Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed Sedikit Melemah, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed Sedikit Melemah, IHSG Berpotensi Technical Rebound

Posted by Written on 18 May 2020


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (18/5), bursa saham Asia dibuka sedikit berubah, merespon pernyataan Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell bahwa ekonomi AS mungkin memerlukan adanya vaksin virus korona, agar bisa pulih sepenuhnya. "Dengan asumsi tidak ada gelombang kedua virus korona, pemulihan ekonomi akan berjalan stabil hingga paruh kedua tahun ini," kata Powell. Indeks MSCI Asia ex-Jepang menguat 0,08%.

Membuka perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia melompat 1,1% di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut meningkat 0,94% (50,90 poin) ke posisi 5.455,70 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak cenderung mendatar di level 2.0038,69, setelah dibuka sedikit menguat 0,13%, dan Topix bertambah 0,18%. Perekonomian Jepang kuartal I-2020 menyusut 3,4% (yoy), mencatatkan penurunan kuartalan kedua (resesi teknikal). Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka sedikit melemah di kisaran level 1.928, dan bergerak menyusut 0,14% menjadi 1.924,52.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah, turun 0,26% (-60,80 poin) ke posisi 23.736,67 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,14% menjadi 2.872,52.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang cenderung menguat, setelah mengakihir pekan lalu dengan melemah 0,14% di posisi 4.507. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange akhir pekan lalu ditutup turun 2,07% menjadi USD15,63.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih dalam fase konsolidasi berpotensi mengalami  technical rebound . Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi  rebound  mendekati area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah serta CPO diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu kekhawatiran investor terhadap dampak negatif pandemi covid-19 bagi sektor perbankan masih berpeluang menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,450 dan  resistance  di level 4,560. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TBIG (Buy, Support: Rp1,080, Resist: Rp1,165), ASII (Buy, Support: Rp3,560, Resist: Rp3,810), 
  • EXCL (Buy, Support: Rp2,360, Resist: Rp2,540), BRPT (Buy, Support: Rp1,160, Resist: Rp1,290).

  • ETF: XBNI ( SELL , Support: Rp734, Resist: Rp756), XPFT ( SELL , Support: Rp364, Resist: Rp378), 

    XIHD ( SELL , Support: Rp324, Resist: Rp335).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu di zona hijau, namun membukukan penurunan signifikan dibanding akhir pekan sebelumnya terpukul oleh sejumlah laporan ekonomi yang suram dan meningkatnya ketegangan AS-China. Kenaikan indeks didukung oleh rilis indeks sentimen konsumen awal Mei dari Universitas Michigan, yang lebih baik dari perkiraan. Data penjualan ritel bulanan AS turun 16,4% pada bulan April, lebih besar dari perkiraan penurunan survei ekonom Dow Jones sebesar 12,3%. Indeks penjualan ritel inti - yang mengecualikan penjualan mobil, gas, makanan, dan bahan bangunan - turun 15,3%.

Indeks Dow Jones anjlok 2,65% secara mingguan. Nasdaq Composite dan S&P 500 masing-masing turun 1,1% dan 2,2%. Saham ritel berbalik menguat meskipun data penjualan ritel AS membukukan lrekor penurunan bulanan. SPDR S&P Retail ETF (XRT) naik 2% setelah meluncur lebih dari 1,4% di awal sesi. Saham Best Buy, Kohl's dan Nordstrom melaju. Walmart dan Home Depot masing-masing naik 2%. Saham pembuat semi konduktor Bahan Terapan dan Solusi Skyworks keduanya menurun. Saham Apple turun 0,5%, Qualcomm anjlok 5,1%.

  • Dow Jones Industrial Average menguat 0,25% (60,08 poin) menjadi 23,685.42,

  • S&P 500 naik 0,39%(11,2 poin) ke posisi 2,863.70.

  • Nasdaq Composite meningkat 0,79% (70,84 poin) ke leve 9,014.56.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup menghijau meski mengalami koreksi mingguan terburuk sejak pertengahan Maret lalu. Laju bursa saham Eropa melemah karena Washington mengancam akan memblokir pengiriman semikonduktor ke Huawei Technologies, sehingga meningkatkan lagi ketegangan perdagangan dengan China.Para menteri keuangan zona euro membahas langkah-langkah fiskal yang dirancang untuk mengurangi dampak ekonomi. Menteri Keuangan Jerman merencanakan anggaran tambahan, dengan tambahan utang hingga 100 miliar euro (USD108,25 miliar). PDB kuartal pertama Jerman mengalami kontraksi sebesar 2,2%, terbesar sejak krisis keuangan 2009.

