Bursa Pagi: Global-Regional Tenggelam di Zona Merah, Tutup Peluang Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Tenggelam di Zona Merah, Tutup Peluang Laju IHSG

Posted by Written on 13 March 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (13/3), bursa saham Asia dibuka berguguran melanjutkan tekanan kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street lebih dari 9%. Pasar merespon negatif pembatasan perjalanan dari Eropa ke AS, dan stimulus Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve, dan mengharapkan langkah lebih meyakinkan untuk meredam dampak wabah Covid-19. Indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka anjlok 2,75%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 7,23%, dan berlanjut menghujam 7,49% (-397,30 poin) ke level 4.907,30 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang rontok 9,0% (-1.671,19 poin) ke posisi 16.888,47, setelah dibuka terperosok 8,16%, dan Topix terjungkal 7,8%. Indek Kospi, Korea Selatan juga dibuka terpangkas 6,17%, dan berlanjut terpapas 6,72% menjadi 1.711,04.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terjerembab 7,36% (-1.789,75 poin) ke level 22.519,32 pada pukul 8:40 WIB. Indeks Shanghai Composite, China anjlok 4,10% ke posisi 2.803,54.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren kejatuhan indeks global dan regional, setelah tenggelam ke bawah level 5.000 pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup terpuruk 5,01% di level 4.895. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange tumbang 13,07% ke level USD16,82.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini bakal sulit kembali ke atas level 5.000, mengindikasikan potensi bearish continuation dibayangi sentimen market global dan regional. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya proses pelemahan memasuki area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional, serta turunnya harga komoditas yang dipicu oleh kehawatiran investor akan semakin meluasnya penyebaran virus korona diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 4.780 dan resistance di level 5.000. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan antara lain;

  • Saham: BNLI (Buy on Weakness, Support: Rp1.250, Resist: Rp1.295), SSMS (Buy, Support: Rp785, Resist: Rp815), INDF ( SELL , Support: Rp6.550, Resist: Rp6.800), ICBP ( SELL , Support: Rp10.300, Resist: Rp10.775).

  • ETF: XPSG ( SELL , Support: Rp320, Resist: Rp366), XPLQ ( SELL , Support: Rp362, Resist: Rp412), 

    XBLQ ( SELL , Support: Rp352, Resist: Rp398).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan lebih dari 9%, terburuk sejak "Balck Monday" 1987. Presiden AS Donald Trump dan Federal Reserve gagal mengatasi kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat virus korona. Wall Street dibuka berguguran dan sempat dihentikan sementara, setelah dibuka 15 menit pertama, karena mencapai ambang batas "circuit-braker" yang digunakan bursa AS. Kejatuhan indeks sempat tertahan setelah The Fed mengumumkan akan meningkatkan operasi pendanaan  overnight  menjadi lebih dari USD500 miliar, menawarkan lebih banyak operasi repo senilai USD1 triliun, dan memperluas jenis sekuritas yang akan dibeli sebagai cadangan.

Sementara itu, Trump mengumumkan pembatasan perjalanan dari Eropa selama 30 hari sebagai upaya meredam penyebaran virus korona., dan akan memberikan bantuan keuangan bagi pekerja dan warga yang yang terjangkit virus korona. Namun dengan cepat indeks kembali meluncur turun karena investor menunggu langkah yang lebih agresif dan tepat sasaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menargetkan wabah virus korona secara langsung. Saham perjalanan dan wisata, serta saham restoran berguguran.

  • Dow Jones Industrial Average menghujam 9,99% (-2,352.60 poin) ke level 21.200,62.

  • S&P 500 longsor 9,5% (-260,74 poin) ke posisi 2.480,64.

  • Nasdaq Composite terpenggal 9,4% (-750,25 poin) menjadi 7.201,80.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan hari terburuk dalam sejarah, karena investor bereaksi negatif terhadap keputusan Trump membatasi perjalanan dari Eropa, dan keputusan ECB untuk tidak menurunkan suku bunga. Indeks STOXX 600 ambruk 11,48% ke level 294,93. Saham perjalanan dan wisata rontok 12,8% menyusul pengumuman Trump. Indeks FTSE MIB Italia menguap 16,92% (-3.034,20 poin) menjadi 14.894,44.

