Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, Dorong Peluang Penguatan IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Naik, Dorong Peluang Penguatan IHSG

Posted by Written on 17 March 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini , Selasa (17/3), bergerak mixed berusaha keluar dari tekanan kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan terbenam lebih dalam di bursa saham Wall Street yang mencatatkan penurunan terbesar lebih dari 3 dekade. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,49%. Bursa global terus dihantui penyebaran Covid-19 yang telah melebihi 181.000 kasus , dan 7.113 meninggal dunia menurut John Hopkins University.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44% setelah tenggelam hampir 10 % pada sesi perdagangaan kemarin. Indeks berlanjut melesat 2,76% (138,10 poin) ke level 5.140,10 pada pukul 8:25 WIB.

Indeks Nikkei 225, Jepang berbalik melaju 1,10% (187,67 poin) ke posisi 17.189,71, setelah dibuka merosot 2,62%, dan Topix melorot 2,21% di tengah penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka anjlok 3,75% dan berlanjut turun 1,47% ke level 1.689,61.

Indeks Hang Seng, Hongkong bergerak melemah 0,07% (-17,24 poin) di posisi 23.046,33 setelah dibuka menguat pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,12% menjadi 2,792,55.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini masih dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup terpenggal 4,42% ke level 4.690. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange longsor 14,18% ke USD15,500.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpeluang berbalik menguat namun masih menunjukkan sinyal negatif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional serta harga komoditas yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa pandemi Covid-19 akan memicu resesi ekonomi, diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 4.525 dan resistance di level 4.830.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNVR (Buy on Weakness, Support: Rp6,725, Resist: Rp7,275), KAEF (Buy on Weakness, Support: Rp600, Resist: Rp755), INAF (Buy on Weakness, Support: Rp515, Resist: Rp625), 
  • TOWR (Buy on Weakness, Support: Rp700, Resist: Rp760).

  • ETF: XPFT ( SELL , Support: Rp388, Resist: Rp438), XIIC ( SELL , Support: Rp824, Resist: Rp922), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp341, Resist: Rp385).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan tajam. Indeks Dow Jones mencatatkan hari terburuk sejak "Black Monday" 1987 - bahkan setelah The Fed memulai kampanye stimulus moneter besar-besaran untuk menahan perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah wabah virus korona. Indeks berguguran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan wabah terburuk bisa bertahan hingga Agustus, dan AS mungkin menuju resesi. Gedung Putih sedang mempersiapkan keringanan pajak bagi konsumen dan  bailout  untuk industri penerbangan, membuat beberapa investor lebih optimistis di pasar.

Kendati langkah bank sentral dinilai dapat membantu meringankan pasar, namun banyak investor menyatakan bahwa pada akhirnya mereka belum merasa aman untuk mengambil risiko dan membeli ekuitas lagi, sebelum kasus Cpvid-19 mencapai puncaknya di AS. Kasus Covid-19 di AS melonjak menjadi 3.774 dan 69 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit mendesak pembatalan acara yang dihadiri lebih dari 50 orang. Gubernur New York, New Jersey dan Connecticut melarang makan di restoran dan membatasi acara hingga kurang dari 50 orang. Saham Chevron, Intel, Home Depot, McDonald's, dan United Health Group, semuanya melorot lebih dari 15 persen.

  • Dow Jones Industrial Average terbenam 12,93% (-2.997,10 poin) ke level 20.188,52.

  • S&P 500 terpenggal 11,98% (-324,89 poin) menjadi 2.386,13.

  • Nasdaq Composite tenggelam 12,32% (-970,28 poin) ke posisi 6.904,59.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup terpuruk di zona merah karena sebagian besar kawasan itu beralih ke mode shutdown untuk mencegah penyebaran virus korona baru. Spanyol memberlakukan lockdown  nasional selama 15 hari, yang melarang aktivitas yang tidak penting, dengan memberlakukan dekrit kondisi darurat, setelah mengonfirmasi jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Eropa, mengekor Italia. Prancis dan Jerman menutup sebagian besar ekonomi mereka dan memperkuat perbatasan. Presiden Komisi Eropa, mengusulkan untuk melarang sebagian besar pengunjung asing ke Eropa selama 30 hari. Pemerintah Inggris sekarang menghadapi desakan yang semakin besar untuk mengambil tindakan yang lebih drastis.

