Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG di Area Rebound Dekati Jenuh Beli

Bursa Pagi: Global-Regional Melaju, IHSG di Area Rebound Dekati Jenuh Beli

Posted by Written on 31 March 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia di pengujung Maret, Selasa (31/3), dibuka menguat melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. Investor terus memperhatikan dampak global pandemi virus korona jelang rilis data PMI manufaktur Maret China. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,76%.

Perdagangan saham pagi ini dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200 sebesar 3,17%, melanjutkan lompatan pada penutupan indeks pada sesi perdagangan kemarin sebesar 7%. Indeks melaju kencang 2,80% (145,20 poin) ke level 5.326,60 pada pukul 8:10 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,30% (56,96 poin) menjadi 19.141,93, setelah dibuka naik 0,51% dan Topix menguat 0,13%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melaju 1,63% dan berlanjut meningkat 1,52% (26,18 poin) ke posisi 1.743,30.

Melanjutkan tren kenaikan global, indeks Hang Sen, Hongkong dibuka melonjak 1,89% (438,16 poin) ke level 23.613,27 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,73% menjadi 2.767,31.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 2,88% ke levek 4.414. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange naik 0,28% menjadi USD14,380.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan tren koreksi, meskipun tepat berada di area rebound. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya pola downward bar bergerak menjenuh mendekati area jenuh beli.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan regional serta ditemukannya kandidat kuat vaksin Covid-19 oleh Johnson & Johnson yang siap diujicobakan pada bulan September, diprediksi akan menjadi sentimen positif. Sementara itu terus bertambahnya jumlah orang terinfeksi dan meninggal akibat Covid-19 di dalam negeri dan keputusan pemerintah untuk tidak melakukan karantina wilayah akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 4,280 dan resistance di level 4,560. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy, Support: Rp3,010, Resist: Rp3,240), KLBF (Buy, Support: Rp995, Resist: Rp1,085), 

    KAEF (Buy on Weakness, Support: Rp1,095, Resist: Rp1,275), BBCA (Buy, Support: Rp26,775, Resist: Rp28,200).

  • ETF: XPDV ( SELL , Support: Rp309, Resist: Rp345), XPID ( SELL , Support: Rp356, Resist: Rp386), 

    XMTS ( SELL , Support: Rp330, Resist: Rp361).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat tajam, setelah Washington berusaha memperkuat langkah-langkah untuk menahan penyebaran wabah virus korona. Presiden AS Donald Trump, Minggu, mengatakan pedoman menjaga jarak sosial nasional diperpanjang hingga 30 April, dan memperkirakan tingkat kematian akibat virus korona akan mencapai puncaknya dalam dua pekan. Langkah itu, walau menyebabkan gangguan ekonomi dalam waktu dekat, namun dipandang investor sebagai pencegah kerusakan jangka panjang terhadap ekonomi. IHS Markit, memproyeksikan kontraksi ekonomi AS sebesar 5,4 persen pada 2020, dengan pemulihan panjang sebelum kembali ke tingkat pra-pandemi.

Sentimen juga terangkat setelah Johnson & Johnson mengatakan telah mengidentifikasi kandidat vaksin untuk virus korona, dangan pengujian manusia akan dimulai pada September, sahamnya melesat 8%. Abbott Laboratories melejit 6,5% setelah menyatakan mendapat otorisasi darurat dari Federal Drug Administration untuk mulai menyediakan tes COVID-19 yang bisa mengetahui hasilnya dalam lima menit. Saham sektor teknologi seperti Microsoft melambung 7%, Alphabet dan Amazon melesat 3,3% dan 3,4%. Tetapi beberapa saham perjalanan berguguran. Expedia anjlok 6,1%, JetBlue dan American Airlines rontok 10% lebih. Jajak pendapat Morning Consult menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen AS tetap "relatif stabil"setelah Presiden Donald Trump menandatangani paket bantuan federal senilai USD2 triliun.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 3,19% (690,70 poin) menjadi 22.327,48.

  • S&P 500 melejit 3,35% (85,18 poin) ke posisi menjadi 2.626,65.

