Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun Tajam, Sentimen Global Bayangi Potensi IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Turun Tajam, Sentimen Global Bayangi Potensi IHSG

Posted by Written on 29 June 2020


Ipotnews - Awali pekan terakhir Juni, Senin (29/6), bursa saham Asia dibuka menurun tajam melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Bursa saham global terpukul oleh berlanjutnya kenaikan kasus infeksi virus korona di banyak negara yang telah menewaskan lebih dari 500.000 orang. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,32%.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 1,41% diwarnai kejatuhan harga minyak sekitar 1,7% pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun tajam 1,64% (-97,00 poin) ke posisi 5.807,10 pada pukul 8:00 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melorot 1,18%, dan berlanjut turun 1,10% menjadi 2.111,13.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,65% (-370,80 poin) ke level 22.141,28, setelah dibuka merosot 1,37% dan Topix terpeleset 1,28%. Rilis data penjualan ritel Jepang pada Mei lalu meluncur tutun 12,3% (yoy), lebih besar dari median ekspektasi pasar sebesar 11,6%.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka turun, mencapai 0,77% (-189,90 poin) ke posisi 24.360,09 pada pukul 8:50 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,55% menjadi 2.963,16.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan harga saham pada pembukaan pasar Asia, setelah berhasil mengakhir pekan lalu dengan membukukan penguatan 0,15% di level 4.904. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 2,42% menjadi USD18,16.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan proses penguatan, namun masih tertahan di rentang konsolidasi. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan, namun dibayangi sentimen negatif dari pergerakan bursa global.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh melonjaknya kasus baru Covid-19 terutama di Amerika yang dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap proses pemulihan ekonomi, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan  support  di level 4,840 dan  resistance  di level 4,960. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ISAT (Buy). Support: Rp2,350, Resist: Rp2,520, TOWR (Buy). Support: Rp980 Resist: Rp1,030, 

    PTPP (Buy). Support: Rp845 Resist: Rp940, UNTR (Buy on Weakness). Support: Rp16.100 Resist: Rp16,825.

  • ETF: R-LQ45X (Buy on Weakness). Support: Rp794, Resist: Rp813, XCLQ (Buy on Weakness). Support: Rp77, Resist: Rp79, XIHD (Buy on Weakness). Support: Rp378, Resist: Rp388.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan pelemahan signifikan, merespon negatif kebijakan lockdown  sektor bisnis di beberapa negara bagian AS. Texas dan Florida memerintahkan bar untuk ditutup kembali, setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19. Wall Street Journal melaporkan para pejabat Cina memperingatkan bahwa "campur tangan" di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang pertanian AS. Ancaman itu berisiko pada kesepakatan perdagangan Fase 1 AS-Cina, memberi tekanan tambahan pada bursa saham. Sepanjang pekan lalu S&P 500 tergerus 2,87%, Dow terpangkas 3,31%, dan Nasdaq turun 1,87%.

Sektor keuangan, layanan komunikasi, dan saham energi berguguran. Sektor perbankan rontok 6,1% setelah the Fed melarang bank membagi dividen dan  buy back  saham setidaknya hingga kuartal keempat setelah pelaksanaan  strees test  tahunan. Saham Facebook Inc. terjungkal 8,3%, setelah Unilever PLC dan Verizon Communications Inc. bergabung memboikot iklan, karena tidak mampu berbuat banyak untuk menghentikan pidato kebencian di  platform-platform- nya. Sham Nike Inc. terjerembab7,6%. United United, American and Delta Airlines anjlok lebih dari 3%. Tapi saham Gap Inc melambung 18,8% setelah memasuki kontrak 10 tahun untuk membuat lini pakaian di bawah merek Yeezy.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 2,84% (-730,05 poin) ke level 25.015,55.

  • S&P 500 merosot 2,42% (-4,71 poin) menjadi 3.009,05.

  • Nasdaq Composite terperosok 2,59% (-259,78 poin) ke posisi 9.757,22.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu cenderung memerah, setelah dibuka menghijau, terseret penurunan di bursa saham Wall Street setelah lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam laju pemulihan ekonomi global. Indeks FTSE menguat karena pemerintah Inggris mengambil lebih banyak langkah untuk mengendurkan penguncian. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan zona euro "mungkin melewati" yang terburuk dari krisis ekonomi akibat pandemi, tetapi pemulihan akan tidak merata. Indeks STOXX 600 turun hampir 2% sepanjang pekan lalu, dipimpin penurunan saham sektor wisata dan perjalanan.

