Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Cenderung Menguat, Laju IHSG Menjenuh di Area Beli

Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Cenderung Menguat, Laju IHSG Menjenuh di Area Beli

Posted by Written on 09 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (9/6), dibuka cenderung menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham Wall Street didukung optimisme pemulihan ekonomi yang lebih cepat jelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve AS, Rabu besok. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melaju 0,91%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan melambungkan indeks ASX 200, Australia setinggi 3,17%, setelah libur panjang akhir pekan. Harga saham perbankan utama, seperti Commonwealth Bank of Australia, Westpac and Australia and New Zealand Banking Group, melesat lebih dari 4%. Indeks berlanjut meningkat 2,47% (148,10 poin) ke level 6.146,80 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,99% (-228,99 poin) ke posisi 22.949,11, setelah dibuka mendatar dan Topix menguat 0,11%, diwarnai kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,2%, harga saham beberapa perusahaan dalam kelompok Samsung Group melesat sekitar 2%. Indeks berlanjut menguat tipis 0,10% menjadi 2.186,39.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat, meningkat 0,87% (216,13 poin) ke posisi 24.992,90 pada pokul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,10% menjadi 2.940,79.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham Wall Street dan Asia yang cenderung menguat, setelah berhasil kembali ke atas level 5.000 pada sesi perdagangan kemarin dengan melonjak 2,48% ke level 5.070. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange ditutup melesat 4,31% menjadi USD20,35.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan mencoba melanjutkan kenaikan, bertahan di zona hijau. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  dengan sinyal positif, namun sudah menjenuh di area beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa Wall Street yang dipicu oleh berlanjutnya optimisme investor akan proses pemulihan ekonomi, menguatnya harga beberapa komoditas seperti CPO, nikel, timah, dan meningkatnya cadangan devisa di bulan Mei menjadi USD130.5 miliar dari sebelumnya USD127.9 miliar, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu aksi beli asing terhadap saham  big cap  akan menjadi tambahan katalis positif untuk indeks harga saham gabungan.

IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan  support  di level 4,935 dan  resistance  di level 5,200.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham: SMGR (Buy, Support: Rp9,600, Resist: Rp10,700), MYOR (Buy, Support: Rp2,250 Resist: Rp2,340), SIMP (Buy), Support: Rp230 Resist: Rp266), CPIN (Buy, Support: Rp5.675 Resist: Rp5.900).

  • ETF: XPSG (Buy, Support: Rp336, Resist: Rp361), XIPI (Buy, Support: Rp137, Resist: Rp146), 

    XPLQ (Buy, Support: Rp392, Resist: Rp419).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, investor semakin optimistis tentang pemulihan ekonomi yang cepat karena negara-negara bagian AS melanjutkan pembukaan penguncian. 

Selanjutnya, investor akan berkonsentrasi pada pernyataan Federal Reserve terkait suku bunga, dan konferensi pers Chairman Jerome Powell, setelah rapat kebijakan pada Rabu besok. The Fed diperkirakan mengulangi komitmennya untuk pembelian aset tanpa batas demi menjaga pasar tetap berfungsi.

Penguatan Wall Street juga ditopang lonjakan laporan ketenagakerjaan AS yang menambahkan 2,5 juta pekerjaan pada Mei, sebuah rekor, jauh di atas ekspektasi penurunan 8 juta. Laporan ketenagakerjaan yang kuat memimpin indeks utama untuk mencatat kenaikan mingguan. Pekan lalu Dow, S&P dan Nasdaq masing-masing melonjak 6,8%, 4,9%, dan 3,4%. Saham terkait pembukaan kembali ekonomi, termasuk maskapai penerbangan, pengecer dan  cruise lines  memimpin kenaikan. United Airlines meroket 14,8%, American Airlines melesat 9,2%, Kohl's melejit 8,4%, Carnival Corp melambung 15,8%

  • Dow Jones Industrial Average melesat 1,7% (461,46 poin) ke level 27.572,44.

  • S&P 500 melompat 1,2% (38,46 poin) menjadi 3.232,39.

  • Nasdaq Composite Index melonjak 1,13% (110,66 poin) ke posisi 9.924,74.
Bursa saham utama Eropa tadi malamditutup sedikit melemah, investor menimbang-nimbang prospek pemulihan ekonomi dari pandemi virus korona dan protes global terhadap rasisme. Sentimen negatif di Eropa menandai divergensi tren positif yang sebagian besar terlihat di Asia dan AS. Protes global terhadap rasisme menjadi fokus utama, setelah demonstrasi besar, Minggu, melawan rasisme dan kekerasan polisi. Langkah Inggris memberlakukan karantina 14 hari untuk setiap pelancong yang tiba di negara itu, dinilai akan memukul industri dan beberapa maskapai mempertimbangkan langkah hukum terhadap karantina. Rilis data produksi industri Jerman pada April lalu turun 17,9% dari bulan sebelumnya, dan menandai pelemahan tahunan sebesar 25,3%.

