Bursa Pagi: Asia Dibuka Melonjak, IHSG Fluktuatif Berpotensi Masuk Zona Hijau

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melonjak, IHSG Fluktuatif Berpotensi Masuk Zona Hijau

Posted by Written on 16 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (16/6), dibuka menguat tajam, mengikuti tren positif pada penutupan bursa saham Wall Street. Bursa saham AS keluar dari tekanan, setelah Federal Reserve menyatakan akan mendukung pasar dengan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder. Indeks MSCI Asia ex-Jepang meningkat 0,92%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan lompatan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,28% jelang rilis hasil rapat kebijakan Reserve Bank of Australia hari ini. Indeks berlanjut melesat 3,02% (172,50 poin) ke level 5.892,03 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 2,77% (595,44 poin) ke posisi 22.126,39, setelah dibuka melesat 2,86%, dan Topix melonjak 2,49%. Bak of Japan juga dijadwalkan aakan merilis pernyataan hasil rapat kebijakan moneternya hari ini. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melejit 3,1%, dan berlanjut melaju 3,16% ke level 2.095,02.

Lanjutkan tren kenaikan Asia, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 2,28% (541,20 poin) ke posisi 24.318,15 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,79% menjadi 2.912,83.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks saham acuan di bursa Asia melanjutkan penguatan indeks di bursa AS, setelah mengakhiri perdagangan kemarin dengan penurunan tajam 1,31% ke level 4.816. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melemah 0,04% menjadi USD18,29.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berfluktuasi mencoba kembali memasuki zona hijau. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan pergerakan indeks yang melandai mendekati area jenuh jual, meskipun masih memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan.

Tim Riset Indo Prremier berpendapat, program pembelian obligasi korporasi di pasar sekunder senilai USD750 miliar oleh The Fed diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu menguatnya harga minyak mentah dan batu bara akan menjadi tambahan katalis positif.

IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan  supp, ort  di level 4,750 dan  resistance  di level 4,900. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: GGRM (Buy), Support: Rp47,125, Resist: Rp49,600), ACES (Buy), Support: Rp1,480 Resist: Rp1,535), INDF (Buy), Support: Rp6,050 Resist: Rp6,325), UNVR (Buy, Support: Rp8,150 Resist: Rp8,175).

  • ETF: XPES (Buy on Weakness), Support: Rp330, Resist: Rp338), XIJI (Buy on Weakness), Support: Rp530, Resist: Rp542), XIIC (Buy on Weakness), Support: Rp851, Resist: Rp875).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursaWall Street pagi tadi kembali ditutup dengan membukukan kenaikan, pulih kembali dari pelemahan di awal sesi. Federal Reserve mengumumkan langkah lebih lanjut untuk mendukung pasar di tengah pandemi virus korona, sehari sebelum pidato Chairman The Fed, Jerome Powell,di depan Kongres. The Fed mengatakan akan membeli obligasi korporasi individual. The Fed sebelumnya mengindikasikan akan membeli obligasi di pasar primer, tetapi pengumuman Senin menandai perluasan ke pasar sekunder, dan menunjukkan The Fed akan terus mendukung pasar kredit selama wabah virus korona.

Dow sempat anjlok lebih dari 760 poin sebelum akhirnya bangkit kembali. S&P 500 dan Nasdaq sempat menyusut 2,5% dan 1,9%. Pekan lalu, Dow dan S&P 500 kehilangan 5,5% dan 4,7%, sementara Nasdaq turun 2,3%. Saham Facebook, Amazon, Netflix dan Apple memimpin kenaikan, melesat lebih dari 1%. JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America menguat setidaknya 0,8%. Saham Shopify melejit 8,4% setelah bermitra dengan Walmart untuk meningkatkan pasar  online. Saham Walmart naik 0,3%. Moderna melejit 7,4% setelah laporan Israel berencana membeli vaksin virus korona yang akan memasuki tahap ketiga dan terakhir dari uji klinis pada Juli nanti.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,62% (157,62 poin) menjadi menjadi 25.763,16.

  • S&P 500 melaju 0,83% (25,28 poin) ke posisi 3.066,59.

