Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Berusaha Membalik Tekanan Pelemahan

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, IHSG Berusaha Membalik Tekanan Pelemahan

Posted by Written on 13 May 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (13/5), dibuka melemah melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang dibayangi kekhawatiran akan bangkitnya kembali kasus virus korona di beberapa negara Asia. Indeks MSCI Asia eks-Jepang turun 0,41%.

Mengawali perdagangan saham hari ini indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 0,91%. Indeks bergerak merosot 1,23% (-66,30 poin) ke level 5.336,70 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melorot 0,94% (-191,44 poin) ke posisi 20.175,04, setelah dibuka terperosok 1,28%, dan Topix tergelincir 0,99%. Indeks Fast Retailing melorot lebih dari 2%. 

Indeks Kospi, Korea Selatan turun 1,07%, dan berlanjut melemah 0,55% menjadi 1.911,62.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,55% (-134,01 poin) menjadi 24.111,67 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,30% ke posisi 2.882,96.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini, dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang senderung melemah, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,09% ke level 4.588. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 2,19% menjadi USD16,11.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berisiko mengalami tekanan penurunan lanjutan, namun berpotensi berbalik menguat. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya risiko koreksi lanjutan, namun terkonsolidasi dengan kecenderungan mencoba untuk bertahan di zona positif.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, keragu-raguan investor akan keefektifan pembukaan ekonomi secara bertahap untuk mencegah resesi dan kekhawatiran adanya gelombang kedua pandemi Covid-19 diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Tambahan sentimen negatif juga datang dari prediksi BNPB yang menyatakan bahwa akan adanya lonjakan kasus baru pada pekan depan seiring dengan bertambahnya jumlah yang dites.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,530 dan  resistance  di level 4,650.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BRPT (Buy, Support: Rp1,215, Resist: Rp1,300), UNVR (Buy, Support: Rp8,050, Resist: Rp8,300), GGRM (Buy, Support: Rp44,575, Resist: Rp46,000), INKP (Buy, Support: Rp5,075, Resist: Rp5,425).

  • ETF: XISC ( SELL , Support: Rp422, Resist: Rp449), XPLC ( SELL , Support: Rp331, Resist: Rp346), 

    XPES ( SELL , Support: Rp316, Resist: Rp327).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan penurunan tajam, investor mengevaluasi upaya terbaru untuk membuka kembali perekonomian. Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases dan pejabat kesehatan lainnya bersaksi di hadapan Komite Kesehatan Senat Amerika untuk membahas pembukaan kembali ekonomi. Pasar terpecah antara optimisme pada pembukaan kembali dan kehati-hatian. Beberapa negara bagian, termasuk Georgia, Texas dan Tennessee mulai mengizinkan bisnis non-essential melanjutkan operasi. Pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang kondoso ekonomi terkini, Rabu ini.

Bank of America, Citigroup, JPMorgan Chase dan Wells Fargo semuanya anjlok setidaknya 3%. Nike dan Disney keduanya ditutup 2,9% lebih rendah. Investor menjauh dari saham teknologi; Facebook, Amazon dan Apple tergelincir lebih dari 1%. Netflix dan Alphabet melorot 2%. Sementara itu, saham Grubhub melesat 29% menyusul laporan bahwa perusahaan penyedia transportasi online, Uber, ingin mengakuisisi perusahaan pengiriman makanan itu. Saham Uber naik 2,3%, PNC Financial Services anjlok 2,1% persen setelah mengumumkan akan menjual 22,4% sahamnya di raksasa manajemen keuangan BlackRock, yang menyusut 8,0%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlopk 1,89% (-457,21 poin) ke level 23.764,78.

  • S&P 500 terpangkas 2,05% (-60,20 poin) ke posisi 2.870,12.

  • Nasdaq Composite terperosok 2,06% (-189,79 poin) menjadi 9.002,55.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup variatif, sebagian investor mengkhawatirkan kemungkinan gelombang kedua kasus virus korona. Pasar global mencermati perkembangan virus korona setelah sejumlah negara melaporkan peningkatan dalam beberapa kasus, setelah pembatasan dilonggarkan. Pakar kesehatan - termasuk WHO - memperingatkan pihak berwenang agar tidak terlalu dini melonggarkan langkah-langkah pembatasan. Indeks harga produsen China untuk April turun 3,1% (yoy), lebih rendah dari perkiraan pelemahan 2,6% dalam jajak pendapat  Reuters.

