Bursa Sore: Defisit Neraca Perdagangan Ikut Hambat Laju IHSG

Bursa Sore: Defisit Neraca Perdagangan Ikut Hambat Laju IHSG

Posted by Written on 15 May 2020


Ipotnews IHSG bertahan di zona pelemahan pada finis perdagangan hari Jumat (15/5). Indeks melorot -0,14 persen (-7 poin) ke level 4.507.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah kenaikan tipis market regional. IHSG melemah seiring data defisit neraca perdagangan nasional bulan April. BPS menyatakan neraca perdagangan defisit sebesar USD0,35 miliar walaupun secara kumulatif dari Januari-April 2020 surplus USD2,25 miliar.

Indeks LQ45 -0,67% ke 657.

Indeks IDX30 -0,76% ke 359.

Indeks IDX80 -0,23% ke 93.

Jakarta Islamic Indes (JII) +1,22% ke 509.

Indeks Kompas100 -0,18% ke 877.

Indeks Sri Kehati -1,24% ke 263.

Indeks SM Infra18 -0,53% ke 205.

Saham Teraktif: BBRIBBCAMNCNPURABMRIBBNITLKM

Saham Top Gainers LQ45: BRPTMNCNEXCLTBIGASIIHMSPCPIN

Saham Top Losers LQ45: ICBPAKRASMGRTKIMERAAINTPPTPP

Nilai transaksi Rp7,20 triliun. Volume perdagangan sebanyak 59,64 juta lot saham. Investor asing net sell Rp1,09 triliun.

Nilai tukar rupiah naik tipis 0,06 di level Rp14.830 terhadap USD (03.30 PM).


Bursa Asia

Market saham Asia menguat tipis pada perdagangan hari Jumat (15/5). Hal ini terjadi seiring rilis data menunjukkan output industri China periode April naik lebih tinggi dari perkiraan.

"Ke depan resesi global akan membebani pemulihan China," kata Louis Kuijs, Analis pada Oxford Economics seperti dikutip CNBC . Tetapi Kuijs mengakui bahwa pertumbuhan China sekarang, sebagian besar bergantung pada demand domestik. Dia mengatakan momentum konsumsi rumah tangga meningkat secara substansial di bulan April.

Pasar saham Tiongkok berujung mixed. Indeks Shanghai Composite melemah tipis ke level 2.868. Indeks Shenzhen Composite naik 0,159 persen ke 1.808. Di pasar saham Hong Kong, Indeks Hang Seng mendatar saat sesi finis perdagangan.

Data output industri naik 3,9 persen (YoY) di periode April, melampaui perkiraan sebesar 1,5 persen. Tetapi data penjualan ritel menunjukkan turun sebesar 7,5 persen atau lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 7 persen.
Sementara itu di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 naik 0,62 persen ke 20.037. Indeks Topix naik 0,5 persen di posisi 1.453. Sedangkan Indeks Kospi di bursa saham Korsel naik 0,12 persen ke 1.927. Adapun Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia melaju 1,43 persen pada posisi 5.404.
Benchmark pasar saham regional, MSCI Asia Pasific Index menguat 0,19 persen.
Indeks dolar AS turun tipis ke posisi 100,358 dibanding sesi sebelumnya di posisi 100,5.
Nilai tukar yen melorot tipis di level 107,17 dari sesi lalu di level 106,8.
Dolar AUD terkoreksi ke $0,6453 dari posisi sebelumnya di $0,654.

Bursa Eropa
Market saham Eropa ke zona hijau saat menit-menit awal pada perdagangan hari Jumat (15/5) pagi waktu setempat. Para pemodal menggantungkan harapan mereka pada upaya pengaktivan kembali ekonomi pasca lockdown akibat wabah virus corona. Indeks Pan European Stoxx 600 naik 1,5 persen.
Indeks DAX (Jerman) +1,35% ke level 10.476.
Indeks FTSE (Inggris) +1,36% pada posisi 5.819.
Indeks CAC (Perancis) +1,16% di level 4.322.

Oil
Harga minyak terdongkrak naik pada perdagangan hari Jumat (15/5) di sesi sore, menyentuh posisi tertinggi dalam sebulan terakhir di tengah sinyal kenaikan demand terhadap oil dibarengi laporan China telah meningkatkan aktivitas kilang.
Harga minyak WTI naik 3,3 persen ke level USD28,48 per barel. Sedangkan minyak Brent melaju 3,9 persen ke level USD32,34 per barel. (07.07 GMT)

(cnbc/reuters/idx/)

Sumber : admin

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author