Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung Gerak IHSG Menuju 5.000

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung Gerak IHSG Menuju 5.000

Posted by Written on 08 June 2020


Ipotnews - Awali pekan kedua Juni, Senin (8/6), bursa saham Asia dibuka lebih tinggi, melanjutkan tren kenaikan tajam indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, merespon rilis data ketenagakerjaan AS yang jauh lebih baik dari ekspektasi.
Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,2%. Harga minyak naik pada pembukaan pasar Asia. Bursa saham Australia hari ini libur.
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Kospi, Korea Selatan, sebesar 1,03% di tengah lonjakan hargaa saham Hyundai Motor sebesar 2,7%. Laju indeks berlanjut mereda 0,11% menjadi 2.184,23 pada pukul 8:00 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak naik 0,99% (226,02 poin) ke level 23.089,75, setelah dibuka melompat 1,06%, dan Topix melaju 0,8%. Saham Fanuc melesat 2,2%.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik, melompat 1,0% (247,64 poin) ke level 25.018,05 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China meningkat 0,52% menjadi 2.946,01.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah berhasil keluar dari tekanan aksi ambil untung pada akhir pekan lalu, dan ditutup meningkat 0,63% ke level 4.947. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange ditutup melonjak 2,5% menjadi USD19,51.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG pada awal pekan ini akan bergerak fluktuatif berpeluang melanjutkan kenaikan, menembus level 5.000. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation,  namun mayoritas indikator sudah memberikan sinyal jenuh dengan momentum positif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta harga komoditas yang dipicu oleh turunnya tingkat pengangguran di Amerika - sehingga semakin menambah optimisme investor terhadap proses pemulihan ekonomi dari dampak negatif pandemi covid-19 -diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks. Sementara itu kesepakatan OPEC + untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebanyak 9,6 juta barel hingga bulan Juli akan menjadi tambahan sentimen positif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatandengan  support  di level 4,870 dan  resistance  di level 5,020. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: ISAT (Buy, Support: Rp2,090, Resist: Rp2,400), BMRI (Buy, Support: Rp4,660 Resist: Rp5,000), 

    ICBP (Buy), Support: Rp8,400 Resist: Rp8,775), MEDC (Buy, Support: Rp458 Resist: Rp496).

  • ETF: XIIF (Buy, Support: Rp434, Resist: Rp463), XISI (Buy, Support: Rp489, Resist: Rp517), 

    XISC (Buy, Support: Rp250, Resist: Rp262).


Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan melonjak tinggi setelah rilis data lapangan kerja AS periode Mei yang secara tak terduga naik 2,5 juta pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 13,3%. Angka tersebut jauh dari hasil survei ekonom Dow Jones yang memperkirakan penurunan lebih dari 8 juta pekerjaan dan tingkat pengangguran hampir mencapai 20%. Kondisi tersebut meningkatkan harapan pemulihan ekonomi pulih dari dampak pandemi virus korona. Secara mingguan Dow melambung 6,8%, S&P 500 melesat 4,9% dan Nasdaq Composite melonjak 3,4%. Indeks Nasdaq Composite naik kembali ke posisi tertinggi sepanjang masa.
Saham maskapai penerbangan melonjak; harga saham American Airlines melambung 11,1%, United Airlines meningkat tajam 8,5%. Operator kapal pesiar seperti Norwegian Cruise Line dan Carnival sama-sama melesat lebih dari 14%, dan Royal Caribbean meroket 20,3%. Operator mal Simon Property naik 15,4%, Kohl dan Nordstrom masing-masing naik 11% dan 6%. Saham perbankan juga melompat; JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America naik setidaknya 4%.
  • Nasdaq Composite melesat 2,0% (198,27 poin) ke level 9,814.08.

  • Dow Jones Industrial Average melambung 3,1% (829,16 poin) ke posisi 27,110.98.

  • S&P 500 melompat 2,6% (81,58 poin) ke posisi 3,193.93.
Bursa saham utama Eropa juga menutup pekan lalu dengan kenaikan, membukukan level mingguan terbaik dalam 2 bulan terakhir, merespon rilis data lapangan kerja AS yang meningkat di luar ekspektasi. Tim analis Bank of America memperkirakan indeks saham Eropa akan naik 10% lagi pada akhir September, seiring ekspektasi peningkatan aktivitas bisnis. Investor mengabaikan hasil survei kepercayaan konsumen Inggris Mei lalu, yang turun ke level terendah sejak krisis keuangan global. Pesanan pabrikan Jerman juga anjlok 25,*% pada Mei lalu, mencerminan kontraksi besar pada sektor industri di perekonomian terbesar Eropa itu.
Indeks STOXX 600 melejit 2,48% ke level 375,32. Saham sektor siklikal yang peka terhadap pertumbuhan ekonomi - seiring meningkatnya ekspektasi pemulihan dari krisis virus korona - seperti minyak dan gas, produsen mobil, perjalanan dan wisata naik antara 4,9% dan 5,8%. Saham sektor perbankan melambung 7,6% membukukan kenaikan mingguan terbaik sejak krisis keuangan global 2008. Sektor otomotif di bursa saham Jerman, menguat 6,7%, level tertinggi sepanjang masa. Saham British Airways-IAG melambung 13,6%, sedangkan easyJet, Lufthansa dan Air France melaju antara 5,5% dan 12,5%. Airbus melonjak 12,5% setelah Qantas Australia mengumumkan rencana pemesanan pesawat. Rumah mode Jerman Hugo Boss melejit 11,4%.
  • DAX 30 Frankfurt melesat 3,36% (417,12 poin) ke posisi 12.847,68.

