Bursa Pagi: Asia Dibuka Meningkat, Dukung IHSG Keluar Dari Tekanan Pelemahan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Meningkat, Dukung IHSG Keluar Dari Tekanan Pelemahan

Posted by Written on 15 May 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (15/5), bursa saham Asia dibuka menguat, berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Wall Street, yang sempat melorot tajam di bursa utama Eropa. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,27%. Pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi China, hari ini.

Perdagangan saham hari ni dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 1,12%, di tengah pergerakan harga minyak yang bervariasi pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut melaju 1,17% (62,50 poin) ke posisi 5.391,20 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meningkat 0,78% (155,31 poin) menjadi 20.070,09, setelah dibuka melaju 1,15%, dan Topix meningkat 0,8%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,26%, namun berlanjut melemah 0,07% di posisi 1.923,56.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat tipis 0,08% (19,22 poin) di posisi 23.848,96 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,36% menjadi 2.880,69.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham Asia dan AS yang cenderung menguat, setelah gagal keluar dari teritori negatif pada sesi perdagangan kemarin, ditutup turun 0,89% menjadi 4.513. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,44% menjadi USD15.96.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan dengan sinyal negatif. Sejumlah indikator pergerakan indeks masih memberikan sinyal yang menunjukkan adanya tekanan, mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan menuju area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa Wall Street yang ditopang oleh kenaikan saham sektor perbankan dan harga minyak mentah diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu kekhawatiran investor akan dampak negatif covid-19 terhadap kinerja sektor perbankan diprediksi masih akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Investor juga akan mencermati data neraca perdagangan di bulan April yang menurut konsensus akan membukukan surplus USD 0,74 miliar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan  support  di level 4,465 dan  resistance  di level 4,575.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: INDF (Buy, Support: Rp6,375, Resist: Rp6,725), MNCN (Buy, Support: Rp840, Resist: Rp950), 

    PTBA (Buy on Weakness), Support: Rp1,800 Resist: Rp1,900), MAPI (Buy on Weakness, Support: Rp675, Resist: Rp720).

  • ETF: XIIF ( SELL , Support: Rp357, Resist: Rp375), XIJI ( SELL , Support: Rp500, Resist: Rp514), 

    XMTS (Buy on Weakness, Support: Rp357, Resist: Rp367).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, kenaikan harga saham perbankan dan pasar minyak mengimbangi rilis data pengangguran AS yang suram. Bank of America dan JPMorgan Chase melesat setidaknya 4%, Citigroup meningkat 3,6%, Wells Fargo melejit lebih dari 6,8%. Norwegian Cruise Lines naik 4,3% meski melaporkan kerugian kuartal pertama hampir USD1,9 miliar. Harga minyak naik 9% menjadi USD27,56 per barel, mendorong kenaikan saham sektor energi sebesar 0,7%.

Saham mengalami tekanan jual di awal sesi setelah rilis klaim pengangguran mingguan hingga akhir pekan lalu yang mencapai 2,981 juta, lebih buruk dari ekspektasi 2,7 juta klaim hasil survei ekonom  Dow Jones. Total klaim pengangguran selama krisis virus korona menjadi hampir 36,5 juta dalam dua bulan terakhir, penurunan terbesar dalam sejarah AS.Secara mingguan, S&P 500 dan Dow kehilangan lebih dari 2,6%, sementara Nasdaq anjlok ,9%. Meskipun kehilangan tajam minggu ini, S&P 500 dan Dow masih sekitar 30% di atas level terendah 23 Maret, dan Nasdaq melejit 35% di atas periode tersebut.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,62% (377,37 poin) ke level 23.625,34.

  • S&P 500 melaju 1,15% (32,50 poin) ke posisi 2.852,50.

  • Nasdaq Composite naik 0,91% (80,55 poin) menjadi 8.943,72.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan menurun tajam, investor mewaspadai peringatan ekonomi dari Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, tentang dampak krisis virus korona yang mennurunkan harapan akan segera berakhirnya krisis tersebut. Rilis klaim pengangguran AS ikut menekan indeks. Powell mengatakan, pembuat kebijakan mungkin harus menggunakan senjata kebijakan tambahan untuk menarik AS keluar dari kelumpuhan ekonomi yang mengakibatkan kehilangan sedikitnya 20 juta pekerjaan dan menyebabkan "tingkat rasa sakit yang sulit ditangkap dengan kata-kata."

