Bursa Sore: IHSG Bergerak Mendatar Hingga Akhir Perdagangan

Bursa Sore: IHSG Bergerak Mendatar Hingga Akhir Perdagangan

Posted by Written on 17 June 2020


Ipotnews IHSG stagnan hingga akhir perdagangan hari Rabu (17/6). IHSG flat setelah hanya naik tipis +0,03 persen (+1 poin) dan tetap berada di level 4.987.

Indeks LQ45 -0,07% ke 775.

Indeks IDX30 -0,26% ke 422.

Indeks IDX80 +0,06% ke 109.

Jakarta Islamic Indes (JII) +0,42% ke 554.

Indeks Kompas100 -0,08% ke 998.

Indeks Sri Kehati -0,37% ke 310.

Indeks SM Infra18 +0,78% ke 244.

Saham Teraktif: PURAIPTVBBRIBBNIBMRITLKMWSBP

Saham Top Gainers LQ45: INKPUNTRSCMAANTMTOWRPTPPBTPS

Saham Top Losers LQ45: ITMGWIKAAKRAJPFABBTNADROINTP

Nilai transaksi Rp8,57 triliun. Volume perdagangan sebanyak 93,52 juta lot saham. Investor asing net sell Rp757,86 miliar.

Nilai tukar rupiah melemah tipis -0,04 persen ke level Rp14.025 terhadap USD (03.40 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia rehat sejenak pada perdagangan hari Rabu (17/6) saat kebangkitan kasus infeksi virus corona menantang kepercayaan pasar terhadap pemulihan ekonomi yang cepat. Bahkan sekalipun data penjualan ritel di USA pada periode Mei rebound ke level rekor.

IMF menyatakan ekonomi global bersiap turun lebih dalam dibanding perkiraan semula. Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath menulis dalam blog-nya. Menurut dia pembaruan prospek ekonomi global pada Juni yang akan datang diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan negatif bahkan lebih buruk dari perkiraan sebelumnya.

Konflik geopolitik juga menjadi sentimen pasar yang mengkhawatirkan. India melaporkan 20 tentaranya tewas dalam bentrokan dengan tentara China di perbatasan kedua negara yang disengketakan.

"Gelombang kedua kasus infeksi corona di negara-negara maju adalah risiko terbesar yang dihadapi pasar saham," kata Shane Oliver, Analis pada AMP Capitl. Menurut dia asalkan gelombang kedua ini relatif ringan, dalam hal tekanan pada masalah kesehatan dan angka kematian, ini tidak mungkin menuai malapetaka sebagaimana terlihat pada bulan Maret.

Nikkei 225 di bursa saham Jepang terkoreksi 0,52 persen saat sesi siang masih berlangsung. Sementara Indeks Topix turun 0,32 persen. Ekspor Jepang periode Mei turun 28,3 persen (YoY), demikian data yang dirilis kementerian keuangan Jepang.
Pasar saham China bangkit setelah tertekan di sesi pagi. Indeks Shanghai Composite naik tipis 0,14 persen ke 2.935. Indeks Shenzhen Component naik 0,192 persen ke 11.420. Adapun Indeks Hang Seng bergerak menguat 0,25 persen saat akhir sesi.
Indeks Kospi (Korsel) melaju positif, naik 0,14 persen ke level 2.141. Indeks Nifty-50 (India) stagnan menguat 0,24 persen. Sedangkan Indeks S&P/ASX200 (Australia) menguat 0,83 persen k3 5.991. Indeks acuan market regional, MSCI Asia Pacific naik 0,34 persen.
Indeks dolar AS menguat ke 96,883 dari sesi sebelumnya pada level 96,5.
Kurs yen terkoreksi ke 107,31 dari sesi sebelumnya di level 107 yen.
Kurs dolar Australia melemah di level $0,6896 dari sesi lalu di posisi $0,693.

Bursa Eropa
Market saham Eropa bergerak menghijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Rabu (17/6) pagi waktu setempat. Pasar global terus memantau ketegangan geopolitik antara India dan China, Korut versus Korsel di tengah kenaikan kembali kasus infeksi virus corona di Asia dan USA.
Indeks DAX (Jerman) +0,28% pada posisi 12.349.
Indeks FTSE (Inggris) +0,47% ke level 6.271.
Indeks CAC (Perancis) +0,32% di posisi 4.968.

Oil
Harga minyak tertekan pada perdagangan hari Rabu (17/6) di sesi sore seiring data menunjukkan kenaikan persediaan minyak dan BBM di USA, meningkatkan prospek kelebihan pasokan karena potensi gelombang kedua infeksi corona mengancam pemulihan demand terhadap oil.
Harga minyak WTI melemah 1,1 persen ke level USD37,95 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 0,7 persen ke level USD40,67 per barel. (06.56 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author