Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Memerah, IHSG Jenuh Jual

Bursa Pagi: Ikuti Wall Street, Asia Memerah, IHSG Jenuh Jual

Posted by Written on 21 April 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (21/4), dibuka menurun, melanjutkan tekanan penurunan indeks acuan dibursa saham Wall Street yang terseret oleh kejatuhan harga minyak. Indeks MCSI Asia ex-Jepang turun 0,34%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melemah 0,26% jelang rapat kebijakan Reserve Bank of Australia. Penurunan indeks berlanjut 0,50% (-27,00 poin) menjadi 5.326,00 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terpersosok 1,06% (-205,96 poin) ke level 19.463,16, setelah dibuka merosot 1,06% dan Topix melorot 0,82%, di tengah kejatuhan harga saham Softbank Group lebih dari 2%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka tergelincir 1,12% dan berlanjut melemah 0,39% menjadi 1.891,03.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,34% (-82,18 poin) menjadi 24.247,84 pada pukul 8:35WIB. Indeks Shanghai Composite, China dibuka turun 0,36% menjadi 2.842,24.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham Asia dan Wall Street, setelah gagal melanjutkan manuvernya di zona hijau pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup merosot 1,2&% ke level 4.575. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO )di New York Stocks Exchange anjlok 2,94% menjadi USD15,21.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan tren penurunan, cenderung terkonsolidasi di area junuh jual. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, berpeluang  technical rebound  di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berperndapat, terkoreksinya indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah, diprediksi akan menjadi penekan laju indeks. IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahandengan  support  di level 4,520 dan  resistance  di level 4,650.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy, Support: Rp1,165, Resist: Rp1,235), UNVR (Buy, Support: Rp6,850, Resist: Rp7,150), BJBR (Sell on Strength, Support: Rp900, Resist: Rp975), MYOR (Buy, Support: Rp2,040, Resist: Rp2,110).

  • ETF: XPID ( SELL , Support: Rp366, Resist: Rp379), XPFT ( SELL , Support: Rp377, Resist: Rp390), 

    XIHD ( SELL , Support: Rp342, Resist: Rp352).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam, terseret kejatuhan harga minyak WTI meningkatkan kekhawatiran kerusakan ekonomi akibat virus korona. Harga minyak mentah berjangka WTI untuk kontrak Mei untuk, yang berakhir Selasa ini, anjlok lebih dari 100% menjadi negatif USD37,63 per barel. Harga negatif berarti produsen akan membayar untuk melepas minyak dari tangan mereka., karena prospek permintaan yang lemah dan penuhnya kapasitas penyimpanan.

Keterlambatan dalam mendanai program pinjaman penyelamatan usaha kecil juga membebani sentimen pasar. Sentimen di Wall Street juga diperburuk oleh Senat yang tidak mencapai kesepakatan tentang bantuan terkait virus korona, meski akan melakukan pemungutan suara secepatnya Selasa petang. Saham Boeing jatuh lebih dari 6%, sementara Chevron dan Exxon Mobil terjungkal lebih dari 4%. Energi, real estat, dan utilitas anjlok lebih dari 3%. Saham IBM merosot 2,3%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 2,44% (-592,05 poin) ke level 23.650,44.

  • S&P 500 merosot 1,79% (-51,41 poin) ke posisi 2.823,16.

  • Nasdaq Composite menyusut 1,03% (-89,41 poin) menjadi 8.560,73.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, meski pedagang terus mengkhawatirkan penurunan permintaan minyak karena pandemi virus korona, dengan gambaran situasi di AS yang "sangat mengerikan." 

Rilis data zona euro menunjukkan surplus perdagangan dengan seluruh dunia pada Februari lalu, tumbuh menjadi 23 miliar euro (USD25,1 miliar), naik dari 18,5 miliar euro pada tahun sebelumnya. Secara terpisah, IHS Markit mengungkapkan, bahwa sepertiga rumah tangga di Inggris mengalami penurunan pendapatan karena krisis virus korona, terlemah sejak survei itu dimulai pada 2009.

