Bursa Pagi: Dibuka Naik Asia Berbalik Arah, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Dibuka Naik Asia Berbalik Arah, IHSG Bearish di Area Jenuh Jual

Posted by Written on 19 March 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Kamis (19/3) dibuka melaju, merespon positif paket stimulus darurat Bank Sentral Eropa, melawan tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street. 

Namun indeks berlanjut melemah, dihantui kekhawatiran penyebaran Covid-19. Data WHO menyebutkan, sejauh ini, sedikitnya tercatat 207.860 kasus infeksi virus korona dan 8.657 meninggal dunia. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 1,3%.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia naik 0,41%, setelah dibuka melompat 2% jelang rilis data ketenagakerjaan pagi ini, di tengah kenaikan harga minyak pada pembukaan pasar Asia. Indeks berbalik melorot 1,32% (-65,40 poin) ke level 4.887,80 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang menguat tipis 0,1% (17,22 poin) di posisi 16.743,77, setelah dibuka melesat 2,02% dan Topix melonjak 2,15% diwarnai pelemahan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,46% dan berlanjut terjungkal 4,15% ke level 1.525,21.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% (-70,44 poin) ke posisi 22.221,38 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menyusut 0,34% menjadi 2.719,41.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang berlawanan arah, setelah terbenam di teritori negatif sepanjang sesi perdagangan kemarin, anjlok 2,83% ke level 4.330. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terjungkal 10,43% menjadi USD14,42.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan menunjukkan tanda-tanda technical rebound di tengah tekanan tren bearish, menyambut keputusan suku bunga Bank Indonesia. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks masih memperlihatkan adanya potensi bearish continuation di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, diluncurkannya program pembelian aset oleh ECB senilai USD819 miliar untuk menangkal dampak negatif pandemi covid-19 diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu kembali bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal akibat pandemi Covid-19 di dalam negeri dan melemahnya semua harga komoditas diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan.

IHSG diprediksi akan bervariasi cenderung melemah dengan support di level 4.200 dan resistance di level 4.450. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: KLBF (Buy, Support: Rp995, Resist: Rp1.095), MDKA (Buy, Support: Rp1,070, Resist: Rp1,120), 

    MIKA (Buy, Support: Rp1,730, Resist: Rp1,900), MYOR (Buy, Support: Rp1,630, Resist: Rp1,710).

  • ETF: XDIF ( SELL , Support: Rp308, Resist: Rp334), XPES ( SELL , Support: Rp262, Resist: Rp284), 

    XPDV ( SELL , Support: Rp302, Resist: Rp328).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di titik terendah yang baru, investor mengkhawatirkan kerusakan ekonomi yang diakibatkan pandemi virus korona dan analis memperingatkan resesi yang mendalam. Gelombang aksi jual menggulung pasar karena harga minyak mentah mengalami penurunan. Kejatuhan indeks sedikit tertahan setelah Senat memperoleh suara untuk meloloskan rencana bantuan mengatasi dampak virus korona dan meningkatkan cuti berbayar. Departemen Keuangan AS mengusulkan dua putaran pembayaran langsung kepada warga negara, bernilai USD250 miliar dan akan dimulai 6 April, serta meminta izin untuk menghentikan pasar uang.

Gedung Putih dikabarkan sedang mengupayakan paket stimulus senilai antara USD850 miliar hingga lebih dari USD1 triliun. Saham terkait minyak bumi rontok setelah harga minyak WTI terjungkal 24% menjadi USD20,37 per barel, terendah sejak 2002. General Motors terjungkal 17,3% dan Ford menyusut 10,2% setelah mengatakan akan menutup pabrik di Amerika akibat virus tersebut. Simon Property Group,terperosok 23,7% karena mengumumkan akan menutup sementara semua mal.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 6,3% (-1.338,46 poin) ke level 19.898,92.

  • S&P 500 menukik 5,18% (-131,09 poin) ke posisi 2.398,10

  • Nasdaq Composite anjlok 4,7% (-344,94 poin) menjadi 6.989,84.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menurun tajam, meski sejumlah negara Eropa berjanji untuk mengeluarkan miliaran dolar guna membantu bisnis dan warga negara menghadapi pandemi virus korona. Inggris mengumumkan paket hampir USD400 miliar untuk membantu bisnis melalui krisis tersebut.

