Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Bayangi Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Asia Bergerak Turun, Bayangi Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 11 March 2020


Ipotnews -Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (11/3), dibuka mixed dan berlanjut turun, investor menunggu kelanjutan perkembangan rencana stimulus untuk meredam dampak ekonomi wabah virus korona, yang telah mendongkrak kenaikan signifikan indeks acuan di bursa saham Wall Street.

Presiden AS Donald Trump mengusulkan pajak penghasilan 0% untuk tahun ini, dan Jepang menyiapkan paket senilai USD4 miliar. Indeks MSCI Asia ex-Jepang bergerak mendatar.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200, Australia dibuka melorot lebih dari 1%, dan berlanjut anjlok 1,38% (-82,0 poin) ke level 5.857,60 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,39% (-76,98 poin) menjadi 19.790,14, setelah dibuka menguat 0,16%, dan Topix melaju 0,73%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka cenderung mendatar, namun berbalik turun 0,41% ke posisi 1.954,92.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,27% (67,45 poin) menjadi 25.459,96 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China menguat 0,17% di posisi 3.001,76.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil keluar dari tekanan pelemahan sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melonjak 1,64% ke level 5.220. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melambung 6,44% menjadi USD20,65.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan laju kenaikan, mempertahankan posisinya di teritori positif. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi penguatan lanjutan, masih bergerak di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya indeks bursa global seiring adanya stimulus fiskal dari pemerintah AS untuk meredam dampak negatif wabah virus korona, serta naiknya sebagian besar harga komoditas, diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Di sisi lain dari dalam negeri, bertambahnya kasus infeksi virus korona menjadi 27 orang diprediksi akan menjadi katalis negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 5.140 dan resistance di level 5.300. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy, Support: Rp6.650, Resist: Rp7.100), CPIN (Buy, Support: Rp5.625, Resist: Rp6.025), 

    BTPS (Buy, Support: Rp3.780, Resist: Rp3.940), ICBP (Buy, Support: Rp10.300, Resist: Rp11.250).

  • ETF: XPID (Buy, Support: Rp445, Resist: Rp465), XPDV (Buy, Support: Rp392, Resist: Rp412), 

    XIJI (Buy, Support: Rp548, Resist: Rp566).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan tajam, investor mempertimbangkan prospek stimulus fiskal untuk mengendalikan perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat wabah virus korona. Presiden AS Donald Trump melemparkan gagasan "pemotongan atau pembebasan pajak gaji" untuk mengimbangi dampak negatif dari virus korona, setelah sebelumnya menandatangani paket belanja senilai USD8,3 miliar. Namun, pejabat pemerintah mengatakan bahwa Gedung Putih belum akan meluncurkan proposal spesifik untuk menangani perlambatan ekonomi yang disebabkan virus korona.

Sementara itu, anggota Kongres dari Partai Demokrat beralasan ada prioritas yang lebih mendesak daripada pemotongan pajak dan berencana untuk memperkenalkan paket mereka dalam beberapa hari mendatang. 

Saham Facebook, Amazon, Apple, Netflix dan Alphabet, semuanya melompat lebih dari 4,8%. JPMorgan Chase dan Home Depot memimpin kebangkitan Dow, masing-masing melambung lebih dari 7%. Saham sektor teknologi dan keuangan berkinerja terbaik di S&P 500, masing-masing melonjak setidaknya 6%. Sektor energi naik lebih dari 4%.

  • Dow Jones Industrial Average melonjak 4,89% (1.167,14 poin) menjadi 25.018,16.

  • S&P 500 melejit 4,94% (135,67 poin) ke posisi 2.882,23.

  • Nasdaq Composite Index melesat 4,95% (393,58 poin) ke level 8.347,40.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di teritori negatif, gagal melanjutkan kenaikan pada awal sesi. Indeks STOXX 600 merosot 1,14% menjadi 335,64, meski sektor sumber daya dasar melonjak sekitar 1,3%. Indeks FTSE MIB Italia terperosok 3,38% (-605,73 poin) ke level 17.870,18, seiring perluasan langkah karantina ke seluruh negeri akibat wabah Covid-19. Lonjakan harga minyak, setelah rontok lebih dari 20% pada hari sebelumnya meredam kejatuhan indeks.

