Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, Rentang Gerak IHSG Terbatas

Bursa Pagi: Global-Regional Berbeda Arah, Rentang Gerak IHSG Terbatas

Posted by Written on 28 April 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (28/4), dibuka  mixed , berusaha melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street menyambut rencana sejumlah negara untuk mulai membuka kembali perekonomiannya, seiring menurunnya tren laju infeksi virus korona baru. Indeks MSCI Asia ex-Jepang sedikit bertambah 0,08%.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,23% di tengah kejatuhan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berbalik melompat 0,67% (35,80 poin) ke level 5.357,20 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melemah 0,27% (-54,13 poin) menjadi 19.729,09, setelah dibuka berkurang 0,17%, dan Topix menyusut 0,25%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,36% dan berlanjut sedikit menguat 0,17% di posisi 1.926,09.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,50% (120,98 poin) ke posisi 24.401,12 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,16% menjadi 2.819,99.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks saham global dan regional yang berbeda arah, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup berbalik menguat 0,38% menjadi 4.513. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melonjak 2,12% ke level USD15,44.
Beberapa analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan melanjutkan proses kenaikan, bergerak dalam rentang terbatas dengan potensi tekanan yang masih mungkin terjadi. Secara teknikal, sejumlah indikator mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan namun dibayangi sentimen negatif fluktuasi rupiah serta harga komoditas yang diproyeksikan melanjutkan penurunan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat,mulai adanya rencana pembukaan aktifitas ekonomi di Amerika dan dilonggarkannya aturan lockdown di Eropa diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu terkoreksi tajamnya harga minyak mentah berpotensi menjadi sentimen negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 4,445 dan  resistance  di level 4,575. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: SMGR (Buy, Support: Rp6,725, Resist: Rp7,575), BNLI (Buy, Support: Rp1,215, Resist: Rp1,255), 

    ANTM (Buy, Support: Rp486, Resist: Rp515), ISAT (Buy, Support: Rp2,010, Resist: Rp2,130).

  • ETF: XIIT (Sell on Strength, Support: Rp379, Resist: Rp388), XIIF (Sell on Strength, Support: Rp366, Resist: Rp378), XPLC (Sell on Strength, Support: Rp331, Resist: Rp341).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat investor antusias menyambut kemungkinan pembukaan kembali aktivitas ekonomi setelah wabah virus korona, mengabaikan kejatuhan harga minyak berjangka hampir 25%. Sejumlah negara bagian, termasuk Alaska, Georgia, Carolina Selatan, Tennessee dan Texas, mulai mengizinkan restoran dan perusahaan lain untuk melayani pelanggan. Gubernur Ohio Mike DeWine mengatakan ritel dan layanan konsumen dapat mulai dibuka kembali pada 12 Mei. Gubernur New York, Andrew Cuomo, berencana untuk membuka kembali perekonomiannya secara bertahap dimulai dengan sektor konstruksi dan manufaktur pada fase pertama.
Indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan satu bulan terbesar sejak 1987 dengan melambung 11,4% sepanjang April. Dow melesat 10,1% bulan ini, terbaik sejak 2002. Menyambut rencana pembukaan kembali sebagian aktivitas ekonomi AS, saham MGM Resorts dan Carnival melonjak lebih dari 8%. Gap dan Kohl's melambung 12,9% dan 17,7%. Saham JPMorgan Chase dan Disney melonjak lebih dari 4%. Sektor keuangan meningkat lebih dari 3%. Citigroup melejit lebih dari 6%, Wells Fargo dan Bank of America melompat lebih dari 4%. Indeks future dibuka mendatar, Dow bertambah 10 points (0,05%), S&P 500 and Nasdaq menguat tipis 0.08% dan 0.11%.
  • Dow Jones Industrial Average melejit 1,51% (358,51 poin) ke level 24.133,78.

  • S&P 500 melonjak 1,47% (41,74 poin) ke posisi 2.878,48.

