Bursa Sore: Abaikan Faktor Aksi Jual, IHSG Lolos Dari Pelemahan

Bursa Sore: Abaikan Faktor Aksi Jual, IHSG Lolos Dari Pelemahan

Posted by Written on 12 June 2020


Ipotnews IHSG lepas dari zona pelemahan saat menit-menit akhir pada akhir perdagangan hari Jumat (12/6) setelah terseok di sesi siang. IHSG menguat 0,53 persen (25 poin) ke level 4.880.

Indeks LQ45 +0,91% ke 752.

Indeks IDX30 +0,89% ke 410.

Indeks IDX80 +0,81% ke 106.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,11% ke 534.

Indeks Kompas100 +0,55% ke 972.

Indeks Sri Kehati +0,82% ke 302.

Indeks SM Infra18 +0,93% ke 233.

Saham Teraktif: PURABBRITLKMBBNIBBTNBBKPPTBA

Saham Top Gainers LQ45: BBTNBBNIJSMRJPFA, WSKT , PTBAPWON

Saham Top Losers LQ45: BBCAINTPTKIMSMGRINKPADROINCO

Nilai transaksi Rp10,15 triliun. Volume perdagangan sebanyak 105,10 juta lot saham. Investor asing net sell Rp1,21 triliun.

Nilai tukar rupiah drop 0,72 persen ke level Rp14.050 terhadap USD (03.45 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia melemah tajam pada perdagangan hari Jumat (12/6). Hal ini terjadi setelah Wall Street dan harga minyak tumbang di tengah kekhawatiran terhadap

infeksi virus corona yang kembali meningkat. Kecemasan ini dapat menghambat laju pemulihan ekonomi yang dibuka kembali dari lockdown.

Eli Lee, Analis pada Bank of Singapore menilai kecemasan tentang infeksi corona gelombang kedua di beberapa negara bagian AS dan meningkatnya ketidakpastian tentang prospek terpilih kembali Presiden Donald Trump menjadi faktor yang harus disalahkan.

"Tidak mungkin pasar saham kembali ke level terendah pada bulan Maret yang mencerminkan ketidakpastian yang jauh lebih besar. Ini termasuk risiko nyata ledakan finansial yang lebih besar dari tekanan likuiditas luar biasa yang sekarang sudah berkurang," kata Lee seperti dikutip Reuters.

Indeks Kospi di bursa Korsel memimpin pelemahan pasar saham regional. Kospi turun 2 persen ke 2.132. Saham unggulan Hyundai Motors turun 4,61 persen. Indeks Kosdaq turun 1,45 persen ke 746.

Pelemahan signifikan juga terjadi di bursa saham Hong Kong. Indeks Hang Seng turun 1,08 persen seiring pelemahan saham unggulan HSBC yang drop 1,59 persen. Pasar saham China juga terkoreksi. 

Indeks Shanghai Composite flat ke 2.919. Indeks Shenzhen Component naik tipis dan finis pada posisi 11.251.

Indeks Nikkei 225 ikut juga terkoreksi mengikuti pelemahan regional. Nikkei 225 turun 0,75 persen ke 22.305. Indeks Topix turun 1,15 persen ke level 1.570. Sementara Indeks S&P/ASX200 melemah 1,89 persen ke posisi 5.847.
Indeks acuan market regional, MSCI Asia Pacific melorot 1,51 persen.
Indeks dolar AS menguat ke 96,762 dari sesi sebelumnya pada level 96.
Kurs yen terkoreksi ke 107,07 dari sesi sebelumnya di level 106,57 yen.
Kurs dolar Australia melemah di level $0,6858 dari sesi lalu di posisi $0,696.

Bursa Eropa
Market saham Eropa merosot ke zona merah saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (12/6) pagi waktu setempat, melanjutkan aksi jual signifikan setelah pemantauan realitas ekonomi oleh the Fed serta kekhawatiran atas gelombang kedua infeksi virus corona menjadi sentimen yang mengguncang. Pan European Stoxx 600
Indeks melemah 0,9 persen.
Indeks DAX (Jerman) -0,99% pada posisi 11.851.
Indeks FTSE (Inggris) -1,28% ke level 5.998.
Indeks CAC (Perancis) -1,15% di posisi 4.760.

Minyak
Harga minyak tertekan pada perdagangan hari Jumat (12/6) seiring kenaikan jumlah kasus virus corona di USA pada pekan ini, meningkatkan prospek pandemi covid-19 gelombang kedua. Hal ini berpotensi menekan demand terhadap minyak dan bbm di USA.
Harga minyak WTI melemah 3,8 persen ke level USD34,97 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 3,5 persen ke level USD37,21 per barel. (07.01 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : Admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author