Bursa Pagi: Global- Regional Melaju Pesat, IHSG Harapkan Dorongan Sentimen Positif

Bursa Pagi: Global- Regional Melaju Pesat, IHSG Harapkan Dorongan Sentimen Positif

Posted by Written on 20 March 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (20/3), bursa saham Asia cerah, melanjutkan tren kenaikan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street didukung oleh guyuran paket stimulus dari Bank Sentral Eropa, dan Bank of England. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,69%. Bursa saham Jepang hari ini tutup.

Perdagangan saham hari dibuka dengan lompatan tinggi indeks ASX 200, Australia lebih dari 3% didukung lonjakan harga saham sektor keuangan di atas 5%, dan rebound harga minyak pada pembukaan Asia. Indeks beralnjut melesat 3,2% (153,10 poin) ke level 4.936,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melesat lebih dari 3% namun dengan cepat melandai menjadi 1,58%. Indeks berlanjut melonjak 2,09% ke posisi 1.488,12.

Melanjutkan tren lonjakan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melejit 2,02% (438,21 poin) ke level 22.147,34 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melaju 0,92% ke posisi 2.727,02.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kenaikan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup rontok 5,2% ke level 4.105. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 7,77% ke level USD13,3.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan ke bawah level 4.100, mengharap dorongan sentimen positif. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bearish continuation dengan momentum jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global dan naiknya beberapa komoditas seperti minyak mentah, timah serta batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks. Sementara itu terus bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal menjadi 309 dan 25 diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan bervasiasi cenderung melemah dengan  support  di level 3.880 dan  resistance  di level 4.330.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: SMGR ( SELL , Support: Rp5,675, Resist: Rp6,290), MNCN (Sell on Strength, Support: Rp855, Resist: Rp965), INTP ( SELL , Support: Rp8,950, Resist: Rp9,625), AKRA (Sell on Strength, Support: Rp1,560, Resist: Rp1,925).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp174, Resist: Rp198), XPID ( SELL , Support: Rp313, Resist: Rp361), 

    XIHD ( SELL , Support: Rp291, Resist: Rp335).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi menguat, sedikit menghapus kerugian dari hari sebelumnya, didukung lonjakan saham raksasa teknologi. Di awal sesi, Dow Jones dan S&P 500 sempat merosot lebih dari 3%, namun bergerak naik setelah saham-saham sektor energi melejit lebih dari 6%. Produsen minyak seperti Diamondback Energy dan Apache melambung lebih dari 11% karena harga kontrak berjangka minyak mentah WTI meroket 23%. Saham Netflix dan Facebook melesat 5,3% dan 4,2%, Amazon melejit 2,8%.

AS mencatat 9.790 kasus infeksi virus korona, dan lebih dari 150 di antaranya meninggal dunia. Pihak berwenang memperkirakan jumlah tersebut akan melonjak dalam beberapa hari mendatang karena peningkatan pengujian setelah sempat tertunda. Data mingguan klaim pengangguran awal AS melonjak 70.000 menjadi 281.000, level tertinggi sejak September 2017. Anggota parlemen di Capitol Hill mendorong paket stimulus USD1 triliun, yang akan memberikan bantuan kepada individu dan UKM, serta menopang maskapai penerbangan.

  • Dow Jones Industrial Average melaju 0,95% (188,27 poin) ke level 20.087,19.

  • S&P 500 naik 0,47% (11,29 poin) menjadi 2.409,39.

  • Nasdaq Composite 2,3% (160,73 poin) ke level 7.150,58.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga dituup menguat, setelah berfluktuasi sepanjang sesi. Investor memantau perkembangan wabah Covid-19 dan merespon positif kebijakan baru dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE). Bank Sentral Inggris mengumumkan pemotongan suku bunga kejutan, dan meningkatkan program pembelian obligasi. Sebelumnya ECB mengumumkan "Pandemic Emergency Purchase Programme" yang akan menggunakan 750 miliar euro untuk membeli sekuritas guna membantu mendukung ekonomi Eropa.

Indeks STOXX 600 melonjak 2,91% menjadi 287,80, dipimpin kenaikan harga saham telekomunikasi sebesar 5%, sementara harga saham basic resources turun 0,4%. Saham operator pelayaran Carnival melonjak 18%, saham Osram Licht longsor 20%, Investec dan Hammerson rontok sekitar 13%. Data sentimen bisnis Jerman, Maret ini anjlok menjadi 87,7 dari 96,0 pada Februari, penurunan terbesar sejak 1991, terendah sejak Agustus 2009.

  • FTSE 100 London melonjak 1,40% (71,03 poin) menjadi 5.151,61.

  • DAX 30 Frankfurt melesat 2,0% (168,72 poin) ke level 8.610,43.

  • CAC 40 Paris melejit 2,68% (100,66 poin) ke posisi 3.855,50.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan. Kekhawatiran akan kejatuhan ekonomi akibat virus korona terus mendorong permintaan  greenback,  meski bank sentral global telah mengambil tindakan untuk mengurangi tekanan pasar. Reli dolar menjatuhkan sejumlah mata uang ke posisi terendah multi-tahun.

Dolar terus menguat, meski bank sentral global telah memompa miliaran dolar dalam suntikan likuiditas darurat dalam beberapa hari terakhir dan memperkuat swap lines dengan beberapa bank sentral global, tekanan pendanaan dolar tetap memburuk. Investor menjual apa yang bisa dilepas untuk menyimpan uang mereka dalam dolar. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang negara maju melejit 1,58% menjadi 102,75.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.0662-0.0030-0.28%7:32 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.1483-0.0002-0.02%7:31 PM
Yen (USD-JPY)111.040.33+0.30%7:32 PM
Yuan (USD-CNY)7.10820.0611+0.87%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,912.50690.00+4.53%4:41 AM

Sumber : Bloomberg.com, 19/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak naik. Minyak WTI ditutup melonjak 25%, memulihkan tekanan aksi jual dalam tiga sesi. Harga minyak menguat setelah Presiden AS Donald Trump, mengatakan akan terlibat mengatasi perselisihan antara Arab Saudi dan Rusia "pada waktu yang tepat." Bank sentral global juga terus bergerak untuk mengurangi kejatuhan ekonomi dan keuangan global.

Harga minyak mentah WTI dan Brent kehilangan setengah nilainya dalam waktu kurang dari dua pekan, sejak 6 Maret lalu, akibat kegagalan Arab Saudi dan Rusia dalam mencapai kesepakatan pembatasan produksi, dan  lockdown  sejumlah negara akibat wabah virus korona memberikan tekanan pada pasar.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI melonjak USD4,85 (24%) menjadi USD25,22 per barel .

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD3,59, (14,4%), menjadi USD28,47 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup tergelincir lebih dari 1%, tertekan lonjakan dolar ke level tertinggi multi-tahun. Pandemi virus korona mengancam akan melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mendorong investor untuk menjual aset dan menyimpan dana mereka dalam bentuk tunai. Dolar mencatat level tertinggi tiga tahun karena kuatnya permintaan meskipun terjadi operasi injeksi likuiditas oleh bank sentral di seluruh dunia.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun 0,7% pada sesi Rabu. Harga logam mulia lainnya; palladium melesat 3,4% menjadi USD1.641,52 per ounce, platinum anjlok 5,1% menjadi $ 592,83, perak naik 0,5% menjadi USD12,05.

  • Harga emas di pasar spot merosot 1,2% menjadi USD1.468,42 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,1% menjadi USD1.479,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author