Bursa Siang:  Karantina Wilayah Direspon Negatif Market Regional, IHSG Juga Terpuruk

Bursa Siang: Karantina Wilayah Direspon Negatif Market Regional, IHSG Juga Terpuruk

Posted by Written on 23 March 2020


Ipotnews - Pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (23/3) IHSG masih di zona pelemahan setelah tergerus -2,83 persen (-161 poin) ke level 4.034.

Pelemahan IHSG berbarengan dengan tekanan yang terjadi di pasar saham regional. Market saham regional tertekan seiring banyaknya negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) guna memutus mata rantai penyebaran wabah corona.

Indeks LQ45 -4,99% ke 593.

Indeks IDX30 -5,07% ke 336.

Indeks IDX80 -5,33% ke 83.

Jakarta Islamic Indes (JII) -5,95% ke 405.

Indeks Kompas100 -4,90% ke 757.

Indeks Sri Kehati -4,59% ke 244.

Indeks SM Infra18 -5,95% ke 174.

Saham Teraktif: BBCABBRIPTBATLKMADROKAEFTCPI

Saham Top Gainers LQ45: SRIL,TOWRADROITMGBBCA

Saham Top Loser LQ45: PTBAAKRACPINJPFAINCOPWONUNTR

Nilai transaksi Rp2,93 triliun. Volume perdagangan sebanyak 26,85 juta lot saham. Investor asing net buy Rp14,49 miliar

Nilai tukar rupiah melemah -4,09 persen ke level Rp16.550 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia melemah saat sesi pagi pada perdagangan hari Senin (23/3) seiring gelombang lockdown (karantina wilayah) yang terjadi di banyak negara. Situasi ini terjadi mengancam terjadinya banjir kebijakan panik untuk meredam apa yang mungkin menjadi resesi global yang dalam.

"Jadi pemberani atau bodoh seseorang yang mengatakan pasar saham telah mencapai titik terendah tanpa dibarengi dengan terobosan medis (mengatasi corona) yang dramatis," ujar Alan Ruskin, Kepala Analis pada lembaga Deutsche Bank.

Juga diperlukan bukti bahwa Cina dapat bangkit kembali dari virus tanpa menyalakan kembali infeksi, dan bahwa negara-negara besar lainnya telah mencapai titik terpuncak infeksi, tambahnya.

Indeks Nifty 50 di bursa saham India tumbang 9,09 persen. Sedangkan di pasar saham Singapura, Indeks Straits Times tumbang 7,3 persen.

Adapun Indeks S&P/ASX200 di market saham Australia melemah 5,61 persen disertai pelemahan seluruh sektor saham. Indeks Kospi di bursa Seoul, Korsel melemah 3,98 persen dan Indeks Hang Seng (Hong Kong) melorot 3,75 persen.

Pelemahan pasar saham Tiongkok sedikit teredam. Indeks Shanghai Composite down 1,6 persen. Indeks Shenzhen Composite turun 1,927 persen dan Indeks Shenzhen Component melorot 2,26 persen.
Barometer pasar saham Asia, Indeks Nikkei 225 di bursa Tokyo melawan arus tren regional dengan membukukan penguatan 1,62 persen. Di bursa yang sama, Indeks Topix naik 0,15 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melemah 4,51 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 102,292 dibanding level sebelumnya di posisi 100 poin.
Kurs yen drop ke level 110,13 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,5761 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6.

Oil
Harga minyak WTI melemah pada perdagangan hari Senin (23/3) di sesi pagi. Pelemahan ini terjadi seiring eskalasi lockdown di berbagai negara untuk mengekang penyebaran wabah corona secara global. Wabah ini diketahui telah memangkas demand terhadap oil dan mengancam pelemahan ekonomi global.
Harga minyak WTI turun 0,7 persen ke level USD22,48 per barel. Sedangkan minyak Brent drop 4 persen ke level USD25,89 per barel (02.09 GMT).

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author