Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan

Bursa Pagi: Asia Dibuka Melaju, Dukung IHSG Keluar dari Tekanan

Posted by Written on 11 May 2020


Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (11/5), bursa saham Asia dibuka menguat, didukung sentimen positif dibukanya kembali ekonomi di sejumlah kawasan, melanjutkan tren positif kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu. Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka menguat 0,15%.

Perdagangan saham hari ni dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,61% pada awal sesi perdagangan, di tengah melemahnya harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berlanjut naik 0,79% (42,40 poin) ke posisi 5.433,50 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melonjak 1,15% (231,97 poin) ke level 20.411,97, setelah dibuka melaju 0,81% dan Topix mengingkat 0,86%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,4%, dan berlanjut menguat tipis 0,08% menjadi 1.947,32.

Indeks Hang Seng Hongkong dibuka melesat, mencapai 2,09% (505,86 poin) pada pukul 9:30 WIB. Indeks Shanghi Composite, China menguat 0,28% menjadi 1.951,29.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks di bursa saham Asia yang menguat, setelah mengakhiri pekan lalu dengan melemah 0,25% ke posisi 4.597. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 1,42% menjadi USD16,40.

Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berisiko melanjutkan tren koreksi dalam pola konsolidasi wajar. Sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan di area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global, seiring dengan optimisme investor terkait mulai dibukanya ekonomi secara bertahap dan menguatnya sebagian besar harga komoditas, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.Sementara itu tren penambahan kasus covid-19 di dalam negeri yang masih kecenderungan naik diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,550 dan  resistance  di level 4,640. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain:

  • Saham: PTBA (Buy, Support: Rp1,970, Resist: Rp2,160), MYOR (Buy, Support: Rp2,090, Resist: Rp2,170), HMSP (Buy, Support: Rp1,590, Resist: Rp1,680), TBIG (Buy, Support: Rp1,110, Resist: Rp1,170).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp370, Resist: Rp380), XCLQ (Buy, Support: Rp67, Resist: Rp71), 

    XIML (Buy, Support: Rp191, Resist: Rp197).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup di zona hijau, kendati rilis data lapangan kerja mencatatkan pemburukan. Sekitar 20,5 juta pekerjaan hilang pada periode April lalu, dan tingkat pengangguran melonjak menjadi 14,7% dari 4,4%, terburuk pasca-Perang Dunia II. Sentimen di Wall Street juga terbantu oleh hasil pembicaraan, Menteri Keuangan dan Perwakilan Dagang AS dengan Wakil Perdana Menteri yang menyatakan kedua belah pihak, " sepenuhnya berharap untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan perjanjian pada waktu yang tepat."

Investor berspekulasi bahwa wabah virus korona dan dampak kerusakannya terhadap ekonomi telah berlalu, sehingga mendongkrak indeks. Indeks Dow Jones dan S&P 500 pekan ini naik 2,5% dan 3,5%, sementara Nasdaq melonjak 6%. Selain itu, rilis data lapangan kerja, setidaknya lebih baik dari hasil survei ekonom Dow Jones yang memperkirakan kehilangan 21,5 juta pekerjaan dan tingkat pengangguran 16%. Investor antusias merespon pembukaan kembali ekonomi dari kebijakan  lockdown . Saham yang akan mendapat manfaat antara lain, perusahaan penerbangan Delta, American, dan United semuanya naik setidaknya 4,8%. Disney naik 3,4%, dan MGM Resorts naik 4,4%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 1,91% (455,43 poin) ke level 24,331.32.

  • S&P 500 melaju 1,69% (48,61 poin) ke posisi 2,929.80.