Trump mengatakan akan menangguhkan semua perjalanan dari 26 negara Eropa ke AS selama 30 hari, mulai Jumat malam ini. Inggris dan Irlandia dibebaskan dari pembatasan itu, seperti halnya warga negara AS yang telah menjalani screening virus. Ia menyalahkan Eropa karena tidak mengambil tindakan yang memadai untuk mengendalikan penyebaran virus korona. Bank Sentral Eropa (ECB), memutuskan tidak memotong suku bunga, meski pasar mengekspektasi pengurangan di tengah wabah Covid-19. ECB mengumumkan sejumlah langkah untuk mendukung kredit perbankan, dan memperluas program pelonggaran kuantitatif (QE) sebesar 120 miliar euro (USD135,28 miliar).

  • FTSE 100 London terpenggal 10,87% (-639,04 poin) menjadi 5.237,48.

  • DAX 30 Frankfurt longsor 12,24% (-1.277,55 poin) ke level 9.161,13.

  • CAC 40 Paris tenggelam 12,28% (-565,99 poin) ke posisi 4.044,26.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir menguat, di tengah pelemahan euro, setelah ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan investor tidak terkesan dengan langkah-langka stimulus yang ditawarkan. Dolar menguat etelah The Fed mengatakan akan menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem perbankan. Dolar sebelumnya tertekan setelah Trump menolak perjalanan dari Eropa untuk membendung virus korona.

Pasar juga kecewa dengan kurangnya langkah-langkah yang lebih luas dalam rencana Trump untuk melawan pandemi virus korona.Federal Reserve Bank of New York mengatakan akan memperkenalkan operasi repo baru pekan ini senilai USD1,5 triliun dan mulai membeli US Treasury berbagai tenor sebagai bagian dari upaya untuk membendung dampak kejatuhan pasar modal. Indeks dolar terakhir naik 1% menjadi 97,468.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1179-0.0006-0.05%7:23 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.25750.0004+0.03%7:24 PM
Yen (USD-JPY)104.82000.1800+0.17%7:24 PM
Yuan (USD-CNY)7.02970.0697+1.00%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,522.00148.00+1.03%--

Sumber : Bloomberg.com, 12/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi tadi bergerak turun. Harga minyak Brent anjlok hingga 7%, setelah Trump membatasi perjalanan dari Eropa menyusul pernyataan resmi pandemi wabah Covid-19 dari WHO. Guyuran pasokan minyak murah dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mengobatkan perang harga dengan Rusia, menambah tekanan pada harga. Brent dan WTI jatuh sekitar 50% dari level tertinggi yang dicapai pada Januari.

Sementara itu, permintaan minyak global diproyeksikan akan mengalami kontraksi pada 2020 untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Badan Energi Internasional pekan ini menurunkan perkiraan tahunannya hampir 1 juta barel per hari, atau 1% dari permintaan global. Permintaan pada kuartal pertama tahun ini turun tajam, sebagian besar karena dampak virus pada aktivitas ekonomi di China.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD2,57 (-7,2%) menjadi USD33,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI merosot USD1,48 (-4,5%) menjadi USD31,50 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menurun tajam, lebih dari 3%, di tengah kenaikan indeks dolar AS, dan kejatuhan indeks saham Wall Street. Pasar kebingungan menghadapi wabah Covid-19 dan upaya pemerintah dan bank bank sentral sejumlah negara untuk meredam pelemahan pertumbuhan ekonomi. Panic selling dan profit taking bergantian mewarnai pasar modal dan aset lainnya di tengah merebaknya Covid-19.

Harga logam mulai lainnya juga berguguran. Paladium terjengkang 28% ke level USD1.653,51 per ounce karena  panic selling  terpengaruh kejatuhan harga saham di bursa Wall Street. Harga perak turun 5,6% menjadi USD15,79 per ounce, dan platinum anjlok 11% menjadi USD768.

  • Harga emas di pasar spot turun 3,2% menjadi USD1.582,35 per ounce.

  • Harga emas berjangkajuga turun 3,2% menjadi USD1.590,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author