Bursa Pagi: Asia Dibuka Memerah, IHSG Bergerak di Area Negatif

Bursa Pagi: Asia Dibuka Memerah, IHSG Bergerak di Area Negatif

Posted by Written on 23 March 2020


Ipotnews - Mengawali pekan keempat Maret, (Senin,23/3), bursa saham Asia dibuka cenderung menurun tajam, melanjutkan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham Wall Street pada akhir pekan kemarin. 

Kekhawatiran akan dampak korona virus terhadap perekonomian masih menghantui sentimen investor. Indeks MSCI Asia ex-Jepang anjlok 1,72%.

Membuka perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka anjlok 5,73% , dipimpin kejatuhan harga saham sektor keuangan sebesar 7%. Indeks berlanjut menukik 6,92% (-333,20 poin) ke level 4.483,40 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat 0,36% (60,32 poin) menjadi 16.613,15, setelah dibuka menguat 0,6%, dan Topix menguat 0,1%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka terperosok 5,59% dan berlanjut terperosok 6,17% ke posisi 1.4699,54.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka amblas 5,02% (-1.145,52 poin) ke level 21.659,55 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China merosot 2,48% ke posisi 2.677,59.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah mampu membukukan kenaikan tajam pada akhir pekan kemarin dengan melonjak 2,18% ke level 4.194. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange turun 3,01% menjadi USD12,90.

Sejumlah analis berpendapat, pergerakan IHSG hari ini berpeluang melanjutkan proses kenaikan, dengan sinyal rebound di tengah tekanan tren bearish. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks berada di area negatif memasuki kondisi jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional yang dipicu oleh kekhawtiran investor akan dampak negatif pandemi covid-19 terhadap perekonomian diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah akan menjadi tambahan sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support di level 4,040 dan resistance di level 4,325.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: TLKM (Buy, Support: Rp2,780, Resist: Rp3,080), UNVR (Buy, Support: Rp6,025, Resist: Rp6,725), GGRM (Buy, Support: Rp38,100, Resist: Rp43,850), UNTR (Buy, Support: Rp12,800, Resist: Rp17,000).

  • ETF: XISC (Sell on Strength, Support: Rp383, Resist: Rp428), XPLQ (Sell on Strength, Support: Rp308, Resist: Rp324), XPSG (Sell on Strength, Support: Rp270, Resist: Rp282).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu tenggelam di zona merah, gagal melakukan reli di tengah perdagangan yang fluktuatif, di tengah ketidakjelasan akhir drama wabah Covid-19. Lebih dari 14.000 kasus COVID-19 telah dikonfirmasi di AS bersama dengan lebih dari 200 kematian, menurut Johns Hopkins University. Dow Jones turun lebih dari 17% pada pekan lalu, S&P 500 tergerus lebih dari 13% secara mingguan, dan Nasdaq menyusut 12,6% secara mingguan. Ketiga indeks acuan mencatatkan penurunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Dow turun lebih dari 24% untuk bulan Maret dan menuju penurunan satu bulan terbesar sejak September 1931. S&P 500 telah turun 22% bulan ini dan menuju kinerja bulanan terburuk sejak Mei 1940. Sejumlah faktor membebani pasar pada akhir pekan ini, di antaranya perintah tinggal di rumah di negara bagian New York, pembalikan cepat harga minyak mentah, dan penguatan dolar. Saham 3M jatuh lebih dari 9%. Sektor teknologi dalam S&P 500 anjlok 4% karena Microsoft turun 3,8%. Qualcomm terpenggal 6,3%. Cboe Volatility Index (VIX), pengukur kekhawatiran investor di bursa saham Wall Street, ditutup di atas 80 pada awal pekan ini, melampaui puncak krisis keuangan.

  • Dow Jones Industrial Average rontok 4,55% (-913,21 poin) ke level 19.173,98.

  • S&P 500 terjerembab 4,34% (-104,47 poin) ke posisi 2.304,92.

  • Nasdaq Composite terperosok 3,79% (-271,06 poin) menjadi 6.879,52.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri pekan lalu dengan membukukan kenaikan signifikan, meskipun masih melemah secara mingguan karena kekhawatiran terhadap guncangan ekonomi akibat wabah virus corona. 

