Bursa Siang: Tanpa Katalis IHSG Mengikuti Gerak Pelemahan Market Regional

Bursa Siang: Tanpa Katalis IHSG Mengikuti Gerak Pelemahan Market Regional

Posted by Written on 19 March 2020


Ipotnews - Level Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) masih terus terpangkas hingga finis sesi I pada perdagangan hari Kamis (19/3). Bahkan perdagangan sempat dihentikan sementara (trading halt) setelah IHSG terkoreksi lebih 5 persen pada pukul 09.37 WIB.

Pada perdagangan hari ini, IHSG masih di zona bearish setelah IHSG tergerus -5,35 persen (-232 poin) ke level 4.099.

Indeks LQ45 -6,83% ke 610.

Indeks IDX30 -6,85% ke 335.

Indeks IDX80 -6,77% ke 84.

Jakarta Islamic Indes (JII) -6,72% ke 405.

Indeks Kompas100 -6,69% ke 772.

Indeks Sri Kehati -6,83% ke 252.

Indeks SM Infra18 -6,70% ke 173.

Saham Teraktif: PURAUNVRTOWRBDMNTINSADHIAYLS

Saham Top loser LQ45: BBTNTOWRPTPPADROUNVRPWONSCMA

Nilai transaksi Rp2,45 triliun. Volume perdagangan sebanyak 29,31 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp433,14 miliar

Nilai tukar rupiah melemah -1,32 persen ke level Rp15.400 terhadap USD (12.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia kehilangan momentum lagi pada sesi perdagangan siang ini seiring ketakutan dampak pandemik corona terhadap perekonomian terus menjadi sentimen yang membebani investor. Market regional bergerak di zona negatif pada perdagangan hari Kamis (19/3).

Market saham Korsel memimpin pelemahan market Asia setelah Indeks Kospi turun lebih dari 9 persen. Indeks Kosdaq di bursa saham yang sama turun 9,66 persen. Pasar saham Korsel sempat dihentikan sementara (trading halt) pasca Kospi turun 8 persen.

"Saya ingin mengatakan market pada titik saat ini dalam kondisi tidak layak investasi," kata Daniel Cuthbertson, Analis pada lembaga Value Point Asset Management (Sydney) seperti dikutip Reuters. Menurut dia, sampai pelaku pasar mendapatkan kontraksi global, pasar hanya akan menjadi tanpa arah.

Pelemahan tajam terjadi pula di bursa Hong Kong. Indeks Hang Seng tumbang lebih dari 4 persen. Di pasar saham Filipina, Indeks PSE Composite turun 11,57 persen dan sempat terkena trading halt pada awal pekan ini.

Begitu pula dengan Jakarta Composite Index JCI/IHSG) turun lebih dari 5 persen dan dihentikan sementara perdagangannya.
Di bursa Australia, Indeks S&P/ASX200 turun lebih dari 3 persen. Di awal perdagangan sempat menguat lebih dari 2 persen. Biro Statistik Australia mengumumkan tingkat persentase pengangguran di periode Februari mencapai 5,1 persen.
Sedangkan di di pasar saham Tiongkok, Indeks Shenzhen composite turun 1,461 persen. Indeks Shanghai composite melemah lebih dari 2 persen.
Sementara Indeks Nikkei 225 di pasar saham Tokyo juga bergerak di teritori negatif saat sesi perdagangan siang masih berlangsung. Nikkei 225 terkoreksi turun lebih dari 1 persen. Namun Indeks Topix melaju 0,42 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melorot 5,72 persen.
Indeks dolar AS bangkit ke level 101,361 dibanding level sebelumnya di posisi 100 poin.
Kurs yen drop ke level 109,26 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 106 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,5562 dibanding level sebelumnya sebesar $0,61.

Oil
Harga minyak menguat pada perdagangan hari Kamis (19/3) di sesi pagi, memantul naik dari koreksi tajam sebelumnya. Harga minyak Brent naik 8 persen ke level USD26,98 per barel (00.28 GMT). Sedangkan minyak WTI juga naik 17 persen ke level USD23,81 per barel.

(cnbc/reuters/idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author