Bursa Pagi: Asia Pasifik Melemah, IHSG Dibayangi Tekanan Bearish

Bursa Pagi: Asia Pasifik Melemah, IHSG Dibayangi Tekanan Bearish

Posted by Written on 18 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (18/6), dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street. Indeks harga saham terbebani oleh kekhawatiran kenaikan kasus infeksi virus korona di sejumlah negara bagian AS dan di Beijing, China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,28%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,47%, jelang rilis data ketenagakerjaaan periode Mei. Indeks berlanjut melorot 0,94% (-56,60 poin) ke level 5.935,20 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,55% (-123,34 poin) ke posisi 22.332,42, setelah dibuka menyusut 0,32%, dan Topix melemah 0,3%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka tergelincir 0,61% dan berlanjut melemah 0,22% menjadi 2.136,43.

Melanjutkan tren penurunan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,39% (-95,10 poin) ke posisi 24.386,31. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,20% menjadi 2.929,99.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham Asia Pasifik, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup menguat tipis 0,03% menjadi 4.987. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,74% menjadi USD18,75.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini memiliki peluang untuk bermain di teritori positif, dibayangi tekanan  bearish . Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi koreksi di area positif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor akan adanya gelombang kedua pandemi Covid-19 karena laporan kenaikan kasus baru di Beijing dan beberapa negara bagian Amerika seperti Texas, California, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu pemberian rating  overweight  terhadap pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley, seiring prediksi pemulihan ekonomi Indonesia di 1Q21, dan naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, timah, danemas, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervarisasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,935 dan  resistance  di level 5,035. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MAPI (Buy, Support: Rp780, Resist: Rp820), AALI (Buy, Support: Rp8,425 Resist: Rp8,825), 

    ERAA (Buy, Support: Rp1,290 Resist: Rp1,350), UNTR (Buy, Support: Rp16,975 Resist: Rp18.350).

  • ETF: XPDV (Buy, Support: Rp371, Resist: Rp382), XPLQ (Buy, Support: Rp390, Resist: Rp402), XIIC (Buy, Support: Rp882, Resist: Rp907).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, karena tekanan penurunan harga saham-saham yang akan mendapatkan keuntungan terbesar dari pembukaan kembali ekonomi. Pelemahan Rabu terjadi di tengah kekhawatiran seputar virus korona. Di AS, lebih dari 2,1 juta kasus dikonfirmasi. Beberapa negara bagian, seperti Arizona dan Texas, melaporkan lonjakan kasus. Sementara itu, Beijing membatalkan beberapa penerbangan domestik untuk menghentikan penyebarannya. Ibu kota China itu juga dikabarkan menutup semua sekolah.

Saham United dan Delta melorot lebih dari 1,8%, American Airlines turun 0,3%. Carnival, Norwegian Cruise Line, dan Royal Caribbean semuanya anjlok lebih dari 6%. Nordstrom dan Gap merosot sekitar 5,5%. Raksasa teknologi berjaya. Alphabet naik 0,4%. Amazon dan Netflix melonjak 1% dan 2,7%. Saham Apple meningkat 0,9%. Di depan Komite Perbankan Senat, Ketua Federal Reserve AS, Jeremy Powell memperingatkan "ketidakpastian yang signifikan" tentang pemulihan ekonomi, dan usaha kecil berisiko setelah pandemi tersebut.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 0,65% (-170,37 poin) ke level 26.119,61.

  • S&P 500 turun 0,36% (-11,25 poin) ke posisi 3.113,49.

  • Nasdaq Composite menguat 0,15% (14,66 poin) menjadi 9.910,53.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat karena optimisme terhadap potensi pemulihan ekonomi. Pasar mengesampingkan tren penurunan saham di Asia, setelah peringatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) tentang kemungkinan penurunan ekonomi yang lebih buruk ketimbang prediksi sebelumnya, di tengah kekhawatiran gejolak geopolitik antar negara tetangga; China-India, dan Korea Utara-Selatan. Investor Eropa juga mencermati peringatan WHO, bahwa kendati penyebaran virus korona melambat di beberapa bagian Eropa, namun berakselerasi di bagian lain dunia, termasuk di Afrika dan AS.