  • FTSE 100 London melejit 2,25% (142,86 poin) menjadi 6.484,3.

  • CAC 40 Paris melonjak 3,71% (185,81 poin) ke level 5.197,79.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan lalu dengan kenaikan tipis, setelah rilis data pasar tenaga kerja AS periode Mei yang lebih baik dari dugaan. Tingkat pengangguran AS turun menjadi 13,3%, dari 14,7% pada April lalu, yang merupakan level tertinggi pasca Perang Dunia II. Kondisi ekonomi AS telah meningkat secara signifikan karena bisnis mulai dibuka kembali. Survei menunjukkan kepercayaan konsumen, manufaktur dan industri jasa stabil.
Namun sejumlah analis mengatakan ketidakpastian prospek ekonomi dan kemungkinan gelombang kedua infeksi telah membatasi kenaikan  greenback,  kenaikan data pekerjaan bulan Mei juga diperkirakan tidak akan terulang lagi. Dolar menguat terhadap euro, dan yen Jepang, namun secara mingguan melemah, memasuki pekan ketiga berturut-turut. Indeks dolar AS naik 0,27% menjadi 96,937, namun lebih rendah 1,4% dibanding akhir pekan lalu.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1292-0.0046-0.41%6/5/2020
Poundsterling (GBP-USD)1.26680.0071+0.56%6/5/2020
Yen (USD-JPY)109.590.44+0.40%6/5/2020
Yuan (USD-CNY)7.0835-0.0273-0.38%6/5/2020
Rupiah (USD-IDR)13,877.50-217.50-1.54%6/5/2020

Sumber : Bloomberg.com, 5/6/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges juga ditutup menguat pada akhir pekan lalu. Kenaikan didorong oleh penurunan angka pengangguran AS yang di luar dugaan, dan keputusan OPEC untuk meneruskan diskusi tentang kemungkinan memperpanjang penurunan produksi. Brent telah sudah naik 17% sejak Jumat sebelumnya, mencapai level tertinggi tiga bulan, atau naik lebih dari dua kali lipat sejak mencapai level terendah USD15,98 per barel pada 22 April. WTI naik 11%, dibanding akhir pekan sebelumnya, menuu kenaikan mingguan ke enam.
OPEC + menyatakan akan mengedepankan pertemuan, yang dijadwalkan pekan depan, jika Irak dan negara lainnya setuju untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengurangan pasokan. Arab Saudi dan Rusia dikabarkan telah sepakat untuk memperpanjang pemotongan lebih dalam hingga akhir Juli, dan Riyadh mendorong untuk memperpanjangnya hingga akhir Agustus. Jika OPEC + gagal untuk menyetujui pembatasan produksi, penurunan dapat menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember seperti yang disepakati sebelumnya. Badai tropis pertama musim ini di Teluk Meksiko AS, ikut mendongkrak harga minyak. Storm Cristobal diperkirakan akan memasuki Teluk pada tengah pekan dan dapat mendarat di sepanjang kilang Louisiana pada hari Minggu.
  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,07 (5,2%) menjadi USD42,07 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,14 (5,7%) menjadi USD39,55 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup merosot lebih dari 2%, karena meningkatnya ekspektasi  rebound  ekonomi global yang didorong oleh data  non-farm payrolls  AS yang lebih kuat dari perkiraan, menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS pekan ini.
Harga emas sudah turun sekitar 2,6% sepanjang pekan lalu, memasuki jalur penurunan terbesar sejak 13 Maret lalu. Emas juga tertekan oleh imbal hasil US Treasury yang lebih kuat dan kenaikan dolar. Harga logam mulia lainnya; paladium naik 0,7% menjadi $1,945,81 per ounce, platinum turun 2,3% menjadi $817,49, dan perak tergelincir 2,3% menjadi $17,32 per ounce.
  • Harga emas di pasar spot turun 1,9% menjadi $1,678.81 per ounce.

  • Harga emas berjangka ditutup turun 2,6% menjadi $1,683.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author