Bursa Pagi: Ancaman Trump Tekan Wall Street dan Asia, Adang Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Ancaman Trump Tekan Wall Street dan Asia, Adang Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 29 May 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan di pengujung Mei, Jumat (29/5), bursa saham Asia dibuka melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Wall Street. Indeks acuan tertekan ancaman sanksi Presiden AS kepada China yang kemungkinan akan diumumkan Jumat ini. Kemarin, Kongres Chian menyetujui RUU keamanan nasional untuk Hongkong. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,32%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot 0,84%, dan berlanjut merosot 1,34% (-78,40 poin) ke level 5772,70 pada pukul 8:10 WIB. Indeks Kospi, Korea Selatan juga turun 0,56%, saham SK Hynix ambles lebih dari 2%, dan berlanjut melemah 0,22% menjadi 2.024,17.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang berkurang 0,44% (-95,53 poin) ke posisi 21.820,78, setelah dibuka turun 0,56%. Topix juga dibuka menyusut 0,56%, saham Fanuc anjlok 2,13%. Rilis data penjualan ritel Jepang periode April, merosot 13,7% (yoy), melebihi ekspektasi penurunan 11,5%.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terperosok 1,11% (-259,15 poin) ke level 22.873,61 pada pukul 8:45 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,31% menjadi 2.837,41.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham Wall Street dan Asia yang cenderung menurun, setelah kemarin berhasil bermanuver di teritori positif dan ditutup melaju 1,61% ke level 4.716. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melompat 2,30% menjadi USD16,90.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi melanjutkan kenaikan dengan pergerakan yang cenderung fluktuatif. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi  bullish continuation  bergerak memasuki area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, rencana pemerintah untuk memberlakukan  new normal  pada bulan depan  yang diharapkan akan kembali menggerakan roda perekonomian, tren pergerakan rupiah yang konsisten di bawah level Rp15,000, dan menguatnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel serta timah, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.

Sementara itu memanasnya hubungan AS-China setelah diberlakukannya undang-undang baru tentang keamanan nasional berpotensi menjadi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervarias cenderung menguat dengan  support  di level 4,620 dan  resistance  di level 4,805.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INTP (Buy, Support: Rp11,400, Resist: Rp13,025), MAPI (Buy, Support: Rp705 Resist: Rp775), 

    GGRM (Buy), Support: Rp46,750, Resist: Rp48,875), JPFA (Buy, Support: Rp885 Resist: Rp950).

  • ETF: XIPI (Buy, Support: Rp122, Resist: Rp130), XISR (Buy, Support: Rp282, Resist: Rp300), 

    XDIF (Buy, Support: Rp340, Resist: Rp355).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah, menghapus kenaikan kuat di awal sesi. Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menggelar konferensi pers mengenai China, Jumat ini, setelah Kongres Rakyat Nasional China menyetujui RUU keamanan nasional untuk Hong Kong. RUU itu akan mem- bypass  legislatif Hong Kong, berpotensi memberangus prinsip "satu partai, dua sistem" Hongkong. 

Trump juga menyalahkan Beijing atas wabah virus korona yang menewaskan 100.000 warga AS dan menambah ketidakpastian pada prospek keterpilihannya kembali pada pilpres tahun ini. Rilis data pesanan baru barang manufaktur AS anjlok 17,2% pada April, setelah penurunan tajam pada Maret lalu.

Saham perbankan berguguran, Citigroup anjlok 5,9%, Bank of America merosot 4,3%, Wells Fargo turun 2,6% dan JPMorgan Chase tergelincir 1,5%. Saham Facebook dan Netflix merosot lebih dari 1%. Kejatuhan harga saham tertahan oleh rilis data tunjangan pengangguran yang mengisyaratkan kerusakan ekonomi terburuk akibat pandemi virus korona mungkin sudah berakhir. Sebanyak 2,1 juta warga AS mengajukan tunjangan pengangguran, pekan lalu, melebihi perkiraan  Dow Jones sebanyak  2,05 juta, namun turun 323.000 dari pekan sebelumnya.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,58% (-147,63 poin) ke level 25.400,64.

  • S&P 500 melemah 0,21% (-6,40 poin) menjadi 3.029,73.