Investor merespon positif kebijakan mengatasi keadaan darurat oleh bank sentral Inggris dan pembelian obligasi negara oleh Bank Sentral Eropa (ECB). Jumlah kematian akibat Covid-19 di Italia menyalip Cina, guncangan ekonomi dari wabah ini mengancam ekonomi global ke dalam resesi.

Indeks STOXX 600, melaju 1,82% menjadi 293,04, namun mencatatkan penurunan mingguan kelima secara beruntun. Sektor perjalanan dan wisata memimpin kenaikan, melonjak hampir 10% setelah menyentuh level terendah dalam 19 tahun terakhir pada awal pekan ini. Saham sektor energi meningkat 6%, keluar dari level terendah 24 tahun di awal pekan ini. Sektor-sektor defensif seperti telekomunikasi dan layanan kesehatan mencatat kinerja mingguan terbaik, namun saham sektor media turun 1,9% di akhir pekan. Saham Osram Licht AG meroket hampir 40% setelah Swiss AMS mengonfirmasi penawaran beli saham perusahaan tersebut. 

Emiten ritel Inggris Marks & Spencer, rontok 7% tertekan kekhawatiran dampak wabah terhadap bisnisnya.

  • FTSE 100, London naik 0,76% (39,17 poin) menjadi 5.190,78.

  • DAX 30 Frsnkfurt melonjak 3,7% (318,52 poin) ke posisi 8.928,95.

  • CAC 40 Paris melesat 5,01% (193,3 poin) ke level 4.048,8.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menguat pada perdagangan akhir pekan lalu melanjutkan reli yang menempatkannya di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008. Perebutan pendanaan global membuat mata uang lain berguguran. Dolar Australia hingga ke pound Inggris anjlok ke posisi terendah multi-tahun setelah penurunan suku bunga oleh bank sentral dan suntikan dana miliaran dolar gagal menenangkan pasar yang panik. Nilai tukar dolar AS naik sekitar 3,5% terhadap sekeranjang mata uang sepanjang pekan lalu. Tetapi pada perdagangan hari Jumat situasi sedikit reda setelah berhari-hari terjadi aksi jual. Indeks dolar naik 0,06% menjadi 102,817, setelah sempat turun 0,7% pada sesi sebelumnya.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.0688-0.0004-0.04%
Poundsterling (GBP-USD)1.16290.0144+1.25%
Yen (USD-JPY)110.930.22+0.20%
Yuan (USD-CNY)7.0963-0.0119-0.17%
Rupiah (USD-IDR)15,960.0047.50+0.30%

Sumber : Bloomberg.com, 20/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup menurun tajam, mengabaikan gelontoran stimulus dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah untuk meredam pukulan terhadap ekonomi akibat wabah virus korona. Harga minyak mentah WTI dan Brent keduanya terpenggal sekitar 40% dalam dua pekan terakhir sejak kegagalan pembicaraan pengurangan produksi OPEC +. Penyebaran Covid-19 membuat sebagian besar aktivitas dunia terhenti, negara-negara mengguyur stimulus ke dalam perekonomiannya

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD2,79 (-11,06%) ke posisi USD22,43 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,49 (-5,2%) ke posisi USD 26,98 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada akhir pekan lalu. 

Pembelian aset safe haven mengimbangi sikap investor yang cenderung lebih memilih dana tunai di tengah ketidakpastian ekonomi karena pukulan wabah virus korona. Namun secara mingguan, harga emas batangan melorot 3%, memasuki penurunan mingguan kedua. Bank sentral AS membuka keran bagi bank-bank sentral di sembilan negara untuk mengakses dolar dengan harapan mencegah kekacauan ekonomi global. Sejumlah negara meluncurkan langkah-langkah untuk membendung kerusakan ekonomi.

Jajak pendapat Reuters memperkuat keyakinan bahwa ekonomi global sudah dalam resesi karena pukulan terhadap aktivitas ekonomi telah meluas. Harga logam mulia lainnya, paladium naik 0,5% menjadi USD1,660,82 per ounce, platinum melonjak 4,6% menjadi USD613,54, perak naik 3,5% menjadi USD12,54, namun secara keseluruhan membukukan penurunan mingguan.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,84% menjadi USD1.482,57 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,34% menjadi USD1.484,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author