Bursa Pagi: Asia Mixed, IHSG Berpeluang Pertahankan Penguatan

Bursa Pagi: Asia Mixed, IHSG Berpeluang Pertahankan Penguatan

Posted by Written on 16 March 2020


Ipotnews - Mengawali pekan ketiga Maret, Senin (16/3), bursa saham Asia dibuka mixed, merespon keputusan Federal Reserve AS yang memangkas suku bunga menjadi 0% dan merilis program pelonggaran kuantitatif dalam jumlah besar. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,39%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 5%, terseret kemerosotan harga saham sektor keuangan hingga lebih 5%, di tengah penurunan tajam harga minyak pada pembukaan Asia. Indeks berlanjut melorot 4,85% (-268,60 poin) ke level 5.270,70 pada pukul 8:05 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak sedikit melemah 0,08% (-13,14 poin) di posisi 17.417,91, setelah dibuka naik 0,56% dan Topix melaju 0,74%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melompat 0,94% dan berlanjut menguat 0,27% menjadi 1.776,31.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka meluncur turun 2,98% (-715,10 poin) ke level 23.317,81 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,34% menjadi 2.897,30.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil keluar dari tekanan penurunan pada akhir pekan lalu dengan menguat 0,24% ke level 4.907. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melesat 7,37% menjadi USD18,06.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan mencoba bertahan di zona hijau, dengan mengharapkan dukungan capital inflow dan rilis data perdagangan. Beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan dalam kondisi jenuh jual.

Tim Riset Indo Pemier berpendapat, kebijakan darurat The Fed memangkas suku bunga acuan menjadi 0.25% dari sebelumnya 1.25% dan QE senilai US$700 miliar, memberikan sinyal bahwa dampak pandemi covid-19 cukup signifikan,diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu terus bertambahnya korban terinfeksi dan meninggal covid-19 di dalam negeri akan menjadi tambahan katalis negatif bagi indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support di level 4.800 dan resistance di level 5.000.

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: ICBP (Buy, Support: Rp10,525, Resist: Rp11,425), TOWR (Buy, Support: Rp700, Resist: Rp830), 

    BBRI (Buy, Support: Rp3,610, Resist: Rp3,830), BBCA (Buy, Support: Rp27.800, Resist: Rp28.950).

  • ETF: XIIF (Buy, Support: Rp438, Resist: Rp500),R-LQ45X (Buy, Support: Rp808, Resist: Rp826), XIIT (Buy, Support: Rp440, Resist: Rp450).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan membukukan lonjakan indeks saham acuan, rebound dari penurunan tajam sehari sebelumnya yang tercatat terburuk sejak "Black Monday" 1987. 

Presiden AS Donald Trump menyatakan 50.000 tes virus korona baru akan tersedia pekan ini, ia juga meminta Departemen Energi untuk membeli minyak untuk cadangan strategis AS sehingga mendorong harga minyak.

Saham memulai hari dengan kenaikan di tengah harapan stimulus fiskal yang lebih besar dari pemerintah AS dan negara lainnya di seluruh dunia.

Menteri Keuangan dan Ketua DPR AS mengatakan Gedung Putih dan Kongres mendekati kesepakatan untuk stimulus ekonomi di tengah wabah corona. Pernyataan The Fed yang akan mulai membeli US Treasury di semua tenor, yang dimulai dengan obligasi 30 tahun mendorong sentimen positif. Saham Apple dan Facebook masing-masing melonjak lebih dari 10% memimpin kenaikan di Wall Street. Saham Alphabet, naik 9,3%, Amazon dan Netflix naik lebih dari 6%. Namun selama sepekan terakhir valuasi Dow Jones sudah anjlok 10%, S&P 500 dan Nasdaq turun lebih dari 8%.

  • Dow Jones Industrial Average melesat 9,36% (1.985 poin) ke level 23.185,62.

  • S&P 500 melonjak 9,29% (230,38 poin) ke posisi 2.711,02.