  • Nasdaq Composite berkurang 0,46% (-43,37 poin) ke posisi 9.366,99.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di zona hijau, melanjutkan tren kenaikan yang didorong oleh rencana stimulus besar-besaran Uni Eropa. Pasar bereaksi positif terhadap pernyataan Komisi Eropa, Rabu lalu, mengenai rencana dana pemulihan 750 miliar euro (USD826,5 miliar).Rilis data tunjangan pengangguran AS mengimbangi kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan AS-China. Investor terus mencermati perkembangan perseteruan AS-China tentang perdagangan, pandemi virus korona, dan Hongkong. Kongres Rakyat Nasional China menyetujui RUU keamanan nasional yang akan diberlakukan di Hongkong, Kamis kemarin.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,64% menjadi 355,47, dipimpin lompatan harga saham bahan kimia sebesar 2,6%. Saham jaringan bioskop Cineworld melanjutkan reli, melambung hampir 22% setelah mendapatkan dorongan likuiditas dari pemberi pinjaman menjelang rencana untuk membuka kembali bisnisnya pada Juli. 

Penyedia ruang kantor y IWG, melonjak lebih dari 15%. Tapi Rolls-Royce anjlok sekitar 8%.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 1,06% (123,44 poin) ke posisi 11.781,13.

  • FTSE 100 London melonjak 1,21% (74,54 poin) menjadi 6.218,79.

  • CAC 40 Paris melesat 1,76% (82,65 poin) ke level 4.771,39.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun. Jatuh ke level terendah dua bulan terhadap euro yang terdongkrak dana pemulihan dampak virus korona Uni Eropa senilai 750 miliar euro. Minat terhadap aset berisiko meningkat, meski pelaku pasar tetap skeptis apakah dana pemulihan UE itu akan disetujui oleh para pemimpin negara di kawasan itu.

Dolar menemukan sedikit dukungan, setelah rilis data tunjangan pengangguran AS yang mencapai 2,1 juta pada pekan lalu. Indeks Dolar AS (DXY), ukuran kekuatan  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju anjlok 0,69% menjadi 98,383.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1074-0.0003-0.03%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2319-0.0002-0.02%7:30 PM
Yen (USD-JPY)107.710.06+0.06%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)7.1455-0.0216-0.30%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,715.005.00+0.03%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 28/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik. Minyak melonjak sekitar 2% karena peningkatan yang stabil dalam aktivitas penyulingan di AS yang mengimbangi kenaikan stok minyak mentah dan solar. Arab Saudi dan produsen OPEC lainnya sedang mempertimbangkan perpanjangan pemangkasan rekor produksi sampai akhir 2020, tetapi belum mendapatkan dukungan dari Rusia. Pasar juga khawatir Washington dapat menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap China.

Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebutkan, persediaan minyak mentah AS naik 7,9 juta barel pekan lalu, melampaui ekspektasi, karena peningkatan impor dari Arab Saudi. Namun, laporan EIA, juga menunjukkan pengilangan meningkatkan produksi dan stok bensin turun secara tak terduga. Sementara itu, persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, di Oklahoma, menyusut 3,4 juta barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik 55 sen (1,6%), menjadi USD35,29 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 90 sen (2,7%), menjadi USD33,71 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir sedikit menguat setelah sempat melonjak di awal sesi. Meningkatnya ketegangan AS-China mencegah kejatuhan harga emas. Presiden AS Donald Trump mencari peluang untuk menghukum Beijing atas pengetatan cengkeramannya terhadap Hongkong. Rilis sejumlah data ekonomi AS yang masih negatif, ikut mendukung harga emas.

Rilis data tunjangan pengangguran AS hingga akhir pekan lalu terus berada di atas 2 juta, selama 10 pekan berturut-turut, menandakan pukulan ekonomi yang lebih dalam dari pandemi. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melesat ke level tertinggi tujuh tahun sebesar 1.119,05 ton. Harga logam mulai lainnya, palladium naik 0,5% menjadi USD1.945,63 per ounce, platinum melonjak 2% menjadi USD835,54, dan perak menguat 0,1% jadi USD17,29.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD1.712,35 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.728,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author