Bursa Pagi: Reli Global Terhenti, IHSG Berpotensi Terkoreksi Jangka Pendek

Bursa Pagi: Reli Global Terhenti, IHSG Berpotensi Terkoreksi Jangka Pendek

Posted by Written on 05 June 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan pertama Juni, Jumat (5/6), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, berusaha keluar dari tekanan penurunan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Reli saham global terhenti menjelang rilis data tenaga kerja AS. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menyusut 0,05%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,21%, diwarnai penurunan harga minyak mentah pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melemah 0,29% (-17,40 poin) ke posisi 5.974,40.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,38% (-87,13 poin) ke level 22.608,61, setelah dibuka turun 0,31%, dan Topix berkurang 0,17%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit menguat 0,11%, dan berlanjut dengan kenaikan tipis 0,02% di posisi 2.918,76.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat 0,09% (21,88 poin) ke posisi 24.388,18 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China bertambah 0,13% menjadi 2.923,19.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham global dan regioal, setelah gagal melanjutkan tren penguatan pada sesi perdagangan kemairn dan ditutup turun 0,49% menjadi 4.916. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,35% menjadi USD19,02.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan kembali mengalami koreksi jangka pendek,memasuki jenuh beli. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi membentuk pola  bearish reversal.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, keputusan DKI untuk memperpanjang PSBB dan melemahnya indeks bursa global, serta turunnya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, batubara diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk IHSG . Posisi indeks yang sudah mengalami jenuh beli juga rawan mengalami aksi ambil untung.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan  support  di level 4,840 dan  resistance  di level 4,980. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TBIG (Buy, Support: Rp1,085, Resist: Rp1,135), BRIS (Buy on Weakness, Support: Rp306 Resist: Rp320), BBRI (Buy on Weakness), Support: Rp2,980 Resist: Rp3,150), SMGR (Buy on Weakness, Support: Rp9,350 Resist: Rp9,900).

  • ETF: XDIF ( SELL , Support: Rp365, Resist: Rp380), XPDV ( SELL , Support: Rp362, Resist: Rp379),

    R-LQ45X ( SELL , Support: Rp790, Resist: Rp825).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, karena pasar bergulat dengan data ketenagakerjaan yang mengecewakan dan tekanan aksi jual di saham teknologi. Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan mengatakan 1,877 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, melampaui estimasi Dow Jones  sebesar 1,775 juta. Klaim pengangguran terus naik tajam, hampir mencapai 21,5 juta. Survei ekonom Dow Jones memperkirakan kehilangan lebih dari 8 juta pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran melonjak hingga hampir 20%.

Saham raksasa teknologi berguguran. Facebook dan Netflix merosot lebih dari 1,6%. Amazon turun 0,7%, Alphabet dan Apple turun lebih dari 0,8%. Namun secara mingguan indeks masih mencatatkan kenaikan; Dow melesat 3,5%, S&P 500 melejit 2,2%. Nasdaq Composite menguat 1,3% sepanjang pekan ini. Saham perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi menghijau; American Airlines meroket lebih dari 41%, Delta Airlines dan United Airlines melambun sekitar 15 persen. JPMorgan Chase, Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America masing-masing naik lebih dari 1%. MGM Resorts melonjak 7,5%.

  • S&P 500 turun 0,34% (-10,52 poin) menjadi 3.112,35.

  • Nasdaq Composite merosot 0,69% (-67,10 poin) ke posisi 9,615.81.

  • Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% (11,93 poin) ke level 26.281,82.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir melemah, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan ekspansi program stimulus yang lebih besar dari perkiraan. ECB memperbesar Program Pembelian Darurat Pandemi ( PEPP ) menjadi 1,35 triliun euro, lebih besar dari perkiraan para analis, menambah dana pembelian yang ditetapkan Maret lalu sebesar 750 miliar euro. Sentimen investor terguncang setelah Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan zona euro menghadapi "kontraksi yang belum pernah terjadi sebelumnya."