Indeks STOXX 600 naik 0,74% menjadi 366,02, dipimpin kenaikan harga saham sektor perawatan kesehatan sebesar 1,8%. Investor merespon positif pernyataan ilmuwan Universitas Oxford yang mengumumkan bahwa Dexamethasone, steroid yang murah dan tersedia luas, terbukti menyelamatkan hidup ketika diberikan kepada pasien dengan kasus Covid-19 yang parah. Saham perusahaan energi Inggris, SSE, melambung 9,4%, pengecer Belgia, Colruyt, anjlok 5,3%

DAX 30 Frankfurt meningkat 0,54% (66,48 poin) ke posisi 12.382,14.

FTSE 100 London menguat 0,17% (10,46 poin) menjadi 6.253,25.

CAC 40 Paris melaju 0,88% (43,51 poin) ke level 4.995,97.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir sedikit lebih tinggi.Lonjakan kasus virus korona di beberapa negara bagian AS dan di Beijing mendorong investor ke aset  safe-haven.  Florida melaporkan lebih dari 2.600 kasus baru dan Arizona lebih dari 1.800 - kenaikan harian tertinggi kedua di kedua negara bagian itu. Sehari sebelumnya, enam negara bagian melaporkan rekor peningkatan kasus virus korona, termasuk Texas, Nevada dan Oregon. Namun dolar melemah terhadap mata uang safe-haven tradisional; yen Jepang dan franc Swiss.

Penguatan dolar dibatasi oleh beberapa sentimen  bullish  setelah pernyataan Chairman Federal Reserve, Jay Powell di depan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat AS, untuk "menjaga kaki kami tetap di atas pedal gas sampai kami benar-benar yakin kita telah melalui ini." Pemulihan ekonomi AS tidak akan terjadi hingga ada keyakinan bahwa pandemi virus korona benar-benar terkendali. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kurs greenback terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju, naik 0,21% menjadi 97,158.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1240-0.0004-0.04%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2552-0.0003-0.02%7:26 PM
Yen (USD-JPY)106.96-0.05-0.05%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)7.0855-0.0007-0.01%4:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,082.50-7.50-0.05%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 17/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Kekhawatiran akan permintaan bahan bakar kembali menguat di tengah lonjakan kasus virus korona, di China dan AS. Data resmi persediaan minyak mentah AS melesat ke rekor tertinggi, pekan lalu, mencapai lebih dari 539 juta barel. Sebaliknya, stok produk distilasi turun setelah berminggu-minggu melonjak signifikan.

Sementara itu, permintaan bahan bakar berdasarkan pasokan produk, anjlok 20% selama empat pekan terakhir dibanding tahun sebelumnya. Produksi minyak mentah AS juga turun 600.000 barel per hari, pekan lalu, menjadi 10,5 juta bph, terendah sejak Maret 2018.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 23 sen (-0,85%) menjadi USD40,61 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 42 sen (-1,09%) menjadi USD37,96 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup cenderung mendatar di tengah kekhawatiran gelombang kedua virus korona dan ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam jangka pendek. Penguatan dolar membatasi penguatan harga emas. Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, menjanjikan akan menggunakan "berbagai alat" untuk melindungi rumah tangga dan bisnis di AS.

Ia memperingatkan bahwa pemulihan penuh ekonomi AS masih di luar jangkauan hingga pandemi virus korona bisa dikendalikan. Harga logam mulai lainnya; palladium turun 0,5% menjadi USD1.922,78 per ounce, platinum melemah 0,3% menjadi USD818,10, dan perak naik 0,8% menjadi USD17,53 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot mendatar di kisaran USD1.726,24 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun tipis menjadi USD1.735,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author