Indeks STOXX 600 terjungkal 3,92% menjadi 279,66, dipimpin kejatuhan harga saham minyak dan gas hampir 10%. SSP Group, Wood Group dan Travis Perkins longsor lebih dari 25%, dan Airbus menukik 20%. Tapi saham operator bioskop Cineworld melonjak lebih dari 150%

  • FTSE 100 London Inggris terperosok 4,05% (-214,32 poin) menjadi 5.080,58.

  • DAX 30 Frankfurt tumbang 5,56% (-497,39 poin) ke posisi 8.441,71.

  • CAC 40 Paris rontok 5,94% (-236,94 poin) ke level 3.754,84.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat tajam, mencapai level tertinggi multi-tahun terhadap beberapa mata uang utama. Perusahaan dan investor merasa lebih aman memegang  greenback. Tanda-tanda stres ada di mana-mana ketika bank sentral global melanjutkan upaya untuk menjaga pasar uang tetap berfungsi dengan normal.

Bank Sentral Eropa, Bank sentral Inggris dan Bank sentral Swiss melepas dolar sebagai bagian dari suntikan pendanaan terkoordinasi terbesar oleh bank sentral sejak krisis keuangan 2007-2009. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju melesat sekitar 1,59% menjadi 101,16, tertinggi sejak April 2017.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.09530.0038+0.35%7:27 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.16170.0009+0.08%7:27 PM
Yen (USD-JPY)108.180.10+0.09%7:27 PM
Yuan (USD-CNY)7.04710.0425+0.61%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)15,222.5050.00+0.33%12:53 AM

Sumber : Bloomberg.com, 18/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges ditutup turun. Harga minyak WTI mencapai level terendah 18 tahun, ketika pemerintah di seluruh dunia mempercepat lockdown untuk melawan pandemi virus korona. Harga minyak berjangka kehilangan lebih dari setengah nilainya dalam 10 hari terakhir karena sekolah diliburkan, bisnis ditutup dan pemerintah di seluruh dunia mendesak warganya untuk membatasi pertemuan.

Penurunan di pasar AS dalam 10 hari terakhir merupakan yang terbesar untuk kontrak tersebut sejak diperkenalkan pada 1983. Goldman Sachs menyatakan, permintaan minyak global pada akhir Maret dapat turun sebanyak 8 juta hingga 9 juta barel per hari (bph), dan harga Brent turun ke level USD20 pada kuartal kedua. Menteri Perminyakan Irak meminta pertemuan darurat OPEC dan produsen non- OPEC untuk membahas tindakan segera guna mendukung pasar.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD6,58 (-24,4%) menjadi USD20,37 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD4,07 (-14,1%) menjadi USD24,67 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga berakhir jauh lebih rendah, investor membuang logam mulia demi uang tunai setelah langkah-langkah stimulus tambahan AS gagal menenangkan pasar. Kenaikan tajam nilai tukar dolar AS semakin menekan harga emas. The Fed mengatakan akan menghidupkan fasilitas pendanaan yang digunakan saat krisis keuangan 2008 untuk menempatkan kredit langsung ke bisnis dan rumah tangga karena kekhawatiran krisis likuiditas.

Gedung Putih meminta Kongres AS buntuk menyetujui paket USD500 miliar dalam bentuk pembayaran tunai kepada pembayar pajak dalam dua putaran yang akan dimulai 6 April. Harga emas telah anjlok lebih dari 12% atau lebih dari USD200 sejak melonjak melewati USD1.700 per ounce, pekan lalu. Harga logam mulia lainnya; palladium tergelincir 2,1% menjadi USD1.608,50 per ounce, platinum menyusut 8,8% menjadi USD602,83, dan perak jatuh 5,9% menjadi USD11,85.

  • Harga emas di pasar spot merosot 2,7% menjadi USD1.486,82 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 3,1% menjadi USD1.477,90 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

  #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author