ECB memperkirakan ekonomi zona euro akan berkontraksi sebesar 8,7% tahun ini, sebelum rebound ke pertumbuhan 5,2% pada 2021, dan 3,3% pada 2022, lebih buruk ketimbang perkiraan pada Maret lalu.Indeks STOXX 600 merosot 0,72% menjadi 366,25, dipimpin kejatuhan harga saham otomotif sebesar 1,7%. Saham Remy Cointreau melambung lebih dari 10%, dipihak lain saham Hammerson rontok lebih dari 14%. Saham easyJet dan Carnival melejit masing-masing 6% dan 2%

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,45% (-56,80 poin) ke posisi 12.430,56.

  • FTSE 100 London melorot 0,64% (-40,97 poin) ke level 6.341,44.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,21% (-10,40 poin) menjadi 5.011,98.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir dengan penurunan tajam. Euro melonjak ke level tertinggi 12-pekan, setelah Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan Program Pembelian Darurat Pandemi ( PEPP ) - stimulus untuk menopang ekonomi yang terpukul pandemi virus korona - menjadi 1,35 triliun euro (USD1,52 triliun) dari sebelumnya 750 miliar euro, dan memperpanjangnya hingga Juni 2021. Euro menguat selama delapan sesi berturut-turut, menjelang pengumuman ECB. Dolar melemah selama dua pekan terakhir karena peningkatan sentimen risiko dan kenaikan harga saham di tengah optimisme bahwa krisis ekonomi yang terburuk akibat virus korona telah berlalu.

Namun reli saham kehilangan tenaga, karena data jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu meskipun turun di bawah 2 juta untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret, tetapi tetap sangat tinggi. Poundsterling, franc Swiss, dan dolar Aussi menguat terhadap dolar naik, namun yen Jepang melemah terhadap dolar AS.Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,62% menjadi 97,677.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13440.0006+0.05%7:28 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.26120.0015+0.12%7:28 PM
Yen (USD-JPY)109.180.03+0.03%7:28 PM
Yuan (USD-CNY)7.1108-0.0031-0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,095.000.000.00%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 4/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak fluktuatif, dalam sesi perdagangan yang berombak. Investor menunggu kemungkinan perpanjangan pemotongan produksi dari produsen utama, ketika OPEC + memperdebatkan kapan akan mengadakan pembicaraan tingkat menteri untuk membahas kemungkinan tersebut. Saran Presiden OPEC Aljazair untuk bertemu, Kamis kemarin, tertunda, di tengah pembicaraan tentang kepatuhan yang buruk oleh beberapa produsen.

Jika Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab tidak berencana untuk memperpanjang pemangkasan tambahan produksi sukarela sebesar 1,18 juta barel per hari setelah Juni, mengidikasikan bahwa pasokan minyak mentah bisa meningkat bulan depan terlepas dari keputusan apapun yang diambil OPEC +. Sementara itu, data pemerintah AS, Rabu, menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan bahan bakar karena permintaan tetap terganggu pandemi vitus korona.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 6 sen (0,2%) menjadi USD39,85 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 12 sen menjadi USD37,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat lebih dari 1%, di tengah pelemahan dolar AS dan indeks saham Wall Street. Data perdagangan AS yang suram membayangi angka pasar tenaga kerja dan optimisme tentang kebangkitan ekonomi. Reli di bursa saham AS melemah meski data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah 2 juta untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret. Data defisit perdagangan AS melonjak pada April, ekspor anjlok ke level terendah 10-tahun, menyulut kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi.

Kepemilikan dalam SPDR Gold Trust ETF naik menjadi 1.133,37 ton pada sesi Rabu, tertinggi sejak April 2013. Dewan Emas Dunia mengatakan ETF emas itu menambahkan 623 ton emas senilai USD34 miliar ke dalam persediaan, sejak Januari hingga Mei, melebihi kenaikan selama setahun penuh. Harga logam mulai lainnya; palladium merosot 1% menjadi USD1.928,95 per ounce, platinum melambung 2,1% menjadi USD843,03 dan perak naik 0,9% menjadi USD17,82.

  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,3% menjadi USD1.719,42 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga naik 1,3% menjadi USD1.727,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author