Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Hambat Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Melemah, Hambat Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 12 May 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham utama Eropa dan Wal Street, di tengah upaya sejumlah negara untuk melonggarkan penguncian yang sempat menumbuhkan harapan pemulihan ekonomi. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,3%. Pasar menunggu rilis data inflasi China hari ini.

Perdagangan saham hasi ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,67%, di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut merosot 1,09% (-59,50 poin) ke posisi 5.401,70 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,41% (-83,45 poin) menjadi 20.207,45, setelah dibuka cenderung mendatar, dan Topix juga bergerak mendatar. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,38%, dan berlanjut anjlok 1,21% ke level 1.912,06.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,99% (-244,06 poin) ke posisi 24.358,00 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite dibuka melemah 0,05% di posisi 2.894,03.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang cenderung melemah, setelah berhasil bermanuver ke zona hijau pada sesi perdagangan kemarin, ditutup melaju 0,91% ke level 4.639. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,43% menjadi USD16,47.

Beberapa analismemperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan tetap bertahan pada tren kenaikan cenderung melaju positif. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks menunjukkan adanya indikasi penguatan lanjutan dalam pola  bullish .

Tim Riset Indo Premier berpendapat, munculnya kekhawatiran investor akan dampak negatif dari pembukaan ekonomi yang terlalu dini, seiring dengan munculnya kluster baru di Korea Selatan, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Berlanjutnya tren penguatan rupiah dan naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO, nikel, timah dan batubara diprediksi akan menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan.

Sementara itu investor juga akan mencermati data neraca transaksi berjalan di kuartal 1 yang menurut konsensus akan defisit $5.5 milyar atau lebih kecil dibandingkan defisit bulan sebelumnya di level $8.1 miliar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,580 dan  resistance  di level 4,700.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy, Support: Rp3,180, Resist: Rp3,270), RALS (Buy, Support: Rp570, Resist: Rp680), 

    AALI (Buy, Support: Rp6,250, Resist: Rp7,075), GGRM (Buy, Support: Rp44,225, Resist: Rp45,900).

  • ETF: R-LQ45X (Buy, Support: Rp721, Resist: Rp740), XIIT (Buy, Support: Rp391, Resist: Rp404), 

    XIIC (Buy, Support: Rp819, Resist: Rp835).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif, karena pasar mempertimbangkan harapan untuk membuka kembali perekonomian yang diiringi kekhawatiran merebaknya kembali kasus virus korona dan kerusakan yang ditimbulkan akibat kebijakan  lockdown. WHO memperingatkan negara-negara yang melonggarkan tindakan penguncian mengalami kenaikan kembali kasus virus korona. Lebih dari 4,1 juta kasus virus korona telah dikonfirmasi secara global, dengan 1,3 juta infeksi tersebut berasal dari AS, menurut data dari Johns Hopkins University.

Keperkasaan harga saham perusahaan teknologi menahan indeks dari kejatuhan, dan mendorong reli kenaikan indeks Nasdaq selama 6 hari berturutan. Pabrikan  chip  Nvidia mencapai rekor tertinggi pada sesi Senin, dengan kenaikan lebih dari 37% sepanjang 2020. Sepanjang tahun ini, Nasdaq melesat sekitar 2,4% dan diperdagangkan hanya 6% di bawah rekor tertinggi yang dicapai Februari lalu. Amazon, Apple dan Microsoft naik lebih dari 1%, Netflix melaju 1,4%, sementara Google dan Alphabet, melesat 1,4%. Namun saham Disney kehilangan 1,2%. MGM anjlok 6,0%,dan United Airlines jeblok 5,7%

  • Nasdaq Composite melaju 0,78% (71,02 poin) ke level 9.192,34.
  • S&P 500 naik tipis 0,02% (0,52 poin) menjadi 2.930,32.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,45% (-109,33 poin) ke posisi 24.221,99.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup di zona merah, di tengah upaya pelonggaran lockdown di seluruh Eropa yang masih diwarnai kekhawatiran gelombang kedua kasus virus korona.Investor Eropa terus mencermati perkembangan di wilayah tersebut dan sejumlah negara terus secara bertahap mencabut pembatasan penguncian. Mulai Senin, orang Inggris yang tidak bisa bekerja dari rumah "didorong secara aktif" untuk kembali bekerja, tetapi menghindari penggunaan transportasi umum jika memungkinkan. Orang-orang juga akan diizinkan untuk melakukan olahraga dalam jumlah tak terbatas mulai Rabu. Di Prancis, toko dan salon dibuka mulai Senin dan orang tidak perlu izin lagi untuk bepergian. Sekolah juga dibuka kembali.