Indeks STOXX 600 melemah 0,32% menjadi 374,12, dipimpin kejatuhan harga saham teknologi sekitar 1,6%, sementara perbankan meningkat hampir 1,6%. AstraZeneca mendekati saingannya asal AS, Gilead Sciences, untuk kemungkinan merger potensial yang akan menjadi ikatan farmasi terbesar dalam sejarah. Saham produsen obat Inggris itu merosot hampir 3%. Saham pemasok farmasi dan peralatan laboratorium, Sartorius terperosok hampir 9%. Raksasa  engineering  Rolls-Royce melambung sekitar 13%.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,22% (-28,09 poin) menjadi 12.819,59.

  • FTSE 100 London berkurang 0,18% (-11,71 poin) ke posisi 6.472,59.

  • CAC 40 Prancis melorot 0,43% (-22,27 poin) ke level 5.175,52.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, di tengah penguatan mata uang berbasis komoditas, seperti dolar Australia, Selandia Baru, dan Kanada. Minat berisiko meningkat, didorong optimisme tentang pemulihan dari pandemi virus korona didukung data ketenagakerjaan Amerika yang positif, Jumat lalu. Mata uang  safe-haven,  yen juga menguat terhadap dolar AS.
Dolar NZ, Kiwi melesat ke level tertinggi dalam empat bulan setelah PM Selandia Baru, Jacinda Arden mengatakan berhasil menghentikan transmisi virus korona di negaranya dan mencabut semua tindakan pengendalian virus korona, kecuali kontrol perbatasan. Poundsterling, euro dan franc Swiss juga menguat terhadap  greenback . Indeks Dolar AS (DXY index), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,33% menjadi 96,618.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12990.0005+0.04%7:26 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.27380.0014+0.11%7:26 PM
Yen (USD-JPY)108.450.02+0.02%7:26 PM
Yuan (USD-CNY)7.0715-0.0119-0.17%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)13,885.007.50+0.05%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 8/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi anjlok lebih dari 3%, setelah negara-negara OPEC + sepakat untuk memperpanjang penurunan produksi. Akan tetapi Arab Saudi dan dua produsen Teluk lainnya mengatakan tidak akan mempertahankan pengurangan tambahan yang berjumlah lebih dari satu juta barel pasokan harian. Sementara itu, produsen  shale-oil  Amerika mulai membuka kembali sumur yang ditutup karena harga minyak bangkit lagi. China, importir minyak mentah terbesar di dunia, mengatakan pembelian mencapai rekor tertinggi 11,3 juta barel per hari pada Mei.

OPEC , Rusia dan produsen lainnya, April lalu sepakat untuk memotong pasokan sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni, guna mendukung harga. Pada Sabtu lalu mereka sepakat untuk mempertahankan pemotongan tersebut - yang setara dengan sekitar 10% pasokan global - hingga Juli. Namun hanya berselang beberapa hari, Arab Saudi, Kuwait dan Uni Emirat Arab, menyatakan tidak akan melanjutkan pemotongan tambahan 1,18 juta bph. Arab Saudi, juga menaikkan harga jual minyak mentahnya, mengantisipasi permintaan yang lebih kuat.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,50 (-3,6%) menjadi USD40,80 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,36 (-3,4%) menjadi USD38,19 per barel. 
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, setelah turun tajam pada sesi sebelumnya, didorong harapan kebijakan moneter  dovish  dari Federal Reserve. Pelaku pasar menantikan hasil rapat kebijakan dua hari The Fed, yang berakhir Rabu. Penguatan emas juga bersifat teknikal, setelah merosot sebanyaknya 2,4% menjadi USD1.670,14 akhir pekan lali, karena kenaikan tak terduga data lapangan kerja AS, meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi global yang cepat sehingga mendorong minat investor pada aset berisiko.

Kepemilikan dalam ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun 0,4% pada sesi Jumat. Harga logam mulia lainnya; perak spot melejit 1,6% menjadi USD17,65 per ounce, platinum turun 0,42% menjadi USD832,51, dan palladium melonjak 2,7% menjadi USD2.005,61.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.696,79 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,3% menjadi USD1.705,1 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author