Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, Sinyal Pelemahan IHSG Menguat

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Turun, Sinyal Pelemahan IHSG Menguat

Posted by Written on 11 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (11/6), dibuka melemah melanjutkan tren penurunan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street, setelah rapat kebijakan Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol persen dan mengindikasikan tidak mengekspektasikan akan mengubahnya hingga 2022. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,22%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,67%, di tengah kejatuhan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melorot 1,23% (-75,40 poin) ke level 6.073,00 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 1,08% (-250,20 poin) ke posisi 22.874,75, setelah dibuka merosot 1,18%, dan Topix terpelesat 0,99%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,45% dan berlanjut melemah 0,15% menjadi 2.192,31.

Melanjutkan tren penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,21% (-51,89 poin) menjadi 24.997,84 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,13% menjadi 2.939,79.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini kembali dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah ditutup anjlok 2,27% ke level 4.920 pada sesi perdagangan kemarin. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 2,54% menjadi USD19,15.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan kembali melanjutkan tren koreksi jangka pendek. Secara teknikal sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya sinyal pelemahan lanjutan yang cukup kuat membentuk pola  bearish reversal.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional dan turunnya beberapa harga komoditas utama seperti CPO serta batu bara, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu lonjakan kasus baru Covid-19 di dalam negeri juga akan menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,815 dan  resistance  di level 5,020.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy), Support: Rp1.415, Resist: Rp1.525), RALS (Buy on Weakness), Support: Rp570 Resist: Rp625), MDKA (Buy), Support: Rp1.280 Resist: Rp1.305), BBCA (Buy on Weakness, Support: Rp28.500 Resist: Rp29.475).

  • ETF: XIJI ( SELL , Support: Rp532, Resist: Rp557), XPES ( SELL , Support: Rp331, Resist: Rp346), 

    XPLQ ( SELL , Support: Rp377, Resist: Rp398).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali ditutup cenderung melemah, para  trader  melakukan  profit taking terhadap saham-saham  yang diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi, dan beralih saham raksasa teknologi. Nasdaq untuk pertama kalinya ditutuoo di atas 10.000. Rapat kebijakan Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga tidak berubah, dan mengindikasikan tidak menaikkannya sampai 2022. Komite Federal Pasar Terbuka ( FOMC ) akan meningkatkan kepemilikan obligasi dengan membeli US Treasury USD80 miliar per bulan dan USD40 miliar per bulan dalam  mortgage backed securities. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun menjadi 0,74% sementara untuk tenor 2-tahun menjadi 0,18%.

The Fed "memperkirakan untuk mempertahankan kisaran target tersebut sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa akhir-akhir ini dan berada di jalurnya untuk mencapai lapangan kerja maksimal dan target stabilitas harga." The Fed juga memperkirakan ekonomi Amerika Serikat akan berkontraksi sebesar 6,5% pada 2020 sebelum tumbuh 5% pada 2021.  Saham Amazon dan Apple meningkat lebih dari 1,7% mencapai level tertinggi sepanjang masa. Alphabet dan Netflix naik 0,9% dan 0,1%. Saham American Airlines, United dan JetBlue anjlok lebih dari 8%. Wells Fargo rontok hampir 9%. Citigroup dan JP Morgan terpangkas 6,1% dan 4,1%.

  • S&P 500 turun 0,53% (-17,04 poin) menjadi 3.190,17.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 1,04% (-282,31 poin) ke level 26.989,99.

  • Nasdaq Composite naik 0,67% (66,59 poin) ke posisi 10.020,35.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup lebih rendah, karena investor menunggu hasil rapat kebijakan dan proyeksi ekonomi terbaru dari The Fed. Pasar memperkirakan The Fed tidak akan membuat perubahan besar dalam kebijakannya, dengan suku bunga acuan mendekati nol dan program pembelian aset terus berlanjut. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ( OECD ), memperingatkan bahwa pandemi virus korona berisiko menyebabkan resesi terburuk dalam 100 tahun, dan gelombang kedua infeksi dapat menyebabkan ekonomi global mengalami kontraksi sebesar 7,6% di 2020.