Indeks STOXX 600 anjlok 2,17% menjadi 326,71, dipimpin kejatuhan harga saham otomotif sebesar 2,9%. Zurich Insurance Group mencatatkan klaim sebesar USD280 juta pada kuartal pertama karena pandemi virus korona dan memperingatkan pengajuan klaim dapat mencapai sekitar USD750 juta tahun ini. Saham Countryside Properties Inggris anjlok lebih dari 17%, karena laba operasi semester I merosot 38%. NIBE Industrier Swedia melambung 3,7%.

  • DAX 30 Frankfurt anjlok 1,95% (-205,64 poin) ke posisi 10.337,02.

  • FTSE 100 Lonodn terperosok 2,75% (-162,51 poin) ke level 5.741,54.

  • CAC 40 Paris merosot 1,65% (-71,82 poin) menjadi 4.273,13.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melejit ke level tertinggi tiga pekan, merespon pernyataan pimpinan The Fed yang mengesampingkan kemungkinan penerapan suku bunga negatif. Pedagang mengabaikan data klaim tunjangan pengangguran AS pekan lalu yang berjumlah hampir tiga juta, sehingga mencapai total 36,5 juta orang sejak pertengahan Maret.

Laporan klaim pengangguran mingguan AS mendukung anggapan bahwa akan membutuhkan waktu bagi aktivitas ekonomi untuk pulih kembali, bahkan ketika bisnis di banyak negara bagian mulai dibuka kembali. 

Indeks Dolar AS (DXY), ukuran g reenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju naik 0,22 persen menjadi 100,466, setelah menyentuh level tertinggi tiga pekan 100,56 di awal sesi.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08080.0003+0.03%7:16 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.22330.0003+0.02%7:16 PM
Yen (USD-JPY)107.250.000.00%7:16 PM
Yuan (USD-CNY)7.09570.0033+0.05%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,885.0020.00+0.13%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 15/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak lebih tinggi, setelah Badan Energi Internasional (IEA) AS memperkirakan stok global yang lebih rendah pada semester kedua tahun 2020. Harga minyak mentah melonjak dalam dua pekan terakhir karena beberapa negara melonggarkan pembatasan virus korona untuk memungkinkan pabrik dan toko dibuka kembali.

IEA mengatakan persediaan minyak mentah AS turun untuk pertama kalinya dalam 15 pekan, stok minyak mentah AS turun 745.000 barel menjadi 531,5 juta barel hingga 8 Mei lalu. IEA memperkirakan rekor penurunan permintaan pada tahun ini, meski memangkas estimasi untuk musim gugur. Stok minyak mentah AS diperkirakan menyusut sekitar 5,5 juta bph pada semester kedua. OPEC memperkirakan permintaan minyak global 2020 menyusut 9,07 juta barel per hari, turun lebih dalam dari estimasi sebelumnya, 6,85 juta bph. Kuartal kedua tahun ini diperkirakan akan mencatatkan penurunan tertajam.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik USD1,94 (6,7%) menjadi USD31,13 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD2,27 (9%) menjadi USD27,56 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup di level tertinggi tiga pekan. Investor membuang aset berisiko dan beralih ke emas. Harga emas sempat mencapai titik tertinggi sejak 23 April, yakni USD1.735,96 per ounce. Pasar saham dunia tumbang untuk hari ketiga berturut-turut karena data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan dan sinyal The Fed tentang kemungkinan perlunya stimulus lebih lanjut sehingga memicu kekhawatiran investor tentang pemulihan ekonomi global.

Kenaikan emas juga didorong oleh ketidakpastian baru hubungan dagang AS-China, setelah Trump mengaku kecewa terhadap China karena gagal menahan penyebaran virus korona. Ia mengatakan pandemi di seluruh dunia merusak kesepakatan perdagangannya dengan Beijing. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melonjak ke tingkat tertinggi tujuh tahun, yakni 1.092,14 ton pada Rabu lalu. Harga logam mulia lainnya, palladium naik 0,1% menjadi USD1.820,61 per ounce, platinum melesat 1% menjadi USD763,94, dan perak 0,8% lebih tinggi menjadi USD15,77.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi USD1.729,46 per ounce.

  • Harga emas berjangka melonjak 1,3% menjadi USD1.738,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author