Indeks STOXX 600 anjlok 4,86% menjadi 284,63, dipimpin kejatuhan harga saham penerbangan sekitar 10%. Saham Tui rontok 13%, EasyJet tergerus 19%, Air France KLM anjlok 10% dan induk British Airways, IAG, longsor 27%. Pasar juga bereaksi terhadap langkah mengejutkan Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuannya menjadi nol dan meluncurkan program pelonggaran kuantitatif besar-besaran.

  • FTSE 100 London terpangkas 4,01% (-215,03 poin) menjadi 5.151,08.

  • DAX 30 Frankfurt terjungkal 5,31% (-489,83 poin) ke posisi 8.742,25.

  • CAC 40 Paris terjerembab 5,75% (-236,90 poin) ke level 3.881,46.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup melemah, tertekan oleh lonjakan yen, karena investor mengkhawatirkan penyebaran wabah virus korona. Mereka melepas aset berisiko, bahkan setelah The Fed menurunkan suku bunga menjadi nol dan meluncurkan babak baru pelonggaran kuantitatif dan akan meningkatkan  balance sheet- nya setidaknya USD700 miliar dalam beberapa pekan mendatang.

Namun sejumlah analis mengatakan yang dibutuhkan adalah kebijakan fiskal yang dapat memberi dukungan langsung ke industri yang terpukul langsung oleh virus korona. Apapun langkah yang diambil bank sentral di seluruh dunia dinilai tak akan mampu mencegah penurunan ekonomi global. Indeks dolar melorot 0,69% menjadi 98,069.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1163-0.0020-0.18%7:31 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2266-0.0005-0.04%7:31 PM
Yen (USD-JPY)106.190.36+0.34%7:31 PM
Yuan (USD-CNY)6.9932-0.0155-0.22%10.10 AM
Rupiah (USD-IDR)14,932.50155.00+1.05%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 16/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, hingga ke bawah USD30 per barel. 

Saudi Aramco menegaskan kembali rencana untuk mendongkrak produksi ke tingkat rekor guna meningkatkan pangsa pasar global, dan kemungkinan akan mempertahankannya hingga Mei nanti. Wabah virus korona di seluruh dunia memburuk selama akhir pekan lalu, menambah kekhawatiran bahwa lockdown sejumlah negara untuk menahan penyebaran penyakit itu akan memicu resesi global.

IHS Markit menyatakan, banjir pasokan dari Arab Saudi dan produsen lain dapat menghasilkan surplus minyak mentah hingga mencapai 800 juta hingga 1,3 miliar barel - dua atau tiga kali lipat dari akhir 2015, terbesar dalam sejarah. Pertemuan teknikal OPEC dan non- OPEC yang direncanakan Rabu di Wina dibatalkan karena upaya untuk menengahi Arab Saudi dan Rusia tidak membuat kemajuan.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD3,80 (-11,2%) menjadi USD30,05 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI merosot USD3,03 (-9,6%) menjadi USD28,70 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi pagi tadi berakhir anjlok lebih dari 5% karena investor melepas logam mulia untuk mendapatkan dana tunai. Beberapa investor dipaksa untuk menjual aset guna menutupi margin call, setelah pemangkasan suku bunga darurat kedua The Fed gagal meredakan ketakutan akan dampak virus korona di seluruh pasar. Harga emas menembus ke bawah pergerakan rata-rata 200 hari (MA-200). Bank sentral di Jepang, Australia, dan Selandia Baru bergabung dengan The Fed dalam mengumumkan pelonggaran moneter dramatis, sebuah upaya terkoordinasi yang tidak terlihat sejak krisis keuangan 2008.

Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, turun menjadi 931,59 ton pada sesi Jumat. Hrga logam mulia lainnya juga bergugugran. Harga platinum jatuh hampir 27% ke level terlemah sejak 2002, ditutup melorot 13,7% menjadi USD656,98 per ounce, palladium merosot 11% menjadi USD1.609,45, dan perak menyusut 12,5% menjadi USD12,84.

  • Harga emas di pasar spot melorot 2,6% menjadi USD1.490,01 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 2,0% menjadi USD1.486,5 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author