Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Potensi Koreksi IHSG Berlanjut

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Potensi Koreksi IHSG Berlanjut

Posted by Written on 10 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (10/6), dibuka melemah, tak mampu keluar dari dari tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve AS dan rilis data inflasi Mei China, hari ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,24%.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,36%, disertai penurunan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut turun 0,34% (-21,10 poin) menjadi 6.123,80 pada pukul 8:00 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang juga menyusut 0,41% (-93,56 poin) ke posisi 22.997,47, setelah dibuka melorot 0,81%, dan Topix tergerus 0,74%, di tengah kejatuhan harga saham Fanuc sebesar 2,27%. 
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menyusut 0,3%, dan berlanjut melemah 0,04% menjadi 2.188,10.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,49% (121,81 poin) ke posisi 25.179,03 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melemah 0,16% menjadi 2.951,28.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah gagal melanjutkan tren kenaikan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,7% menjadi 5.035. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,44% menjadi USD19,65.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi kembali terkoreksi meskipun masih menunjukkan sinyal positif. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks menunjukkan kondisi jenuh beli, membentuk pola bearish harami.
Tim Riset Indo Premier berpendapat melemahnya indeks bursa global dan regional serta turunya harga batu bara diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu posisi IHSG yang sudah dalam posisi jenuh beli ( overbought ) juga rawan mengalami aksi ambil untung.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,975 dan  resistance  di level 5,100. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: LSIP (Buy), Support: Rp820, Resist: Rp910), ITMG (Buy on Weakness), Support: Rp8,175 Resist: Rp8,700), TLKM (Buy on Weakness), Support: Rp3,050 Resist: Rp3,220), INDF (Buy, Support: Rp6,150 Resist: Rp6,400).

  • ETF: R-LQ45X ( SELL , Support: Rp818, Resist: Rp852), XPID ( SELL , Support: Rp422, Resist: Rp436), 

    XBNI ( SELL , Support: Rp868, Resist: Rp898).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup mixed cenderung melemah, Nasdaq melesat ke rekor tertinggi dan secara singkat menembus di atas 10.000 untuk pertama kali. Para  trader  mengakumulasi raksasa teknologi sambil mengambil keuntungan dari saham yang mendapat manfaat dari pembukaan kembali ekonomi. Penutupan bursa Wall Street yang variatif terjadi ketika Federal Reserve memulai rapat dua hari, yang diperkirakan akan memberikan beberapa perubahan besar karena pandemi virus korona terus berlanjut.
Analis mengatakan, pasar tidak akan terlalu memperhatikan apa yang akan dikatakan The Fed, karena diperkirakan tidak akan mengambil risiko dengan mengatakan hal-hal yang dapat membalikkan kebijakan moneter mereka saat ini.Saham Amazon dan Apple masing-masing melonjak 3% dan 3,1%, Facebook melejit 3,1% dan Netflix melesat 3,47%. Alphabet, menguat 0,28%. United Airlines dan Delta Air Lines, Carnival dan Royal Caribbean masing-masing anjlok lebih dari 7,5%. Saham perdagangan terkait ritel juga turun juga.
  • Nasdaq menguat 0,29% (29,01 poin) menjadi 9.953,75.

  • Dow Jones Industrial Average merosot 1,09% (-300,14 poin) ke level 27.272,30.

  • S&P 500 melorot 0,78% (-25,21 poin) ke posisi 3.207,18.
Bursa saham utama Eropa tadi malam tadi malam berakhir di zona merah, investor mempertimbangkan prospek pemulihan ekonomi setelah pandemi virus korona. Optimisme pasar menunjuk pada meningkatnya sinyal ekonomi sebagai pendorong reli baru-baru ini, termasuk laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih baik dari perkiraan. Namun, Bank Dunia memperkirakan ekonomi global menyusut 5,2%, resesi terdalam sejak Dunia Perang II. PDB zona euro kuartal I berkontraksi 3,1% (yoy), menurut Eurostat, merevisi prediksi sebelumnya -3,2%. Dibanding kuartal sebelumnya, ekonomi zona euro merosot 3,6%, penurunan terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1995.
Indeks STOXX 600 merosot 1,22% menjadi 369,54, dipimpin kejathuna harga saham sektor perbankan serta perjalanan dan wisata lebih dari 3%. Harga saham perusahaan jasa energi , John Wood Group, anjlok 9%, sementara perusahaan  meal kit,  Hellofresh, melambung hampir 6%. Perhatian pasar tertuju The Fed yang memulai pertemuan kebijakan dua hari. The Fed diperkirakan mengulangi komitmennya untuk pembelian aset tanpa batas.
  • DAX 30 Frankfurt merosot 1,57% (-201,60 poin) menjadi 12.617,99.

  • FTSE 100 London anjlok 2,11% (-136,87 poin) ke level 6.335,72.

  • CAC 40 Paris melorot 1,55% (-80,41 poin) ke posisi 5.095,11.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi kemabli melemah, di tengah kenaikan nilai tukar mata uang  safe haven , yen Jepang dan franc Swiss. Investor Jepang banyak melepas dolar karena mereka memposisikan kemungkinan bahwa The Fed akan mengambil langkah-langkah untuk meratakan kurva imbal hasil US Treasury, yang meningkat dalam beberapa sesi terakhir. Mata uang komoditas melemah terhadap dolar AS.
Investor menanti pengumuman The Fed, setelah pertemuan dua hari, Rabu ini. Spekulasi berkembang bahwa The Fed mungkin mengadopsi target imbal hasil pada obligasi, atau beberapa tindakan lain untuk menahan  yield  jangka panjang.Indeks Dolar AS (DXY index), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,30% menjadi 96,324.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1335-0.0005-0.04%7:29 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2718-0.0010-0.08%7:29 PM
Yen (USD-JPY)107.790.03+0.03%7:29 PM
Yuan (USD-CNY)7.07730.0058+0.08%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,890.005.00+0.04%3:56 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/6/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak menguat. Optimisme tentang komitmen OPEC + untuk mengurangi pasokan 9,7 juta barel per hari hingga akhir Juli, mengimbangi kekhawatiran tentang kebangkitan kasus virus korona. Meskipun Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab mengatakan tidak akan mempertahankan pengurangan tambahan yang berjumlah lebih dari satu juta barel pasokan harian.
Goldman Sachs menaikkan proyeksi 2020 untuk Brent menjadi USD40,40 per barel dan WTI menjadi USD36 per barel, tetapi memperingatkan harga kemungkinan akan melemah dalam beberapa pekan mendatang karena ketidakpastian permintaan dan kelebihan persediaan. Penghentian produksi ladang minyak Sharara, Libya ikut mendongkrak harga minyak.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 27 sen (0,66%) menjadi USD41,11 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 75 sen (1,96%) menjadi USD38,94 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melonjak lebih dari 1%, karena minat ipada aset berisiko menyusut. Investor menunggu kejelasan tentang kondisi ekonomi dan stimulus lebih lanjut dari rapat kebijakan Federal Reserve. Stimulus global besar-besaran untuk membatasi kehancuran ekonomi dari pandemi virus korona mendukung emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga logam lainnya; perak anjlok 1,2% menjadi USD17,64 per ounce, platinum naik 0,5% menjadi USD836,52, dan palladium merosot 4,1% menjadi USD1.939,50.
  • Harga emas di pasar spot melesat 1,2% menjadi USD1.714,78 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1% menjadi USD1.721,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author