Bursa Pagi: Asia Dibuka Memerah, Ganggu Upaya IHSG Menembus 5.000

Bursa Pagi: Asia Dibuka Memerah, Ganggu Upaya IHSG Menembus 5.000

Posted by Written on 22 June 2020


Ipotnews - Awali pekan ini, Senin (22/6), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tekanan pelemahan indeks acuan di bursa saham Wall Street. Pasar mewaspadai kabar peningkatan kasus infeksi virus korona di sejumlah negara bagian AS, yang mencapai 30.000 kasus baru pada Jumat dan Sabtu lalu. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,29%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,43%.Indeks berlanjut turun 0,73% (-43,30 poin) ke level 5.899,30 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,50% (-112,76 poin) ke posisi 22.366,03, setelah dibuka tergelincir 0,6% dan Topix berkurang 0,36%. Harga saham Fanuc anjlok lebih dari 2%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka turun 0,6% dan berlanjut melemah 0,46% menjadi 2.131,45.

Indeks Hang Seng, Hongkong juga dibuka di zona merah, turun 0,41% (-101,45 poin) ke posisi 24.542,44 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,09% di level 2.964,40.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham Asia, setelah mampu mengakhiri pekan lalu dengan berlabuh di teritori positif, naik 0,35% ke level 4.942. 

Tapi harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,43% menjadi USD18,54.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan proses kenaikan untuk menguji level psikologis 5.000. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, mendekati area jenuh beli dengan momentum yang tidak terlalu optimistis.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, berlanjutnya kekhawatiran investor terhadap adanya gelombang kedua pandemi Covid-19, seiring melonjaknya kasus baru di beberapa negara bagian AS, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu menguatnya beberpa komoditas seperti minyak mentah, cpo, emas dan batu bara serta diumumkannya dividen oleh emiten akan menjadi sentimen positif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,880 dan  resistance  di level 4,980. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ASII (Buy). Support: Rp4.775, Resist: Rp4.960, KLBF (Buy). Support: Rp1.420 Resist: Rp1.495, 

    CPIN (Buy). Support: Rp5.575 Resist: Rp5.800, INDF (Buy). Support: Rp6.450 Resist: Rp6.650.

  • ETF: XPID (Buy). Support: Rp414, Resist: Rp425, XPLC (Buy). Support: Rp379, Resist: Rp388, R-LQ45X (Buy). Support: Rp799, Resist: Rp817.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan cenderung melemah di tengah aktivitas perdagangan yang fluktuatif. Para investor mencermati lonjakan kasus baru infeksi covid-19, Apple Inc. mengumumkan penutupan outletnya di Florida, Arizona, South Carolina, dan North Carolina karena lonjakan kasus virus korona. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperingatkan proses pemulihan ekonomi dari pandemi akan sangat menantang dan tidak akan ada pemulihan cepat. Jumat lalu merupakan akhir pekan " quadrupel witching ", periode jatuh tempo  futures  dan  option  yang biasanya memicu transaksi dalam volume dan likuiditas yang tinggi. Volume di bursa AS mencapai 15,84 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 13,17 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Namun indeks Dow Jones (+1%), S&P 500 (+1,8%) dan Nasdaq (+3,7%) serempak lebih tinggi dibanding akhir pekan sebelumnya. Meskipun demikian Dow Jones dan S&P500 masih di bawah level tertinggi yang dibukukan pada Februari lalu (masing-masing -8,5% dan 12,5%), dan Nasdaq (-1,3%) dari 10 Juni lalu. Dari 11 sektor dalam S&P 500, 10 sektor bergerak melemah. Subsektor layanan kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang bergerak positif. Apple Inc mengumumkan akan menutup sementara beberapa toko , Indeks S&P 1500 Airline turun 4,2%. Saham AMC Entertainment Holdings Inc, operator bioskop terbesar di dunia, turun 2,0%.

  • Dow Jones Industrial Average melorot 0,8% (-208,64 poin) ke level 25.871,46.

  • S&P 500 turun 0,56% (-17,53 poin) menjadi 3.097,81.

  • Nasdaq Composite sedikit menguat 0,03% (3,07 poin) di posisi 9.946,12.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat, ditopang oleh kenaikan saham-saham defensif. Para investor tetap berharap bahwa paket stimulus besar-besaran akan segera disahkan. Pertemuan puncak 27 pemimpin Uni Eropa, melalui konferensi video, membahas paket pemulihan ekonomi senilai 750 miliar euro (USD841 miliar), dan menyepakati untuk menggelar pertemuan langsung pada pertengahan Juli untuk proses negosiasi anggaran jangka panjang. Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol dikabarkan mendukung paket tersebut, sementara Austria, Denmark, Belanda dan Swedia menolak skema berdasarkan hibah. Infasi Jerman pada Mei lalu turun 2,2% (yoy), atau -0,4% (mom). Data penjualan ritel Inggris periode Mei anjlok 13,1% (yoy), meskipun naik 12% secara bulanan.