  • Nasdaq Composite melonjak 1,43% (137,21 poin) ke level 9.726,02.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah, dihantui kekhawatiran akan gelombang kedua penyebaran virus korona di Asia dan AS ketika penguncian dilonggarkan. Hingga akhir pekan lalu, beberapa negara bagian di AS termasuk Alabama, California, Florida dan North Carolina, melaporkan peningkatan kasus baru virus korona setiap hari. Texas dan North Carolina melaporkan rekor angka rawat inap terkait virus tersebut. China juga menjadi perhatian karena sebuah distrik Beijing berada dalam kondisi "darurat perang" karena penemuan infeksi baru yang berpusat di sekitar pasar makanan grosir.

Sementara itu, aksi protes terhadap rasisme dan kebrutalan polisi, setelah kematian George Floyd di Minneapolis bulan lalu, berlanjut di AS dan Eropa. Ketegangan semakin meningkat setelah kematian Rayshard Brooks, pria kulit hitam yang dibunuh polisi kulit putih di Atlanta, Jumat. Kantor Pemeriksa Medis Wilayah Fulton, Minggu, mengatakan kematiannya adalah pembunuhan. Perhatian juga tertuju pada pencabutan pembatasan perjalanan antar sebagian besar negara Eropa. Indeks STOXX 600 melemah 0,27% menjadi 353,09. 

Perusahaan asuransi Denmark, Tryg jatuh 8,5%, sementara perusahaan penelitian ilmiah Belgia, UCB, melesat 14,9%.

DAX 30 Frankfurt turun 0,32% (-37,93 poin) menjadi 11.911,35.

FTSE 100 London melorot 0,66% (-40,48 poin) ke level 6.064,70.

CAC 40 Paris menyusut 0,49% (-23,54 poin) ke posisi 4.815,72.


Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah setelah The Fed mengumumkan akan membeli obligasi korporasi individu di pasar sekunder, yang memicu minat terhadap aset berisiko.The Fed mengatakan akan mulai pembelian obligasi korporasi,melalui Secondary Market Corporate Credit Facility (SMCCF), Selasa ini, untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi virus korona.

Harga aset berisiko semat berguguran karena meningkatnya kekhawatiran gelombang kedua infeksi virus korona, yang mengangkat dolar. Dolar AS melemah terhadap euro, poundsterling, franc Swiss, dan dolar Australia, namun mendatar terhadap yen Jepang. Indeks Dolar AS (DXY index), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,63% menjadi 96,706.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13310.0008+0.07%7:25 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26230.0018+0.14%7:25 PM
Yen (USD-JPY)107.420.09+0.08%7:25 PM
Yuan (USD-CNY)7.09020.0067+0.09%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,115.00-18.00-0.13%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi melonjak lebih dari 2%, karena tanda-tanda bahwa permintaan bahan bakar mulai pulih kembali. Anggota OPEC + mematuhi kesepakatan pengurangan produksi, melampaui kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi virus korona yang akan memperlambat ekonomi global.Harga rebound dari penurunan di awal sesi setelah Menteri Energi Uni Emirat Arab menyuarakan keyakinan bahwa OPEC + akan memenuhi komitmen mereka dan melaporkan tanda-tanda peningkatan permintaan minyak.

Irak setuju untuk memangkas produksi minyak lebih lanjut pada Juni. Arab Saudi juga mengurangi volume minyak mentah untuk pemuatan Juli yang akan disuplai ke setidaknya lima pembeli di Asia. Badan Informasi Energi AS mengungkapkan, output minyak Amerika dari tujuh formasi  shale  terbesar diperkirakan menurun pada Juli ke level terendah sejak Juli 2018. Hasil pengolahan minyak mentah China pada Mei naik 8,2% dari tahun sebelumnya, karena pengilangan independen meningkatkan pemrosesan untuk memenuhi pemulihan permintaan bahan bakar menyusul pelonggaran penguncian.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI menguat 86 sen (2,4%), menjadi USD37,12 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent melejit 99 sen (2,6%), menjadi USD39,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup turun karena dolar melemah tetapi masih bertahan di dekat level tertinggi lebih dari satu pekan. Namun harga emas masih bertahan di atas USD1.700 per ounce, didukung kekhawatiran gelombang kedua infeksi virus korona. Beijing mencatat lusinan kasus baru dalam beberapa hari terakhir, sementara infeksi baru dalam jumlah yang tinggi menghampiri sejumlah negara bagian AS. Harga logam mulia lainnya; palladium turun 0,2% menjadi USD1.914,85 per ounce, platinum melesat 0.,9% menjadi USD812,84, dan perak turun 0,9% menjadi USD17,29.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,6% menjadi USD1.719,67 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 0,6% menjadi USD1.726,50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author