Saham Tullow Oil, Royal Dutch Shell dan BP masing-masing naik sekitar 2% menjelang penutupan. Saham Diasorin melambung 10,8% setelah merilis metode tes baru untuk virus korona. Saham perbankan, termasuk Commerzbank, Societe Generale, BNP Paribas, Standard Chartered dan Deutsche Bank melesat lebih dari 7%.

  • DAX 30 Frankfurt melorot 1,41% (-149,53 poin) menjadi 10.475,49.

  • FTSE 100 London turun tipis 0,09% (-5,54 poin) di posisi 5.960,23.

  • CAC 40 Paris anjlok 1,51% (-71,30 poin) ke level 4.636,61.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir rebound,  dengan kenaikan tajam terutama terhadap yen dan frank Swiss. Investor mengekspektasikan para penyusun kebijakan moneter global akan meluncurkan rencana stimulus lebih lanjut untuk meredakan dampak ekonomi akibat wabah virus korona. Imbal hasil US Treasury menguat, ketika pasar mengantisipasi konferensi pers Presiden Donald Trump mengenai langkah-langkah ekonomi dalam menanggapi wabah Covid-19. Namun sejumlah analis mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan pijakan kenaikan dolar, setelah "perang harga energi" antara Arab Saudi dan Rusia.

Yen melorot setelah pejabat Bank of Japan mengindikasikan untuk meningkatkan stimulus jika diperlukan, sebelum rapat kebijakan pekan depan. Data menunjukkan Swiss National Bank melakukan intervensi untuk melemahkan mata uangnya. Indeks dolar, ukuran kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju naik 1,60% menjadi 96,414.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.13040.0023+0.20%7:36 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2903-0.0008-0.06%7:35 PM
Yen (USD-JPY)105.16-0.48-0.45%7:35 PM
Yuan (USD-CNY)6.95720.0110+0.16%11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,351.50-41.00-0.28%4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 10/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak menguat, ditutup melonjak lebih dari 8%. 

Kemungkinan stimulus ekonomi sejumlah negara menimbulkan harapan kenaikan permintaan minyak. Presiden AS menjanjikan langkah "besar" untuk menyeimbangkan ekonomi AS terhadap dampak penyebaran wabah virus korona. Pemerintah Jepang siap mengucurkan paket lebih dari USD4 miliar jika diperlukan. Produsen shale-oil AS, termasuk Occidental Petroleum Corp, memperbesar pemotongan belanja yang dapat mengurangi produksi.

Volume perdagangan front-month untuk kontrak kedua jenis minyak itu jauh di bawah rekor tertinggi, setelah OPEC + mengakhiri tiga tahun kerja sama pembatasan pasokan. Saudi mengancam akan memasok 12,3 juta barel per hari (bph) pada April, jauh di atas tingkat produksi 9,7 juta bph saat ini. Menteri Perminyakan Rusia, Alexander Novak, mengatakan tidak mengesampingkan langkah-langkah bersama OPEC untuk menstabilkan pasar, menambahkan bahwa pertemuan OPEC + berikutnya direncanakan Mei-Juni. Namun Menteri Energi Arab Saudi mengatakan tidak melihat perlunya mengadakan pertemuan itu jika tidak ada kesepakatan langkah untuk menangani dampak virus korona terhadap permintaan dan harga minyak.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent naik USD2,86 (8,3%), menjadi USD37,22 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik USD3,23 (10,4%), menjadi USD34,36 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup tergelincir lebih dari 1,5%, menjauh dari level tertinggi USD1.700. Ekspektasi langkah kebijakan global untuk mengurangi dampak ekonomi virus korona meredakan kekhawatiran investor, mengangkat harga minyak dan pasar saham. Federal Reserve, setelah merilis pemotongan suku bunga darurat pekan lalu, diperkirakan kembali menurunkan suku bunga dalam rapat kebijakan 18 Maret nanti. Bank Sentral Eropa berada di bawah tekanan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi jelang rapat Kamis besok.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik menjadi 30,99 juta ounce, tertinggi sejak Oktober 2016. Harga logam mulia lainnya; palladium anjlok 3% menjadi USD2.414,82 per ounce, perak turun 0,3% menjadi USD16,92, dan platinum naik 0,8% menjadi USD869,34.

  • Harga emas di pasar spot turun 1,6% menjadi USD1.653,33 per ounce.

  • Harga emas berjangka turun 0,9% menjadi USD1.660,30 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author