Indeks STOXX 600 turun 0,39% menjadi 358,32 dipimpin kejatuhan sektor perbankan sebesar 2,2%, terpengaruh oleh larangan The Fed terhadap bank-bank AS untuk membagi deviden dan melakukan  buy back  saham. Saham Air France-KLM merosot 3,4%, setelah sebelumnya menguat didukung berita bahwa pemerintah Belanda akan menyediakan 3,4 miliar euro (USD3,8 miliar) untuk mendukung maskapai tersebut. 

Lufthansa juga anjlok 6%. Wirecard nyungsep  64% Perusahaan ritel Inggris Tesco naik 1,9%. Saham AMS naik 1,5%. Tapi H&M Swedia rontok 5,5%. Adidas terpelesat 2,1% setelah Nike Inc. melaporkan kerugian kuartalan tak terduga.

  • FTSE 100 London menguat 0,20% (12,16 poin) menjadi 6.159,30.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,73% (-88,48 poin) ke level 12.089,39.

  • CAC 40 Paris melemah 0,19% (-8,94 poin) ke posisi 4.909,894.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup cenderung mendatar, karena investor hati-hati menyikapi kebangkitan kasus Covid-19 di AS yang telah memicu keraguan pada harapan tentang pemulihan ekonomi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan 2.414.870 kasus virus korona, meningkat 40.588 dari jumlah sebelumnya, dan kematian meningkat 2.516 menjadi 124.325. Florida dan Texas memimpin peningkatan kasus baru Covid-19 dan memerintahkan bar untuk ditutup kembali dan memberlakukan pembatasan yang lebih ketat pada restoran.

Dolar hanya sedikit bereaksi terhadap perbaikan data pengeluaran konsumen AS, yang menyumbang lebih dari dua pertiga kegiatan ekonomi AS, melonjak 8,2% pada Mei lalu, kenaikan terbesar sejak 1959. Namun kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan pendapatan pribadi sebesar 4,2% di bulan lalu. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap sekeranjang mata uang enam negara maju bergerak di kisaran 97,433.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.12190.0001+0.01%
Poundsterling (GBP-USD)1.2336-0.0083-0.67%
Yen (USD-JPY)107.22000.0300+0.03%
Yuan (USD-CNY)7.07820.0200+0.28%
Rupiah (USD-IDR)14,220.0045.00+0.32%

Sumber : Bloomberg.com, 24/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges menutup pekan lalu dengan menghapus kenaikan sebelumnya. 

Harga minyak tertekan oleh peningkatan kasus Covid-19 di California, Texas dan Florida, tiga negara bagian AS yang paling padat penduduknya, dan di Cina. Jumat pagi, Gubernur Greg Abbott mengurungkan rencana pembukaan kembali negara bagian Texas, memerintahkan penutupan bar. Keputusan itu bisa merongrong peningkatan output kilang minyak AS sekarang sudah beroperasi hampir 75% dari kapasitas.

Produksi minyak AS meningkat, sementara stok minyak mentah berada pada rekor tertinggi. Secara mingguan harga Brent melorot 3,1%, dan WTI melorot 3,6%, setelah rilis data persediaan minyak mentah AS pada Rabu lalu. Sebelumnya harga minyak menguat didukung oleh optimisme peningkatan lalu lintas jalan yang mendorong permintaan bahan bakar.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 14 sen menjadi USD40,9 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 23 sen (-0,6%) menjadi USD38,49 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mengakhiri pekan lalu dengan menghapus kerugian sesi sebelumnya di tengah lonjakan kasus infeksi virus korona di AS, memicu minat berisiko para investor emas.Harga emas naik 1,4% sepanjang pekan lalu, membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Kebijakan moneter yang longgar dan serangkaian stimulus bank sentral utama untuk membendung dampak virus telah, mendorong harga emas sekitar 16,5% lebih tinggi pada tahun ini.

Harga logam mulia lainnya; paladium naik 1,5% menjadi USD1.869,24 per ounce, platinum turun 1,4% menjadi USD792,60 , dan perak turun 0,3% menjadi USD 17,82.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.767,28 per ounce.

  • Harga emas berjangka AS naik 0,5% ke level USD1.780,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner

comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author