri Jerman  rebound  moderat pada Mei, namun seperlima perusahaan dalam survei yang diterbitkan Senin, mengkhawatirkan kebangkrutan.Produksi minyak OPEC jatuh ke level terendah dalam beberapa dekade. OPEC +, sepakat untuk memangkas produksi dengan rekor 9,7 juta barel per hari untuk bulan ketiga pada Juli. BUMN minyak Arab Saudi, Aramco, menaikkan harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentahnya ke Asia sebesar USD1 per barel pada Agustus, dan menaikkan OSP untuk hampir semua  grade  ke Eropa dan AS.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 73 sen (1,7%) menjadi USD43,53 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 28 sen (0,7%) menjadi USD40,93 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup naik tajam, mendekati level tertinggi 8 tahun. Lonjakan kasus virus korona membuat permintaan tetap meningkat, namun lonjakan di pasar modal dan dan data sektor jasa AS yang positif membatasi kenaikan harga emas. Dalam empat hari pertama bulan Juli saja, 15 negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan kasus Covid-19 yang baru, sementara kasus juga terus meningkat di sejumlah negara termasuk India, Australia dan Meksiko.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil melambung 17,5% sepanjang tahun ini, didorong langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank sentral. Emas mencapai USD1.788,96 per ounce minggu lalu, level tertinggi sejak Oktober 2012.Harga logam lainnya, palladium turun 0,1% menjadi USD1.921,69 per ounce, platinum melejit 2,3% menjadi USD818,28, dan perak naik 1,1%, menjadi USD18,24.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.783,75 per ounce.

  • Harga emas berjangka menguat 0,2% menjadi USD1.793,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author