Indeks STOXX 600 melemah 0,38% menjadi 386,15, dipimpin kejatuhan harga saham perjalanan dan wisata yang merosot lebih dari 2%.Perusahaan fesien terbesar dunia, Inditex melaporkan pendapatan bersihnya antara Februari dan April melorot karena terdampak pandemi virus korona, tap  penjualan onlinenya melesat 50%. 

Saham perusahaan pengiriman makanan, Just Eat Takeaway, jatuh 13% setelah mengkonfirmasi untuk bergabung dengan saingannya dari Amerika, Grubhub. Itu terjadi setelah Uber kemungkinan akan menarik diri dari kesepakatan dengan Grubhub karena kekhawatiran  antitrust.  Indeks  blue chip , SEB melesat hampir 6%.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,7% (-87,83 poin) menjadi 12.530,16.

  • FTSE 100 London melemah 0,1% (-6,59 poin) di posisi 6.329,13.

  • CAC 40 Paris melorot 0,82% (-41,69 poin) ke level 5.053,42.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga berakhir melemah berlanjut ke level terendah tiga bulan, setelah The Fed memutuskan mempertahankan kebijakannya. 

The Fed menjanjikan akan melanjutkan program pembelian aset pada "kecepatan saat ini", yang bertujuan menstabilkan ekonomi AS yang terpukul wabah virus korona. The Fed memproyeksikan penurunan 6,5% dalam PDB AS dan tingkat pengangguran menembus 9,3% pada akhir 2020. The Fed tidak mengumumkan langkah apa pun untuk membatasi kenaikan imbal hasil obligasi, seperti yang dispekulasikan sejumlah kalangan.

Chairman The Fed, Jerome Powell mengatakan, komite tidak membahas pengendalian kurva imbal hasil tetapi mengatakan efektivitasnya tetap menjadi "pertanyaan terbuka." Dolar AS jatuh ke level terendah tiga bulan terhadap euro, poundsterling dan franc Swiss setelah pernyataan itu, dan merosot ke tingkat terendah tiga pekan versus yen. Analis mengatakan, pernyataan The Fed menunjukkan dolar masih mengarah lebih rendah. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,38% menjadi 95,959.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13770.0003+0.03%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2742-0.0005-0.04%7:26 PM
Yen (USD-JPY)106.94-0.18-0.17%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)7.0609-0.0164-0.23%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,980.0090.00+0.65%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, rebound dari pelemahan di awal sesi. Departemen Energi AS, menyatakan bahwa mereka telah membeli 126.000 barel minyak mentah untuk cadangan strategis AS, sehinga mendukung harga minyak. Kendati demikian, data Badan Informasi Energi AS menunjukkan stok minyak mentah AS naik 5,7 juta barel pada pekan lalu, ke rekor tertinggi 538,1 juta barel.
Kenaikan tersebut, melampaui ekspektasi analis dan menghidupkan kembali kekhawatiran kelebihan pasokan secara permanen karena lemahnya permintaan. Permintaan produk minyak meningkat, meski masih jauh di bawah level tahun lalu. Persediaan produk penyulingan juga meningkat meskipun kenaikannya lebih kecil ketimbang pekan-pekan sebelumnya.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 55 sen menjadi USD41,73 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 66 sen menjadi USD39,60 per barel
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup sedikit melemah, kendati harga di pasar spot melonjak hampir 1%, setelah The Fed mempertahankan kebijakannya untuk meredakan kehancuran ekonomi akibat pandemi virus korona, sehingga meningkatkan daya tarik emas sebagai safe-haven.  The Fed mengulangi janjinya untuk melanjutkan dukungan luar biasa bagi perekonomian dan memproyeksikan penurunan PDB AS 6,5% tahun ini dan tingkat pengangguran 9,3% pada akhir 2020.
Goldman Sachs memperkirakan emas akan mencapai USD1.800 per ounce pada basis 12 bulan dan  risiko  lanjutan dari inflasi yang di atas target akan menjadi pendorong potensial untuk kenaikan harga emas melampaui USD2.000 per ounce.

Harga logam mulai lainnya; perak melambung 2,3% menjadi USD17,99 per ounce, palladium turun 0,6% menjadi USD1.929,26, dan platinum melorot 0,9% menjadi USD829,83.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.728,76 per ounce.

  • Harga emas berjangka melemah 0,1% menjadi USD1.720,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author