Indeks STOXX 600 menguat 0,26% menjadi 340,57. Bursa utama menunjuk ke arah yang berbeda, sementara saham telekomunikasi melesat 2,7% dan sektor wisata merosot 1%. Saham ProSiebenSat.1 melambung lebih dari 13% setelah perusahaan ekuitas AS, KKR meningkatkan kepemilikannya. Saham Thyssenkrupp rontok lebih dari 15% karena menawarkan pandangan suram untuk tahun ini. Land Securities anjlok 12,7% setelah mengungkapkan kerugian tahunan.

  • FTSE 100 London melaju 0,93% (55,04 poin) ke level 5.994,77.

  • DAX 30 Frankfurt turun tipis 0,05% (-5,49 poin) menjadi 10.819,50.

  • CAC 40 Paris turun 0,4% (-17,72 poin) ke posisi 4.472,50.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagitadi ditutup turun, mood investor berubah hati-hati menjelang pidato Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Rabu ini. 

Investor juga mempertimbangkan kemungkinan penerapan suku bunga negatif. Meski Powell dan para pejabat The Fed mengesampingkan pemotongan suku bunga di bawah nol, pasar sudah mulai memperhitungkan pemotongan tersebut. Fed fund futures, Selasa, memperkirakan suku bunga negatif sekitar setengah basis poin pada April 2021.

Dolar bergerak lebih rendah setelah data menunjukkan, indeks harga konsumen AS turun 0,8% pada April, pelemahan terbesar sejak Desember 2008. Secara keseluruhan, analis mengatakan pengambilan risiko dibatasi oleh kekhawatiran yang terus bertahan tentang krisis kesehatan global. Indeks Dolar (DXY), tolok ukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang negara maju, turun 0,3% menjadi 99,959.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08480.000.00%7:20 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2259-0.0001-0.01%7:20 PM
Yen (USD-JPY)107.220.08+0.07%7:20 PM
Yuan (USD-CNY)7.0827-0.0148-0.21%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,905.0010.00+0.07%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 12/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak naik. Harga minyak WTI melesat setelah Arab Saudi, mengatakan akan menambah pengurangan  output  1 juta bph bulan depan, memangkas total produksi menjadi 7,5 juta barel per hari, turun hampir 40% dari April. Uni Emirat Arab dan Kuwait juga berkomitmen untuk memangkas total tambahan 180.000 bph.

OPEC +, bulan lalu memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta bph pada Mei dan Juni, merespons penurunan 30% dalam permintaan bahan bakar di seluruh dunia yang disebabkan pandemi virus korona. Empat sumber  Reuters  mengatakan, OPEC + ingin mempertahankan pemotongan 9,7 juta bph hinggga setelah Juni. Kazakhstan memerintahkan produsen di ladang minyak besar dan menengah untuk memangkas produksi sekitar 22% pada Mei hingga Juni, sementara output dari lapangan minyak utama Rusia di Siberia barat diperkirakan merosot 15% tahun ini, sejalan dengan kesepakatan OPEC +. Badan Informasi Energi AS merevisi perkiraan permintaan minyak di seluruh dunia, anjlok 8,1 juta bph menjadi 92,6 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melonjak USD1,64 (6,8%) menjadi USD25,78 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent melaju 35 sen (1,2%) menjadi USD29,98 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat di tengah ekspektasi stimulus lebih lanjut dari Federal Reserve untuk mendukung perekonomian. Pelemahan dolar ikut mendukung emas. Bank sentral AS itu akan mulai membeli saham ETF yang berinvestasi dalam obligasi, Selasa, melalui Secondary Market Corporate Credit Facility. Fasilitas ini adalah salah satu dari beberapa alat yang baru-baru ini diciptakan The Fed untuk meningkatkan fungsi pasar setelah pandemi Covid19.Presiden AS Donald Trump, kembali mendorong The Fed untuk mengadopsi suku bunga negatif, bahkan ketika beberapa anggota bank sentral itu mengatakan mereka tidak melihat perlunya suku bunga di wilayah negatif.

Emas meningkat lebih dari 12% sepanjang tahun ini karena bank sentral global mengeluarkan gelombang stimulus untuk membatasi kerusakan ekonomi. Pasar juga terus memantau hubungan perdagangan China-AS setelah Trump mengatakan tidak tertarik untuk menegosiasikan kembali kesepakatan "Fase 1". Harga logam lainnya; palladium merosot 2,2% menjadi USD1.853,06 per ounce, platinum naik 0,8% menjadi USD763,11, dan perak turun 0,3% menjadi USD15,50.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,3% menjadi USD1.701,44 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.706,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author