Bursa Sore: IHSG Bearish, Surplus Neraca Perdagangan Gagal Jadi Katalis Positif

Bursa Sore: IHSG Bearish, Surplus Neraca Perdagangan Gagal Jadi Katalis Positif

Posted by Written on 16 March 2020


Ipotnews - Gerusan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terus berlanjut hingga akhir perdagangan hari Senin (16/3). IHSG terpangkas -4,42 persen (-217 poin) ke level 4.690.

Data surplus neraca perdagangan periode Februari 2020 tak mampu menjadi katalis positif bagi IHSG.

BPS menyatakan neraca perdagangan periode Februari 2020 surplus sebesar USD2,34 miliar. Surplus ini diluar perkiraan lantaran terjadi di tengah kepanikan pasar akibat wabah corona. Catatan surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor pada periode tersebut sebesar USD13,94 miliar dan untuk nilai impor sebesar USD11,60 miliar.

Indeks LQ45 -5,83% ke 731.

Indeks IDX30 -5,82% ke 402.

Indeks IDX80 -5,91% ke 100.

Jakarta Islamic Indes (JII) -6,05% ke 483.

Indeks Kompas100 -5,51% ke 920.

Indeks Sri Kehati -5,50% ke 302.

Indeks SM Infra18 -6,69% ke 208.

Saham Teraktif: BBRIPURABBCABBNITLKMCAREMDKA

Saham Top Loser LQ45: BBCAKLBFICBPASII

GGRMBBRIWSKT

Nilai transaksi Rp6,46 triliun. Volume perdagangan sebanyak 55,40 juta lot saham. Investor asing net buy Rp238,11 miliar

Nilai tukar rupiah melemah -1,09 persen ke level Rp14.900 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia kembali terguncang pada perdagangan hari Senin (16/3) setelah the Fed memangkas suku bunga acuannya menjadi nol persen. The Fed juga melancarkan quantative easing masif sebagai langkah darurat.

"Skala dan ruang lingkup kebijakan ini luar biasa. Ini adalah tindakan dramatis," kata Nathan Sheets, analis pada lembaga PGIM Fixed Income seperti dikutip Reuters. Namun begitu menurut dia masih harus dilihat apakah pengumuman (the Fed) itu akan secara bermakna mengubah sentimen pasar.

Di sisi lain, Vishnu menilai ironis, karena pasar mungkin menganggap respon the Fed adalah suatu kepanikan, terutama karena kasus wabah virus corona melonjak secara global, mendorong kontrol perbatasan yang lebih sulit.

Bursa saham Australia memimpin pelemahan pasar saham Asia. Indeks S&P/ASX200 di bursa Australia tergerus lebih dari 9 persen. Subsektor finansial melemah paling buruk sebesar 11,1 persen.

Saham-saham bank papan atas di bursa Australia bertumbangan. Saham Australia and New Zealand Banking Group turun 12,5 persen. Commonwealth Bank of Australia turun 10,01 persen. Westpac turun 8,72 persen dan National Australia Bank turun 11,81 persen.

Di bursa Hong Kong, Indeks Hang Seng turun lebih dari 4 persen. Pasar saham China juga terpangkas dalam. Indeks Shenzhen Component drop 5,34 persen ke 10.253. Indeks Shenzhen Composite melemah 4,834 persen ke level 1.712.

Sementara Indeks Nikkei 225 di pasar saham Tokyo finis ke zona merah, turun lebih dari 2 persen. Indeks Topix tergerus 2,01 persen ke posisi 1.236.
Adapun Indeks Kospi di bursa Korsel masih berada di teritori negatif, turun lebih dari 3 persen. Indeks Nifty 50 (India) tumbang 5,11 persen. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) terkoreksi 4,99 persen.
Indeks dolar AS naik ke level 98,216 dibanding level sebelumnya di posisi 96 poin.
Kurs yen menguat ke level 106,31 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6143 dibanding level sebelumnya sebesar $0,64.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Market saham Eropa ambruk saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (16/3) pagi waktu setempat seiring banyak kawasan mengarah ke penghentian aktivitas untuk mengantisipasi perluasan baru wabah virus corona.
Indeks DAX (Jerman) -4,59% pada posisi 8.808.
Indeks FTSE (CAC) -4,75% ke level 5.111.
Indeks CAC (Perancis) -4,55% di posisi 3.930.

Oil
Koreksi harga minyak masih terus terjadi pada perdagangan hari Senin (16/3) di sesi sore seiring penurunan suku bunga secara darurat oleh the Fed gagal menenangkan pasar keuangan global yang panik akibat penyebaran wabah virus corona.
Harga minyak Brent drop USD2,07 ke level USD31,78 per barel (07.29 GMT). Sedangkan minyak WTI melorot USD1,38 sen ke level USD30,35 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author