  • Nasdaq Composite naik 1,5% (141,66 poin) menjadi 9,121.32.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan, menyambut sinyal membaiknya hubungan AS-China, di tengah upaya pelonggaran  lockdown  di sejumlah negara Eropa, demi pemulihan ekonomi global. Indeks STOXX 600, naik 0,9% menjadi 341,05 dipimpin kenaikan harga saham otomotif yang sangat bergantung pada China sebagai pasar dan pusat produksi, hampir 3%. Bank Belanda, ING Groep NV melesat 3,6% karena kenaikan laba sebelum pajak kuartal I yag mengalahkan ekspektasi. Siemens naik 4,8%% setelah mengumumkan rencana pemotongan biaya untuk menangani dampak pandemi.

STOXX 600melonjak 1,1% sepanjang pekan lalu, karena serangkaian data pendapatan emiten yang lebih baik dari perkiraan dipimpin kenaikan harga saham sektor industri dasar. Namun laju saham bank tercecer karena pertikaian antara Jerman dan Bank Sentral Eropa, terkait program pembelian aset ECB tertentu. Italia misalnya, sangat bergantung pada salah satu program untuk menjaga agar biaya pinjaman tetap rendah, namun kreditornya menghadapi lonjakan ancaman kebangkrutan.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,35 % (145,21 poin) ke posisi 10.904,48.

  • FTSE 100 London melesat 1,4% (82,22 poin) ke level 5.935,98.

  • CAC 40 Paris melaju 1,07% (48,2 poin) menjadi 4.549.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup melemah, setelah rilis data kehilangan pekerjaan di AS April lalu yang mencapai 20,5 juta, lebih rendah dari perkiraan 22 juta. Tingkat pengangguran mencapai 14,7%, juga lebih rendah dari perkiraan 16%.   Greenback  mencatatkan kenaikan mingguan terbaik dalam sebulan terakhir terhadap euro dan franc Swiss. Minat terhadap aset berisiko menguat, indeks saham AS dan imbal hasil surat utang pemerintah bergerak naik. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,16% menjadi 99,734.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.08390.0005+0.05%
Poundsterling (GBP-USD)1.24100.0048+0.39%
Yen (USD-JPY)106.650.37+0.35%
Yuan (USD-CNY)7.0742-0.0099-0.14%
Rupiah (USD-IDR)14,920.00-75.00-0.50%

Sumber : Bloomberg.com, 8/5/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menguat tajam, di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Produsen AS dengan cepat mengurangi produksi minyak mentah, di tengah upaya banyak negara untuk mengendurkan  lock down . Laporan mingguan Badan Informasi Energi AS menunjukkan stok minyak mentah mengalami kenaikan 15 pekan berturut-turut, namun tingkat pertumbuhan persediaan melambat setelah mencapai rekor 19 juta barel pada awal April.

Jumlah rig minyak dan gas yang beroperasi di AS turun 34 unit, ke level terendah sepanjang 374 pekan. Perusahaan-perusahaan minyak Amerika Utara telah menghentikan produksi lebih cepat dari perkiraan dan akan mengurangi output sekitar 1,7 juta bph pada akhir Juni.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD1,19 (5%,) menjadi $ 24,74 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD 1,51 menjadi $ 30,97 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu melemah, di tengah tumbuhnya harapan dibukanya kembali perekonomian. Tetapi gelombang stimulus bank sentral tetap mendukung emas di jalur kenaikan mingguan 0,6% dibanding akhir pekan lalu. Ikut mengurangi daya tarik emas adalah data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS pada April lalu yang lebih rendah dari ekpektasi pasar. Optimisme meningkat dari berkurangnya ketegangan AS-China.

Namun, secara keseluruhan ekonomi AS mengalami penurunan pekerjaan bulanan tertajam sejak Depresi Besar. Harga emas juga tertahan oleh rilis data ekonomi AS memicu ekspektasi lebih banyak stimulus dari Federal Reserve di lingkungan suku bunga negatif. Suku bunga AS yang lebih rendah menekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga meningkatkan daya tarik emas.Harga logam mulai lainnya, palladium naik 0,7% menjadi USD1,868,89 per ounce, platinum naik 0,4% menjadi USD766,19, dan perak turun 0,4% menjadi USD15,43.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.709,30 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,6% menjadi USD1.715,10 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF  

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author