Indeks STOXX 600 menguat 0,67% menjadi 335,70, dipimpin kenaikan harga saham sektor perawatan kesehatan yang melonjak 1,8%. Sementara itu, harga saham otomotif tergelincir 1%. Saham produsen alat bantu dengar Amplifon, melambung hampir 11% dan pabrikan peralatan perawatan kesehatan Ambu melesat hampir 8%. Philips melonjak lebih dari 6%, namun Mowi Norwegia rontok hampir hampir 7%. Menurut Universitas Johns Hopkins, korban Covid-19 mencapai 2,4 juta kasus terinfeksi di seluruh dunia dan 166.235 kematian.

  • DAX 30 Frankfurt naik 0,47% (50,12 poin) ke posisi 10.675,90.

  • FTSE 100 London meningkat 0,45% (25,87 poin) menjadi 5.812,83.

  • CAC 40 Paris melaju 0,65% (29,29 poin) ke level 4.528,30.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup menguat. Kejatuhan harga minyak menekan mata uang terkait komoditas. Investor juga menunggu hasil KTT Uni Eropa pekan ini untuk mengatasi dampak ekonomi krisis virus korona. Kehati-hatian kembali menghantui pasar dunia ketika kejatuhan harga minyak mentah WTI di tengah maraknya rilis data makro dan laporan keuangan perusahaan yang banyak dirusak oleh  lockdown  akibat wabah virus korona global.

Kepala pemerintah Uni Eropa dijadwalkan untuk menggelar  video call  untuk membahas upaya mengatasi dampak ekonomi dari krisis virus korona, Kamis besok. Termasuk pembahasan tentang  coronabonds , yanhg dituntut oleh sebagian besar negara anggota Uni Eropa di bagian selatan. Ekspektasi bahwa peserta KTT akan mengutamakan persatuan, relatif rendah. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 0,17% menjadi 99,955.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.08620.000.00%7:24 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2440-0.0002-0.02%7:24 PM
Yen (USD-JPY)107.730.11+0.10%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)7.0732-0.0005-0.01%11:29 A
Rupiah (USD-IDR)15,412.50-52.50-0.34%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/04/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun. Harga minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman Mei berubah menjadi negatif, untuk kali pertama dalam sejarah, dengan minus USD37,63 per barel. Pedagang harus banyak menjual karena ruang penyimpanan di Cushing, Oklahoma, sudah terisi dengan cepat. Stok minyak mentah AS di Cushing, hingga akhir pekan lalu naik 9%, dengan total sekitar 61 juta barel. Investor terpaksa menalangi kontrak Mei sebelum kedaluwarsa, Senin, karena kurangnya permintaan untuk minyak aktual.

Minyak mentah Bren juga merosot, tetapi tidak terlalu parah karena tersedia lebih banyak tempat penyimpanan di seluruh dunia. Penyulingan memproses minyak mentah jauh lebih sedikit dari biasanya, sehingga ratusan juta barel berlabuh di fasilitas penyimpanan di seluruh dunia. Pedagang menyewa kapal hanya untuk berlabuh dan mengisinya dengan kelebihan minyak. Rekor 160 juta barel terjebak di tanker di seluruh dunia.

  • Harga minyak WTI untuk pengiriman Juni turun 18% menjadi USD20,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun 8,9% menjadi USD25,57 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup melemah, di tengah kejatuhan harga minyak dunia yang menyeret harga saham Wall Street, dan menguatnya dolar AS. Survei investor Deutsche Bank menunjukkan, pasar jauh kurang percaya terhadap rencana Eropa dan AS yang akan mulai membuka sebagian ekonominya menjelang musim panas.

Sementara itu, jajak pendapat  Reuters , menunjukkan harga emas kemungkinan akan berkonsolidasi di bawah level tertinggi selama tahun 2020 dan 2021 karena penguatan dolar dan konsumsi ritel yang lemah. Harga logam mulia lainnya; palladium melonjak 2,4% menjadi USD2.207,81 per ounce, platinum turun 0,9% menjadi USD768,12, dan perak melemh 0,3% menjadi USD15,08.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi USD1.672,92 per ounce.

  • Harga emas berjangka merosot 0,7%, menjadi USD1.687,20 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author