  • Nasdaq Composite melaju 1,11% (95,64 poin) menjadi 8.730,16.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona hijau. Investor antusias menunggu hasil rapat kebijakan bank sentral pekan ini yang diharapkan akan memutuskan langkah-langkah stimulus lebih lanjut, demi memulai kembali aktivitas ekonomi. Federal Reserve AS akan mengadakan rapat Selasa-Rabu ini, dan Bank Sentral Eropa (ECB) akan bertemu Kamis. Investor di Eropa mencermati bagaimana kawasan itu secara bertahap keluar dari strategi penguncian yang melumpuhkan ekonomi benua biru.
Indeks STOXX 600 melonjak 1,77% menjadi 335,44, dipimpin kenaikan kenaikan tajam harga saham sektor otomotif sebesar 4,6%. Laporan keuangan emiten ikut menggerakkan indeks acuan. Saham Deutsche Bank melambung 12,7% setelah melaporkan laba bersih 66 juta euro di kuartal I-2020. Saham Bayer melesat lebih dari 5% karena melaporkan kenaikan penjualan dan laba kuartal I. Saham Tui, meroket lebih dari 14%, dan produsen minyak sayur AAK rontok lebih dari 8%.
  • FTSE 100 London melesat 1,64% (94,56 poin) menjadi 5.846,79.

  • DAX 30 Frankfurt melambung 3,13% (323,90 poin) ke level 10.659,99.

  • CAC 40 Paris meningkat 2,55% (111,94 poin) menjadi 4.505,26.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, terpengaruh rencana beberapa negara untuk mengurangi pembatasan bisnis yang ditutup karena wabah virus korona. Italia, yang memiliki tingkat kematian akibat virus korona tertinggi kedua di dunia, termasuk di antara beberapa negara yang berencana membuka kembali aktivitas bisnisnya. Sejumlah negara bagian AS juga melonggarkan pembatasan bisnis, dan lebih banyak lagi yang siap untuk mengikuti. Minat terhadap aset berisiko kembali meningkat mengurangi permintaan dolar AS sebagai safe-haven.
Yen menguat setelah Bank of Japan memperluas stimulus untuk membantu perusahaan yang terdampak krisis virus korona, dan berjanji membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas untuk menjaga biaya pinjaman tetap rendah. Euro menguat 0,07% setelah lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor's, menegaskan rating BBB Italia akhir pekan lalu. Pasar menunggu rapat The Fed, Selasa-Rabu ini , dan pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB), sehari kemudian. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negra maju turun 0,34%menjadi 100,041.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0824-0.0005-0.05%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2421-0.0010-0.08%7:33 PM
Yen (USD-JPY)107.290.04+0.04%7:32 PM
Yuan (USD-CNY)7.08640.0049+0.07%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,385.00-15.00-0.10%3:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/4/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Harga minyak Brent jatuh ke bawah USD20 per barel dan WTI terpenggal 25%, Senin, karena kurangnya tempat penyimpanan yang tersedia untuk meredam kehancuran permintaan akibat virus korona. Permintaan bahan bakar tetap lemah meski beberapaa negara mulai mengambil langkah tentatif untuk melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan demi memulihkan ekonominya.
Output ekonomi global diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 2% tahun ini, sementara permintaan menyusut 30% karena pandemi. Sekitar 85% dari penyimpanan minyak  onshore  di seluruh dunia dalam kondisi penuh pada pekan lalu, menurut data Kpler. Penurunan kontrak minyak mentah sebagian karena kendaraan investasi ritel seperti ETF mengalihkan investasi mereka dari kontrak Juni untuk menghindari kemungkinan kejatuhan harga seperti kontrak Mei lalu yang mencapai minus USD37,63 per barel.
  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Juni turun USD4,16 (-24,6%) menjadi USD12,78 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,45 (-6,76%) menjadi USD19,99 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, karena imbal hasil US Treasury melesat dan banyak negara berencana melonggarkan lockdown sehingga membangkitkan minat investor terhadap aset berisiko. Namun pedagang mengatakan, aksi beli safe-haven  masih mendukung emas terutama melalui ETF emas dan permintaan investor ritel yang berkelanjutan.
Emas juga mendapatkan dukungan dari langkah-langkah stimulus lebih luas, investor menunggu rapat kebijakan Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB) yang berakhir Rabu dan Kamis pekan ini. Harga logam mulia lainnya; palladium merosot 4,3% menjadi USD1.937,22 per ounce, latinum stabil di posisi USD759,50, dan perak turun 0,8% menjadi USD15,12.
  • Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi USD1.710,71 per ounce.

  • Harga emas berjangka melorot 0,7% menjadi USD1.723,80 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author