  • Nasdaq Composite melesat 3,62% (271,77 poin) ke level 7.774,15.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup menguat meski pandemi virus korona tetap menjadi fokus investor. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 720.000 orang di seluruh dunia dan menyebabkan setidaknya 34.000 kematian, menurut data yang dikumpulkan Universitas Johns Hopkins. Indeks kepercayaan bisnis zona euro dari Komisi Eropa mencatatkan penurunan bulanan tajam pada Maret, Sentimen Ekonomi Uni Eropa jatuh dari 103,4 pada Februari menjadi 94,5.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,28% menjadi 314,88, memangkas kerugian di awal sesi. Saham sektor bahan kimia dan kesehatan masing-masing melesat lebih dari 3%. Sektor keuangan anjlok 3,2% memimpin kerugian, karena perbankan membatalkan pembagian dividen dan melakukan  buyback  mengikuti komentar Bank Sentral Eropa (ECB) pekan lalu. ECB menyebutkan agar uang tunai yang dihasilkan harus digunakan untuk menopang perekonomian kawasan tersebut.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 1,90% (183,45 poin) ke level 9.815,97.

  • FTSE 100 London melaju 0,97% (53,41 poin) ke posisi 5.563,74.

  • CAC 40 Paris naik 0,62% (27,02 poin) menjadi 4.378,51.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, menghentikan tekanan depresiasi selama sepekan. Investor bersiap untuk menghadapi ketidakpastian yang berkepanjangan dan pemerintah memperketat lockdown serta meluncurkan langkah moneter dan fiskal guna memerangi pandemi virus korona. Yuan di pasar  offshore  turun setelah Bank Sentral China (PBoC) memangkas suku bunga utama antar-bank, sementara Bank Sentral Singapura secara agresif juga melonggarkan kebijakan moneternya. Euro, poundsterling, dan dolar Australia semuanya melemah. Indeks dolar, ukuran greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,83% menjadi 99,181.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1027-0.0021-0.19%7:33 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.236-0.0054-0.44%7:33 PM
Yen (USD-JPY)108.130.37+0.34%7:33 PM
Yuan (USD-CNY)7.09990.0039+0.05%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)16,337.50167.50+1.04%3:58 AM

Sumber : Bloomberg.com, 31/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Brent mencapai level terendah dalam hampir 18 tahun, dan WTI sempat merosot ke bawah USD20 per barel. Kekhawatiran akan  lockdown  selama berbulan-bulan, menekan permintaan bahan bakar. Pandemi Covid-19 diperkirakan menyebabkan sedikitnya 20% penurunan permintaan bahan bakar di seluruh dunia.

Sementara itu, Arab Saudi dan Rusia akan membanjiri pasar dengan pasokan minyak bulan depan. Pedagang komoditas global, Trafigura, memperkirakan permintaan minyak bisa turun lebih dari 30 juta bph pada April, hampir sepertiga dari konsumsi harian. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk mengadakan pertemuan pejabat energi tingkat atas untuk membahas pasar minyak global.Genscape melaporkan stok di pusat penyimpanan Cushing di Oklahoma AS melonjak lebih dari 4 juta barel pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari 10 tahun.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, anjlok USD2,17 (-8,7%) menjadi USD22,76 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI, anjlok USD1,42 (-6,6%) menjadi USD20,09 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat. 

Perpanjangan pembatasan sosial di AS untuk meredam penyebaran pandemi virus korona, mendorong investor ke aset  safe-haven . Emas berada di jalur kenaikan kuartalan 6,8% - peningkatan keenam berturut-turut - dan bersiap untuk mengakhiri bulan  volatile  ini dengan 2,2% lebih tinggi. Suku bunga yang lebih rendah dan kebijakan ekonomi yang lebih longgar cenderung menguntungkan emas. Harga logam mulai lainnya, paladium meningkat 1,7% menjadi USD2.308 per ounce, platinum anjlok 3,4% menjadi USD716, dan perak tergelincir 3,8% menjadi USD13,91.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.618 per ounce.

  • Harga emas berjangka ditutup turun 0,2% menjadi USD1.622 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author