Indeks STOXX 600 ditutup melemah 0,4% menjadi 339,70,dipimpin kejatuhan harga saham sumber daya dasar sebesar 2,5%, dan sebagian besar sektor dan bursa utama berakhir di zona merah. Saham EasyJet anjlok sekitar 6% setelah Inggris mengumumkan rencana untuk mengkarantina pelancong yang masuk. Perusahaan perangkat lunak Inggris, Micro Focus, merosot 6,2%, sementara raksasa utilitas, Centrica, menyusut sekitar 8,8%. Wirecard Jerman naik lebih dari 8%.

  • DAX 30 Frankfurt merosot 0,73% (-79,49 poin) menjadi 10.824,99.

  • CAC 40 Paris anjlok 1,31% (-59,42 poin) ke level 4.490,22.

  • FTSE 100 London naik tipis 0,06% (3,75 poin) di posisi 5.939,73.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, ketika investor menambahkan faktor risiko pada portofolio mereka dengan membeli saham AS dan menjual US Treasury. Investor memiliki ekspektasi risiko yang beragam, karena adanya kekhawatiran akan adanya gelombang kedua Covid-19 ketika lebih banyak negara mulai mengurangi pembatasan. Jepang mengatakan bisa mengakhiri kondisi daruratnya di banyak daerah, pekan ini, dan Selandia Baru mengatakan dapat melonggarkan pembatasan, Kamis. Inggris juga menetapkan rencana untuk melonggarkan penguncian, sementara toko-toko di Prancis dibuka kembali mulai Senin.

Nilai tukar yen, poundsterling dan euro melemah terhadap dolar AS. Harga surat utang US Treasury merosot dan imbal hasil meningkat karena permintaan menyusut.Indeks dolar (DXY), yang mengukur kurs greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,50% menjadi 100,23.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08090.0002+0.02%7:34 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2334-0.0001-0.01%7:33 PM
Yen (USD-JPY)107.62-0.04-0.04%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)7.09750.0233+0.33%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,895.00-25.00-0.17%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak melemah. Kekhawatiran penurunan permintaan yang disebabkan virus korona, melampaui keputusan Arab Saudi menambah pengurangan produksi dalam upaya untuk mendukung harga. Mulai 1 Juni, Arab Saudi akan memangkas produksi sebesar 1 juta bph, yang dikombinasikan dengan kesepakatan pemotongan OPEC +, sehingga total pemangkasan menjadi sekitar 4,8 juta bph. Produksi Arab Saudi untuk Juni akan menjadi 7,492 juta bph.

Arab Saudi juga menjanjikan akan mengurangi produksi Mei "dengan persetujuan pelanggannya." Kuwait dan UEA mengatakan mereka juga akan menerapkan pemotongan tambahan. Dengan pemotongan baru ini, penyimpanan global kemungkinan besar tidak akan mencapai kapasitas, yang menjadi ketakutan pasar belakangan ini. Minyak menguat untuk pekan kedua berturut-turut ketika investor menyambut tanda-tanda bahwa pemulihan permintaan sedang berlangsung di tengah pengurangan produksi. WTI melonjak 25% minggu lalu dalam salah satu pekan terbaik dalam sejarah, sementara Brent melesat 17%.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun 60 sen (-2,43%) menjadi USD24,14 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,37 (-4,4%) menjadi USD29,60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berbalik melemah, karena dolar AS mendapat keuntungan dari pembelian  safe-haven  diwarnai kekhawatiran seputar gelombang kedua infeksi virus korona. Analis mengatakan emas juga terjebak di antara prospek inflasi moneter besar-besaran, yang seharusnya mendukung harga, dan tekanan deflasi dari data ekonomi yang lemah. Meredam permintaan emas, dolar menguat seiring peringatan gelombang kedua infeksi Covid-19 ketika penguncian global dilonggarkan.

Namun, pelaku pasar mengatakan lintasan emas akan menjadi positif dalam jangka panjang karena cenderung mendapatkan keuntungan dari langkah-langkah stimulus dari bank sentral. Sederet data ekonomi AS yang buruk pekan lalu menggarisbawahi dampak virus tersebut dan mengangkat harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari Federal Reserve. Harga logam mulia lainnya; palladium turun 0,8% menjadi USD1.867,67 per ounce, platinum melemah 0,2% menjadi USD764,02, dan perak 0,2% lebih rendah menjadi USD15,43.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.695,75 per ounce.

  • Harga emas berjangka 0,9% lebih rendah menjadi USD1.698 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author