Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, Dukung Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Cenderung Menguat, Dukung Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 02 June 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (2/6), dibuka lebih tinggi, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street, di tengah meningkatnya ketegangan AS-China.

Isu, "kesehatan global dan krisis keuangan sebagian besar sudah mulai terkendali. Sejumlah indikator memperlihatkan bahwa ekonomi global mulai pulih dri resesi," kata Josepr Carpurso, kepala ekonom international Commonwealth Bank of Australia, sepeti dikutip CNBC , Selasa (6/2).

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka sedikit menguat di kisaran level 5.800, jelang pengumuman suku bunga Reserve Bank of Australia hari ini. Indeks bergerak melemah 0,18% (-10,20 poin) di posisi 5.809,00 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak meningkat 0,94% (206,48 poin) ke level 22.268,87, setelah dibuka naik 0,51% dan Topix meningkat 0,52%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,18% dan berlanjut melaju 0,57% ke posisi 2.076,76.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,25% (59,72 poin) menjadi 23.792,24 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,03% di posisi 2.916,32.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham globbal dan regional yang cenderung menguat, setelah berhasil mengakhiri pekan lalu (Jumat, 29/5) dengan membukukan kenaikan 0,79% ke level 4.753. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 3,29% menjadi USD17,88.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan manuvernya di zona hijau, membentuk tren  bullish . Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi bullish continuation menuju area jenuh beli, ditopang sentimen data inflasi Mei 2020 yang diperkirakan tetap terkendali.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, mulai di berlakukannya  new normal  yang diharapkan akan mendorong pemulihan ekonomi secara bertahap, dan menguatnya beberapa komoditas seperti nikel, timah serta batubara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati data inflasi di bulan Mei yang menurut konsensus berada di level 2.15% atau lebih rendah dibandingkan bulan lalu yang berada di level 2.67%.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,690 dan  resistance  di level 4,810.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham : KLBF (Buy, Support: Rp1,360, Resist: Rp1,470), BRPT (Buy, Support: Rp1,280 Resist: Rp1,435), MDKA (Buy), Support: Rp1,260, Resist: Rp1,345), BBNI (Buy, Support: Rp3,650 Resist: Rp4,050).

  • ETF: XIIT (Buy, Support: Rp403, Resist: Rp427), XPID (Buy, Support: Rp387, Resist: Rp408), 

    XIHD (Buy, Support: Rp355, Resist: Rp374).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat, di tengah meningkatnya harapan keberhasilan pembukaan kembali ekonomi. S&P 500 dan Dow masing-masing melambung setidaknya 3%, pekan lalu, sementara Nasdaq Composite naik 1,8%. Sepanjang Mei, Dow dan S&P 500 masing-masing naik 4,3% dan 4,5%, sementara Nasdaq Composite meningkat 6,8%. Kenaikan itu didorong oleh meningkatnya spekulasi bahwa ekonomi global akan dapat dibuka kembali. Meski terjadi aksi protes dengan krisis kesehatan masyarakat di AS, analis mengatakan pasar secara historis cenderung mengabaikan gangguan sipil.

Harga saham yang terkait erat dengan pembukaan kembali ekonomi memimpin kenaikan. Carnival, Norwegian Cruise Line dan Royal Caribbean melesat 6,7%. Hilton Worldwide melonjak 3,3% dan Marriott International melambung 7,4%. American Airlines, United dan Delta dan masing-masing melesat 5,8%, 5,1% dan 3,8%.Namun saham Pfizer terjungkal ,2% pada saham Pfizer, setelah melaporkan hasil percobaan yang mengecewakan untuk obat kanker payudara.

  • Dow Jones Industrial Average naik 0,36% (91,91 poin) menjadi 25.475,02.

  • S&P 500 bertambah 0,38% (11,42 poin) ke posisi 3.055,73.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,66% (62,18 poin) ke level 9.552,05.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat, merespon positif langkah-langkah pelonggaran penguncian di seluruh benua itu. Banyak negara Eropa mulai melonggarkan langkah-langkah penguncian dan secara bertahap membuka kembali ekonomi mereka. Pasar cendrung mengabaikan kelanjutan aksi protes berlanjut di seluruh AS setelah polisi membunuh George Floyd, pria kulit hitam tak bersenjata, pekan lalu. Bursa saham Austria, Denmark, Jerman, Norwegia, Swedia, dan Swiss tutup karena libur nasional.

