Bursa Pagi: Global-Regional Merah Total, IHSG Bearish Masuk Area Jenuh Jual

Bursa Pagi: Global-Regional Merah Total, IHSG Bearish Masuk Area Jenuh Jual

Posted by Written on 12 March 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini kembali dibuka merah pekat, terseret kejatuhan indeks acuan di bursa saham Wall Street yang memasuki bear market, setelah WHO mengumumkan wabah Covid-19 yang disebabkan virus korona baru sebagai pandemi global. Indeks MSCI Asia ex-Jepang melorot 0,62%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia sebesar 2,64%. Indeks berlanjut meluncur turun 2,03% (-116,40 poin) ke level 5.609,50 pada pukul 8:20 WIB.  

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang terperosok 1,76% (-341,63 poin) ke posisi 19.074,43, setelah dibuka anjlok 1,74% dan Topix terjungkal 1,78% di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,84% dan berlanjut menukik 1,44% ke level 1.880,80.

Melanjutkan tren kejatuhan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka terjerembab 2,27% (-573,94 poin) ke level 24.657,67 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China merosot 1,09% ke posisi 2.936,02. Sementara itu, penurunan indeks ASX 200, dan Nikkei 225 berlanjut hingga lebih dari 3%.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ini dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan bursa saham global dan regional, setelah gagal bertahan di teritori positif pada sesi perdagangan kemarin dan ditutup anjlok 1,285 ke leve 5.154. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange rontok 6,30% menjadi USD19,35.

Sejumlah anlis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan bergerak fluktuatif melanjutkan tren  bearish  dengan kemungkinan menguat. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi bearish continuation masuk ke area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya indeks bursa global dan regional, serta turunnya harga komoditas yang dipicu oleh semakin meluasnya penyebaran virus korona di luar China, menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus korona di dalam negeri menjadi 34 orang dengan korban meninggal 1 orang akan menjadi tambahan sentiment negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.085 dan resistance di level 5.230. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: MDKA (Buy, Support: Rp1.215, Resist: Rp1.270), SIDO (Buy, Support: Rp1.245, Resist: Rp1.285), BBRI ( SELL , Support: Rp3.850, Resist: Rp3.950), MYOR (Buy, Support: Rp1.805, Resist: Rp1.900).

  • ETF: XISI ( SELL , Support: Rp249, Resist: Rp267), XISC ( SELL , Support: Rp532, Resist: Rp570), 

    XIPI ( SELL , Support: Rp148, Resist: Rp152).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup anjlok ke titik terendah baru, dilanda aksi jual di tengah penyebaran cepat virus korona, serta ketidakpastian respons fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Dow Jones rontok lebih dari 20% di bawah rekor penutupan bulan lalu. Presiden AS Donald Trump, menyebutkan tarif pajak gaji 0% hingga akhir tahun, namun waktu penerapan kebijakan tersebut masih belum pasti. Komite Keuangan Senat, mengatakan pemotongan pajak seperti itu harus dieksaminasi, dan anggota parlemen yang berpengaruh menolak keras rencana bantuan pajak gaji yang diusung pemerintah.

Harga saham berguguran setelah WHO menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Jumlah kasus virus korona di seluruh dunia mencapai 121.000 dan lebih dari 4.300 orang meninggal, ada lebih dari 1.000 kasus telah dikonfirmasi di AS. Saham maskapai penerbangan dan cruise line; American, Delta, United, dan JetBlue melorot sedikitnya 4,3%. Norwegian Cruise Line dan Carnival rontok 26,7% dan 9,5%. Boeing terpuruk 18,2% setelah mengumumkan rencana penghematan. Saham Bank of America dan JPMorgan Chase turun tajam 4% dan 4,7%. Citigroup terpangkas 8,6%, Morgan Stanley dan Goldman Sachs merosot lebih dari 6,5%.

  • Dow Jones Industrial Average ambles 5,9% (-1.464,94 poin) ke level 23.553,22.

  • S&P 500 jatuh 4,9% (-40,85 poin) ke posisi 2.741,38.