Indeks STOXX 600 naik 0,56% menjadi 365,46, di tengah ekspektasi stimulus besar-besaran dan data ekonomi yang tidak terlalu buruk. Saham sektor utilitas dan sektor perawatan kesehatan memimpin penguatan. Harga saham terkait migas rebound seiring kenaikan harga minyak. Saham Wirecard tumbang 35,3% setelah sehari sebelumnya terjungkal 60% seiring mundurnya CEO di tengah buntunya upaya perusahaan pembayaran itu untuk mencari likuiditas senilai USD2,1 miliar. Saham Lufthansa naik 3% setelah pemegang saham terbesarnya, diberitakan berupaya menjangkan para politisi Berlin sebagai langkah terakhir dalam kebuntuan bailout 9 miliar euro (USD10 miliar) untuk maskapai itu. Saham Softewareone terperosok 6,7%.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,4% (49,23 poin) menjadi 12.330,76.

  • FTSE 100 London melonjak 1,10% (68,53 poin) ke level 6.292,6.

  • CAC 40 Paris meningkat 0,42% (20,7 poin) ke posisi 4.979,45.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu di tutup menguat, di tengah kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi virus korona sehingga meningkatkan permintaan terhadap aset  safe-haven.  Dolar AS membukukan kenaikan mingguan terbaik dalam sebulan pada akhir pekan lalu. Aktivitas pasar pada pekan ini fokus pada peningkatan kasus virus korona di banyak negara bagian AS, serta infeksi baru yang terdeteksi di Beijing, meningkatkan kekhawatiran terhadap  lockdown  global.
Euro melemah, di tengah KTT Uni Eropa untuk menjembatani keputusan dana pemulihan 750 miliar euro. 

Kepala Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde mengatakan ekonomi UE berada dalam "kejatuhan dramatis" dan menyerukan blok itu untuk bertindak mendorong kebangkitan. Swedia, Denmark, Austria dan Belanda mengatakan dana pemulihan yang diusulkan terlalu besar, dan alokasi uang tidak cukup terkait dengan pandemi. Indeks Dolar AS naik 0,21% menjadi 97,62, mendekati level tertinggi 2 Juni.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1178-0.0027-0.24%
Poundsterling (GBP-USD)1.2350-0.0074-0.60%
Yen (USD-JPY)106.870-0.10-0.09%
Yuan (USD-CNY)7.0710-0.0182-0.26%
Rupiah (USD-IDR)14,100.0022.50+0.16%

Sumber : Bloomberg.com, 19/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran lanjutan virus korona dapat menghambat  rebound  ekonomi AS dan global. Harga minyak turun dari posisi tertinggi di sesi itu, setelah Presiden Federal Reserve Boston Eric Rosengren mengatakan ekonomi AS kemungkinan membutuhkan dukungan stimulus fiskal dan moneter lebih banyak. Tingkat pengangguran AS kemungkinan akan berada "pada level dua digit" pada akhir 2020 dan memperingatkan agar tidak membuka kembali ekonomi terlalu cepat setelah akhir penguncian, yang bertujuan mengendalikan virus.

Harga minyak sempat mendekatii level tertinggi di awal sesi setelah Irak dan Kazakhstan, selama pertemuan panel OPEC +, berjanji untuk mematuhi kesepakatan pemotongan minyak, yang berpotensi membatasi produksi yang lebih besar pada bulan Juli. Stok minyak mentah AS mencapai rekor naru pada pekan lalu, tetapi persediaan bahan bakar turun. Jumlah operasi rig minyak dan gas AS, menurut Baker Hughes Co., jatuh ke rekor terendah selama tujuh pekan berturut-turut, turun 13 rig menjadi 266 pada pekan lalu.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 61 sen menjadi USD42,12 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 91 sen (2,3%) menjadi $ 39,75 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga menutup pekan lalu dengan kenaikan, terpengaruh oleh kenaikan kasus virus korona yang meningkatkan kekhawatiran gelombang kedua pandemi yang dapat memaksa penerapan penguncian ( lockdown ) baru. Lebih dari 8,38 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus korona. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik sekitar 15%, didukung oleh permintaan  safe-haven  di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan dukungan fiskal dan moneter besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bulan lalu, harga emas spot mencapai level tertinggi sejak 2012 di posisi USD1,764.55. Harga logam mulai lainnya; paladium turun 0,6% menjadi USD1.913,17 per ounce, dan berada di jalur untuk penurunan mingguan kedua berturut-turut. Platinum naik 1,2% menjadi USD813,56, perak naik 0,6% menjadi USD17,62.

  • Harga emas di pasar spot naik 1,1% ke level USD1.740,79 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 1,3% di USD1.753 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author