Indeks STOXX 600 naik 0,47% menjadi 328,24, dipimpin kenaikan harga saham sektor pertambangan, setelah data menunjukkan produksi industri China bulan April naik 3,9%, lebih cepat dari perkiraan. Saham semikonduktor Eropa berguguran. Dialog Semiconductor dan Siltronic anjlok 3,3% dan 1%. Pembuat chip STMicroelectronics terperosok 3%. Sementara itu, GEA Group melambung 10% setelah melaporkan hasil kuartal I. Roche naik 1,8% setelah menyatakan akan menjual produk diagnostik digital yang dapat mempercepat skrining pasien COVID-19. Secara mingguan STOXX 600 terperosok 3,8%, dan sebagian besar indeks regional juga mengalami penurunan mingguan terbesar dalam dua bulan.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,24% (128,15 poin) ke level 10.465,17.

  • FTSE 100 London melaju 1,01% (58,23poin) ke posisi 5.799,77.

  • CAC 40 Paris menguat 0,11% (4,5 poin) menjadi 4.277,63.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York sedikit melemah pada akhir pekan lalu, namun mencatatkan kenaikan mingguan 0,66%, meski rilis serangkaian data ekonomi AS cenderung suram. Data penjualan ritel AS April lalu mengalami penurunan bulan kedua berturut-turut, menempatkan ekonomi di jalur kontraksi terbesar pada kuartal kedua sejak Depresi Hebat.

Anjloknya data penjualan ritel yang dilaporkan Departemen Perdagangan, mempeberat dampak data kehilangan pekerjaan sebanyak 20,5 juta pada bulan lalu, menggarisbawahi kemerosotan ekonomi yang semakin dalam. 

Ketua The Fed, Rabu lalu memperingatkan kemungkinan "periode perpanjangan" pertumbuhan lemah dan pendapatan stagnan. Indeks dolar yang mengukur kurs   greenback   terhadap enam mata uang negara maju melemah 0,06% menjadi 100,402.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.08200.0015+0.14%
Poundsterling (GBP-USD)1.2116-0.0114-0.93%
Yen (USD-JPY)107.06-0.19-0.18%
Yuan (USD-CNY)7.10190.0062+0.09%
Rupiah (USD-IDR)14,860.00-25.00-0.17%

Sumber : Bloomberg.com, 15/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu membukukan kenaikan minggu ketiga. Pasar minyak merespon positif data kenaikan permintaan minyak di China pasca pelonggaran lockdown. Data yang dirilis Jumat lalu menunjukkan pbahwa enggunaan minyak mentah harian China rebound pada bulan April karena kilang meningkatkan operasi. Kondisi tersebut meningkatkan harapan bahwa pasokan global yang melimpah akan memudar.

Namun  mood  pasar masih jauh dari euforia. Pandemi korona masih jauh dari selesai dan kluster baru muncul di beberapa negara setelah pelonggaran  lockdown.  Ada banyak persediaan minyak di pasar. Badan Energi Internasional memperkirakan persediaan minyak mentah akan turun sekitar 5,5 juta bph pada paruh kedua tahun ini. Sementara Badan Informasi Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 15 minggu, pada Rabu lalu. OPEC + telah sepakat untuk memangkas produksi dengan rekor hampir 10 juta bph sebelum Arab Saudi memperpanjang pengurangan yang direncanakan untuk bulan Juni, dan berjanji untuk menurunkan pasokan hingga hampir 5 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD1,14 (3,66%) ke posisi USD32,27 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 5,9% ke level USD29,52 per barel
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange juga mengakhiri pekan lalu dengan melonjak lebih dari 1%, terdorong oleh ketegangan baru AS-Cina yang menambah kekhawatiran kemerosotan ekonomi global. Data penjualan ritel AS April lalu melemah, penurunan berturut-turut dalam 2 bulan. Harga emas sempat mencapai tertinggi sejak November 2012, di USD1,751.25. Emas telah naik lebih dari 2% sepanjang pekan lalu. Meskipun banyak pemerintah telah mulai melonggarkan pembatasan terkait wabah virus korona, langkah ini telah menghidupkan kembali kekhawatiran gelombang infeksi kedua.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia yang diperdagangkan di bursa, melonjak 1,2% menjadi 1.104,72 ton pada hari Kamis - tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun. Harga logam mulia lainnya; paladium naik 1,9% menjadi USD1.870,28 per ounce, tetapi berada di jalur penurunan mingguan ketujuh berturut-turut. Platinum naik 3,2% menjadi USD792,24 per ounce, dan perak naik 4,3% ke level USD16,55.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi USD1.741,65 per once.

  • Harga emas berjangka ditutup 0,9% lebih tinggi ke posis USD1.756,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author