Bursa Sore:  IHSG Ikuti Jejak Bearish di Sebagian Besar Market Regional

Bursa Sore: IHSG Ikuti Jejak Bearish di Sebagian Besar Market Regional

Posted by Written on 23 March 2020


Ipotnews - Pada akhir perdagangan hari ini, Senin (23/3) pelemahan IHSG makin dalam setelah tergerus -4,90 persen (-206 poin) ke level 3.989.

Pelemahan IHSG berbarengan dengan tekanan yang terjadi di pasar saham regional. Market saham regional tertekan seiring banyaknya negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) guna memutus mata rantai penyebaran wabah corona.

Indeks LQ45 -6,62% ke 583.

Indeks IDX30 -6,63% ke 321.

Indeks IDX80 -6,54% ke 80.

Jakarta Islamic Indes (JII) -6,63% ke 402.

Indeks Kompas100 -6,49% ke 745.

Indeks Sri Kehati -6,69% ke 239.

Indeks SM Infra18 -6,76% ke 172.

Saham Teraktif: BBCABBRIPTBAADROTLKMREALKAEF

Saham Top Gainers LQ45: ADROSRIL

Saham Top Loser LQ45: INCOPWONITMGPTPPCTRATOWRBBCA

Nilai transaksi Rp5,60 triliun. Volume perdagangan sebanyak 67,67 juta lot saham. Investor asing net buy Rp36,66 miliar

Nilai tukar rupiah melemah -4,09 persen ke level Rp16.550 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia melemah pada perdagangan hari Senin (23/3) seiring gelombang lockdown (karantina wilayah) yang terjadi di banyak negara. Situasi ini terjadi mengancam terjadinya banjir kebijakan panik untuk meredam apa yang mungkin menjadi resesi global yang dalam.

"Jadi pemberani atau bodoh seseorang yang mengatakan pasar saham telah mencapai titik terendah tanpa dibarengi dengan terobosan medis (mengatasi corona) yang dramatis," ujar Alan Ruskin, Kepala Analis pada lembaga Deutsche Bank.

Juga diperlukan bukti bahwa Cina dapat bangkit kembali dari virus tanpa menyalakan kembali infeksi, dan bahwa negara-negara besar lainnya telah mencapai titik terpuncak infeksi, tambahnya.

Tekanan makin keras melanda Indeks Nifty 50 di bursa saham India hingga tumbang 11,04 persen saat akhir sesi. Begitu pula dengan BSE Sensex melemah 11 persen. Bahkan kedua indeks acuan bursa India tersebut sempat terkena trading halt (penghentian perdagangan sementara) setelah terkoreksi 10 persen.

Sedangkan di pasar saham Singapura, Indeks Straits Times tumbang 7,49 persen.

Adapun Indeks S&P/ASX200 di market saham Australia melemah 5,62 persen ke level 4.546 disertai pelemahan seluruh sektor saham. Indeks Kospi di bursa Seoul, Korsel melemah 5,34 persen ke 1.482 dan Indeks Hang Seng (Hong Kong) melorot 4,57 persen.

Pasar saham Tiongkok akhirnya turun signifikan saat akhir sesi setelah pelemahan di sesi pagi sempat tertahan. Indeks Shanghai Composite down 3,11 persen ke 2.660. Indeks Shenzhen Composite turun 4,259 persen ke 1.631 dan Indeks Shenzhen Component melorot 4,52 persen ke level 9.691.
Barometer pasar saham Asia, Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo melawan arus tren regional dengan membukukan penguatan 2,02 persen 16.887. Di bursa yang sama, Indeks Topix naik 0,68 persen ke level 1.292.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 5,19 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 102,017 dibanding level sebelumnya di posisi 100 poin.
Kurs yen drop ke level 110,19 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,577 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6.

Bursa Eropa
Market saham Eropa tumbang saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (23/3) pagi waktu setempat. Wabah virus corona terus menelan korban komunitas internasional dan pasar keuangan.
Indeks DAX (Jerman) -4,80% ke level 8.500.
Indeks FTSE (Inggris) -5,00% di posisi 4.931.
Indeks CAC (Perancis) -4,11% pada level 3.882.

Oil
Harga minyak Brent lanjut melemah pada perdagangan hari Senin (23/3) di sesi sore. Pelemahan ini terjadi seiring eskalasi lockdown di berbagai negara untuk mengekang penyebaran wabah corona secara global. 
Wabah ini diketahui telah memangkas demand terhadap oil dan mengancam pelemahan ekonomi global.
Harga minyak WTI naik 1,3 persen ke level USD22,92 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 2,4 persen ke level USD26,33 per barel (03.28 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author