Indeks STOXX 600 melesat 1,10% menjadi 354,20. Pasar juga mersepon positif data yang menunjukkan aktivitas pabrik di China berekspansi pada Mei, dengan Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur resmi berada di posisi 50,6, meski di bawah 50,8 pada April lalu dan lebih rendah dari ekspektasi 51,0. Saham penggerak terbesar di seluruh indeks Eropa adalah pengembang properti Inggris, Hammerson, yang melambung 12%.

  • FTSE 100 London melesat 1,48% (89,82 poin) ke level 6.166,42.

  • CAC 40 Paris melejit 1,43% (67,34 poin) menjadi 4.762,78.

  • FTSE MIB Italia melonjak 1,79% (326,15 poin) ke posisi 18.523,71.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir merosot tajam, karena sentimen risiko membaik di tengah optimisme bahwa penurunan ekonomi terburuk yang disebabkan penyebaran global virus korona kemungkinan telah berlalu. Aktivitas manufaktur Amerika Serikat bangkit dari level terendah 11-tahun pada Mei, meski pemulihan akibat krisis Covid-19 bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun. Indeks PMI Caixin/Markit China menunjukkan sedikit ekspansi dalam aktivitas pabrik bulan lalu. 

Indeks PMI manufaktur zona euro pada Mei lebih baik dari rekor terendah April, meski aktivitas pabrik masih mengalami kontraksi.

Jepang dan Korea Selatan, mengalami penurunan tajam pada aktivitas manufakturnya dalam lebih dari satu dekade. Namun ketegangan AS- China tetap menjadi penekan sentimen risiko. China meminta BUMN -nya untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi dari Amerika Serikat, meningkatkan kekhawatiran kesepakatan perdagangan antara AS-China bisa dalam bahaya. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju turun 0,52% menjadi 98,830.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1130-0.0006-0.05%7:22 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2486-0.0006-0.05%7:22 PM
Yen (USD-JPY)107.53-0.06-0.06%7:22 PM
Yuan (USD-CNY)7.1278-0.0086-0.12%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,610.00-105.00-0.71%5/29/2020

Sumber : Bloomberg.com, 1/6/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif, Ketegangan AS-China membebani sentimen, tetapi harga mendapat dukungan dari laporan bahwa OPEC dan Rusia hampir bersepakat memperpanjang pemangkasan produksi. Namun investor menjadi lebih berhati-hati, setelah China memperingatkan pembalasan atas langkah AS di Hongkong, dengan meminta BUMN -nya untuk menghentikan pembelian kedelai dan babi dari AS, setelah Washington mengatakan akan menghilangkan perlakuan khusus AS bagi Hongkong untuk menghukum Beijing.

Kekhawatiran ekonomi dan pertanyaan tentang pemulihan permintaan bahan bakar juga menekan minyak berjangka. Data manufaktur yang dirilis Senin menunjukkan pabrik di Asia dan Eropa sedang berjuang keras karena penguncian yang diberlakukan memukul permintaan. Harga mendapat dukungan setelah berita bahwa OPEC +, mendekati kompromi perpanjangan pemotongan produksi minyak dan sedang membahas penambahan pemangkasan satu hingga dua bulan. Aljazair, presiden OPEC bergilir, mengusulkan agar OPEC + mempercepat pertemuan menjadi 4 Juni dari rencana sebelumnya 9-10 Juni.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 48 sen (1,3%), menjadi USD38,32 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 5 sen (-0,1%), menjadi USD35,44 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup cenderung menguat didukung oleh meningkatnya gesekan antara Washington dan Beijing, serta aksi demonstrasi di AS seputar rasisme. Kejatuhan dolar AS ke level terendah sejak pertengahan Maret, ikut mendukung harga emas. China mengatakan kepada BUMN -nya untuk menghentikan pembelian produk pertanian AS, setelah Washington mengatakan akan menghilangkan perlakuan khusus bagi Hong Kong.

Di AS, pasukan Pengawal Nasional dikerahkan di 15 negara bagian dan Washington, D.C. dalam upaya untuk memadamkan protes atas kematian seorang pria kulit hitam tak bersenjata saat berada dalam penahanan polisi. Protes jalanan yang meluas di Amerika Serikat meningkatkan kekhawatiran gelombang lain kasus virus korona. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melonjak ke posisi tertinggi tujuh tahun pada Jumat lalu. Harga logam berharga lainnya;perak melejit 2,1% menjadi USD18,21 per ounce, palladium naik 0,8% menjadi USD1.959,55, dan platinum 1% lebih tinggi menjadi USD846,80.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.737,48 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,1% menjadi USD1.750,3 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author