  • Nasdaq Composite tergerus 4,7% (-392,20 poin) menjadi 7.952,05.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup lebih rendah, berbalik arah setelah investor mencermati penyebaran virus korona. Bank of England (BOE), mengumumkan pemotongan darurat suku bunga dari 0,75% menjadi 0,25% untuk membatasi dampak ekonomi virus korona dan mengumumkan skema pendanaan jangka pendek untuk mendukung usaha kecil dan menengah, serta membantu bank komersial mengucurkan kredit lebih banyak. Menteri Keuangan Rishi Sunak mengumumkan stimulus fiskal,senilai USD39 miliar, termasuk pemotongan pajak.

Indeks STOXX 600 anjlok 0,74% menjadi 333,17, setelah melonjak lebih dari 2% pada awal sesi. Saham perjalanan dan wisat memimpin penurunan, merosot 4%, sementara sektor perbankan dan bahan kimia naik hampir 1%. Saham Adidas anjlok 9,1% setelah memperingatkan penurunan penjualan di China. Kontraktor keamanan G4S terpuruk 29% karena membukukan rugi tahunan karena biaya USD375 juta terkait bisnis tunai di Inggris.Perusahaan tambang mineral Jerman K+S melesat 10,2% meski itu melaporkan penurunan laba inti kuartal keempat. Saham Knorr Bremse naik 8,5%.

  • FTSE 100 London merosot 1,40% (-83,71 poin) ke level 5.876,52.

  • DAX 30 Frankfurt turun 0,35% (-36,81 poin) menjadi 10.438,68.

  • CAC 40 Paris berkurang 0,57% (-26,36 poin) ke posisi 4.610,25.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi juga berakhir sedikit menguat, meski terbebani kejatuhan bursa saham. Kekhawatiran penyebaran virus korona mendorong investor ke aset safe-haven sebagian besar menuju surat utang pemerintah yang dianggap lebih aman. Poundsterling berfluktuasi setelah Bank of England tiba-tiba memotong suku bunga. Investor kecewa karena ketidakjelasan stimulus Trump untuk meredam perlambatan dan menghentian penyebaran virus korona. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju menguat 0,1% menjadi 96,507.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1262-0.0008-0.07%7:30 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2818-0.0002-0.02%7:30 PM
Yen (USD-JPY)104.580.04+0.04%7:30 PM
Yuan (USD-CNY)6.960.0028+0.04%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,374.0022.50+0.16%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, anjlok hingga 4%, setelah WHO mengatakan wabah global virus korona resmi menjadi pandemi global. Harga aset berisiko berguguran setelah jumlah kasus virus korona meningkat dan banyak negara membatasi perjalanan. OPEC dan Badan Informasi Energi (EIA) AS memangkas perkiraan permintaan minyak karena wabah virus korona, dan melihat adanya kontraksi permintaan berkont pada kuartal pertama.

Produsen besar minyak mengumumkan rencana peningkatan perang harga. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengumumkan rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi setelah kegagalan kesepakatan pengurangan produksi oleh OPEC +. Kementerian Energi Saudi mengarahkan Saudi Aramco untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 13 juta dari 12 juta barel per hari (bph). BUMN minyak UEA, ADNOC, juga akan meningkatkan pasokan minyak menjadi lebih dari 4 juta bph pada April, dan mempercepat kenaikkan kapasitas produksinya menjadi 5 juta bph.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent turun USD1,43 (-3,8%), menjadi USD35,79 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI turun USD1,38 (-4%) menjadi USD32,98 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi juga bergerak turun, setelah naik 1,3% di awal sesi. Para pedagang menjual emas guna meng-cover  margin di pasar saham yang terpukul oleh ketakutan penyebaran global virus korona. Gedung Putih dan Kongres merundingkan langkah-langkah stimulus, meski belum ada tanda langsung menuju kesepakatan. Federal Reserve AS diperkirakan memotong suku bunga lebih lanjut dalam rapat kebijakan bulan ini. Bank of England menurunkan suku bunga darurat dan merilis paket untuk memerangi perlambatan ekonomi. Bank Sentral Eropa diperkirakan juga akan merilis langkah-langkah stimulus yang baru, Kamis ini.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun kembali meluncur ke rekor terendah Senin. Kepemilikan dalam ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, bertahan mendekati level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Harga logam mulia lainnya; palladium anjlok 4,4% menjadi USD2.312,62 per ounce, platinum turun 0,2% menjadi USD866,87, dan perak melemah 0,4% menjadi USD16,79.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi USD1.642,98 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,2% menjadi USD1.642,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author