Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG Bearish di Area Negatif

Bursa Pagi: Asia Dibuka Naik, IHSG Bearish di Area Negatif

Posted by Written on 14 April 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (14/4), dibuka cenderung menguat, berusaha melawan tren penurunan indeks pada penutupuan bursa saham Wall Street pagi tadi. Investor menunggu rilis data perdagangan China periode Maret, hari ini. Indeks MSCI Asia ex-Jepang sedikit menguat 0,009%.

Peragangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penguatan indeksASX 200, Australia sebesar 0,14%, setelah libur Paskah hingga Senin kemarin. Indeks bergerak naik 0,54% (29,10 poin) menjadi 5.416,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melaju 0,90% (171,50 poin) ke posisi 19.214,90, setelah dibuka naik 0,48% dan Topix bertambah 0,34%, di tengah kejatuhan harga saham Softbank sebesar 3,24%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,95%, dan berlanjut menguat 0,98% ke level 1.843,64.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka sedikit menguat 0,19% (47,28 poin) menjadi 24.347,61 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,42% ke posisi 2.794,80.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah gagal menahan tekanan jual pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup turun 0,54% ke levl 4.623. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 0,20% menjadi USD15,35.

Beberapa analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam tekanan pelemahan. Secara teknikal, sejumlah indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi pelemahan, dengan bergerak  bearish  di area negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendappat, kembali munculnya kekhawatiran investor akan penyebaran Covid-19, terutama di dalam negeri seiring terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO akan menjadi tambahan sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan  support  di level 4,570 dan  resistance  di level 4,700.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: JSMR (Buy, Support: Rp2,800, Resist: Rp3,275), SIMP (Buy, Support: Rp232, Resist: Rp262), 

    GGRM (Buy, Support: Rp46,750, Resist: Rp49,925), UNTR (Buy, Support: Rp17,250, Resist: Rp18,000).

  • ETF: XISI (Buy, Support: Rp218, Resist: Rp230), XBLQ (Buy, Support: Rp336, Resist: Rp347), 

    XIPI (Buy, Support: Rp123, Resist: Rp127).


Amerika Serikat

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup melemah. Indeks Dow Jones dan S&P 500 jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga sesi, karena investor terus mencemaskan prospek virus korona sambil bersiap untuk memulai musim laporan keuangan perusahaan. Anthony Fauci, Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases, AS, Minggu, mengatakan, sangat optimistis wabah itu melambat di AS dan beberapa bagian negara itu akan mulai dibuka kembali bulan depan. Johnson & Johnson, JPMorgan Chase, dan Bank of America adalah beberapa perusahaan yang dijadwalkan untuk melaporkan laba pekan ini.

Saham Caterpillar memimpin penurunan Dow Jones jatuh lebih dari 8%. Sektor keuangan dan real estat memimpin penurunan S&P 500 dengan melorot lebih dari 3,5%. Tetapi Nasdaq Composite Imenguat di tengah lonjakan harga saham Netflix sebesar 7%, Amazon melesat 6,2%, dan Intel melaju 2,7%, sedangkan Advanced Micro Devices melejit lebih dari 5%. Dow membukukan kinerja mingguan ketujuh terbaiknya, reli 12,7%. S&P 500 membukukan kenaikan satu minggu terbesar sejak 1974, meroket 12,1%. Bursa saham utama Eropa masih tutup karena libur Paskah

  • Dow Jones Industrial Average merosot 1,39% (-328,60 poin) ke level 23.390,77.

  • S&P 500 melorot 1,01% (-28,19 poin) ke posisi 2.761,63.

  • Nasdaq Composite naik 0,48% (38,85 poin) menjadi 8.192,42.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup sedikit menguat, dalam sesi perdagangan yang relatif tipis karena pasar Eropa masih libur Paskah. Tidak ada data yang dirilis, dan fokus sebagian besar tetap pada perkembangan virus korona. Pasar keuangan tetap cemas atas penyebaran virus korona karena pembatasan yang ketat pada pergerakan individu menyeret ekonomi global ke dalam resesi. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik tipis 0,04% menjadi 99,388.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.09260.0012+0.11%8:08 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25220.0007+0.06%8:07 PM
Yen (USD-JPY)107.57-0.20-0.19%8:08 PM
Yuan (USD-CNY)7.05150.0155+0.22%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,630.00-250.00-1.57%3:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 13/4/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak variatif, diwarnai kesepakatan pemotongan produksi OPEC + namun belum cukup untuk meredakan kekhawatiran seputar kehancuran permintaan akibat pandemi virus korona. Analis mengatakan kesepakatan itu tampak seperti upaya putus asa di menit terakhir untuk membuat kejutan di pasar, tetapi gagal karena besarnya penyusutan permintaan.

OPEC + akhir pekan lalu sepakat untuk memotong produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bph) pada Mei dan Juni, mewakili sekitar 10% pasokan global. Beberapa negara lain juga akan mengurangi output, dengan perkiraan total pemotongan sekitar 19,5 juta bph. Konsumsi bahan bakar di seluruh dunia anjlok sekitar 30% karena pandemi COVID-19. Pasar minyak terus memberi sinyal kelebihan pasokan jangka pendek, meskipun ada optimisme atas dampak jangka panjang dari pemotongan output OPEC +.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, naik 26 sen (0,8%), menjadi USD31,74 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, turun 35 sen, (-1,5%), menjadi USD22,41 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melonjak ke level tertinggi Februari 2013 di posisi USD1.769,50 per ounce. Harga emas di pasar spot melesat melebihi 1,5%. Para investor yang panik bergegas memburu aset  safe-haven  di tengah kekhawatiran pukulan virus korona terhadap ekonomi global dan laba perusahaan AS. Analis mengatakan, data inflasi yang akan datang adalahpenyebab utama mengapa emas memiliki tawaran yang tinggi.

Inflasi dianggap sebagai katalis positif bagi emas, karena dipandang sebagai penyimpan nilai yang aman ketika tekanan harga meningkat. Sementara itu, dipimpin oleh pelonggaran The Fed, suku bunga global diperkirakan akan turun lebih dalam ke wilayah negatif dan mungkin bahkan menguji posisi terendah pasca-krisis keuangan global. Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik 0,6% menjadi 994,19 ton pada sesi Kamis. Harga logam mulia lainnya; palladium melambung 2,5% menjadi USD2.227,40 per ounce, platinum kehilangan 0,4% menjadi USD745,21, dan perak datar di posisi USD15,32 per ounce.

  • Harga emas di pasar spot melesat 1,7% menjadi USD1.717,36 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,5% menjadi USD1.761,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author