  • Nasdaq Composite melejit 9,35% (673,07 poin) menjadi 7.874,23.
Bursa saham utama Eropa mengakhiri tekanan hebat sepanjang pekan lalu, dengan berbalik menguat, meski tetap membukukan penurunan tajam dalam sepekan sebesar 18,7%, terburuk sejak Oktober 2008. Pelaku pasar terus diguncang kekhawatiran penyebaran pandemi virus corona (COVID-19). Virus corona telah menginfeksi lebih dari 137.000 orang di seluruh dunia, dengan lebih dari 5.000 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins. Italia tetap menjadi negara dengan dampak terburuk di Eropa dan dalam isolasi total, dengan kasus yang melampaui 15.000 dan lebih dari 1.000 kematian.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,43% ke level 299,16, ditopang lompatan harga saham sumber daya dasar sebesar 5,3%, saham otomotif melaju 1,5%, dan saham utilitas melompat 2,7%. Hampir semua sektor berada di zona hijau. Regulator perbankan Uni Eropa telah menunda uji stres perbankan tahun ini dan melonggarkan aturan modal untuk mendorong pemberi pinjaman untuk tidak mematikan pembiayaan terhadap ekonomi zona euro

  • FTSE 100 London melesat 2,46% (128,63 poin) ke level 5.366,11.

  • DAX 30 Frankfurt melaju 0,77% (70,95 poin) ke posisi 9.232,08.

  • CAC 40 Paris melonjak 1,83% (74,1 poin) menjadi 4.118,36.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York menutup pekan ini dengan membukukan kenaikan, melonjak terhadap safe-haven yen Jepang karena pasar saham pulih. Investor mendukung upaya pemerintah dan pembuat kebijakan untuk mengatasi dampak buruk wabah corona terhadap ekonomi. Ledakan spread swap pada Kamis mengisyaratkan bahwa investor menginginkan dolar. Laporan media bahwa Trump akan menyatakan kondisi darurat virus korona dinilai akan membuka pintu stimulus The Fed lebih banyak untuk memerangi penyakit tersebut. Indeks dolar AS naik 1,31% menjadi 98,749.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% Change
Euro (EUR-USD)1.1107-0.0078-0.70%
Poundsterling (GBP-USD)1.2278-0.0293-2.33%
Yen (USD-JPY)107.622.98+2.85%
Yuan (USD-CNY)7.0087-0.021-0.30%
Rupiah (USD-IDR)14,777.50255.50+1.76%

Sumber : Bloomberg.com, 13/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan kenaikan. Harga minyak melonjak lebih dari 5% dalam beberapa jam setelah Trump memerintahkan pembelian minyak mentah untuk cadangan minyak strategis nasional, ketika perusahaan-perusahaan energi AS terpukul oleh jatuhnya harga minyak.

Wabah coronavirus telah menyebabkan permintaan minyak mentah lebih lemah karena orang mengurangi perjalanan. Gangguan juga datang dari Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi ke level rekor 13 juta barel per hari. Harga minyak WTI telah tergerus 45% (ytd) tahun ini, dan harga saat ini 50% di bawah level tertinggi 52-pekan USD66,60, pada April lalu. Sektor energi sejauh ini merupakan yang berkinerja paling buruk tahun ini dalam indeks S&P 500, turun 47%, sementara sektor terburuk kedua adalah keuangan, yang turun 25%.

  • Harga minyak berjangka WTI naik USD1,61 (5,1%) menjadi USD33,13 per barel.

  • Harga minyak berjangka Brent naik USD1,71 (5,1%) menjadi USD34,93 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup berbalik arah, anjlok 4,5% menuju penurunan mingguan terbesar sejak 1983. Investor lebih suka uang tunai dan terus menjual emas untuk memenuhi margin call di pasar. Harga emas di pasar spot sudah turun lebih dari 9% sepanjang pekan lalu. Harga emas batangan telah kehilangan lebih dari USD180 per ounce sejak mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir di level USD1.702,56 pada Senin lalu.

Harga logam mulia lainnya; palladium turun 7,8% menjadi USD 1,689.33 per ounce meancatatkan penurunan mingguan lebih dari 34%. Platinum turun 3,7% menjadi USD734,74, turun lebih dari 18% selama sepekan, dan perak turun 2,4%menjadi USD15,45 menuju penurunan mingguan terbesar sejak 2011.

  • Harga emas di pasar spot turun 3,8% ke level USD 1,517,38 per ounce.

  • Harga emas berjangka anjlok 4,6% menjadi USD 1.516,60 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author