Bursa Pagi: Tekanan Global Mereda di Pembukaan Asia, IHSG Masih Bearish

Bursa Pagi: Tekanan Global Mereda di Pembukaan Asia, IHSG Masih Bearish

Posted by Written on 10 March 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Selasa (10/3), kembali dibuka menurun, berusaha meredam tekanan kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang anjlok lebih dari 7%, terburuk sejak krisis keuangan 2008. indeks MSCI Asia ex-Jepang melemah 0,17%.

Indeks Nikkei 225 dan ASX 200 masih diperdagangkan di bear territory, yang didefinisikan turun lebih dari 20% dari posisi tertinggi 52 pekan. Pasar menunggu rilis indeks harga konsumen dan produsen China untuk Februari.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,58%. Indeks berlanjut melemah 0,37% (-21,60 poin) menjadi 5.739,00 pada pukul 8:25 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang merosot 1,38% (-271,51 poin) ke level 19.427,25, membaik dari posisi pembukaan yang anjlok 3,29% dan Topix terperosok 3,24%, di tengah penguatan yen terhadap dolar AS. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,43% dan berbalik menguat 0,14% ke posisi 1.957,56.

Melawan tekanan penurunan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melonjak 0,98% (245,22 poin) ke level 25.285,68 pada pukl 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,06% di posisi 2.941,49.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini masih dihadapkan pada tren penurunan indeks acuan di bursa saham global dan regional, setelah tenggelam ke bear teritory pada sesi perdagangan kemarin, ditutup rontok 6,58% ke level 5.136. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange terjungkal 8,88% menjadi USD19,40.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih berisiko melanjutkan penurunan diwarnai aksi buy on weakness sejumlah investor. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks mengindikasikan adanya potensi bearish continuation dengan peluang rebound terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, tertekannya indeks bursa global dan regional seiring dengan kekhawatiran investor terhadap meluasnya penyebaran virus korona dan turunnya harga minyak mentah diprediksi akan menjadi sentimen negatif.

IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.080 dan resistance di level 5.190. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: PTBA ( SELL , Support: Rp2.050, Resist: Rp2.370), TLKM ( SELL , Support: Rp3.440, Resist: Rp3.560), TKIM ( SELL , Support: Rp5.900, Resist: Rp6.900), TPIA ( SELL , Support: Rp7.325, Resist: Rp7.675).

  • ETF: XBNI ( SELL , Support: Rp834, Resist: Rp992), XMTS ( SELL , Support: Rp377, Resist: Rp447), 

    XPES ( SELL , Support: Rp311, Resist: Rp367).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan penurunan satu hari terbesar sejak krisis keuangan 2008. Kekhawatiran resesi semakin besar karena kejatuhan harga minyak dan ketakutan terhadap virus korona yang mendorong kepanikan investor. Kepanikan terjadi terjadi setelah Arab Saudi, Sabtu, memangkas harga jual minyak mentah resmi untuk April, berbalik dari upaya sebelumnya untuk mendukung pasar minyak setelah pertemuan OPEC mengalami kegagalan. Beberapa analis memprediksi harga minyak jatuh menjadi USD20 per barel tahun ini.

Kasus global virus korona meningkat menjadi lebih dari 111.000 dengan sedikitnya 3.800 kematian di seluruh dunia. Kasus Covid-19 juga memburuk di AS, New York, California dan Oregon menyatakan keadaan darurat. 

Kejatuhan saham Boeing, Apple, Goldman Sachs dan Caterpillar terjungkal masing-masing setidaknya 100 poin. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke bawah 0,5% untuk pertama kalinya, sedangkan tenor 30-tahun menembus 1%. Investor meninggalkan saham keuangan dan energi. Emiten energi di S&P 500, termasuk Exxon Mobil, Hess dan Marathon Oil, longsor lebih dari 20%. Saham finansial terpuruk lebih dari 10%.

  • Dow Jones Industrial Average rontok 7,79% (-2.013,7 poin) ke level23.851,02.

  • S&P 500 tergerus 7,6% (-225,81 poin) ke posisi 2.746,56

  • Nasdaq Composite terpangkas 7,29% (-624,94 poin) menjadi 7.950,68.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir anjlok karena investor global ketar-ketir menghadapi penyebaran virus korona dan kemerosotan harga minyak setelah kegagalan perundingan OPEC + untuk memangkas produksi. OPEC merekomendasikan pengurangan produksi tambahan 1,5 juta barel per hari mulai April, tetapi Rusia, menolak rencana itu. Arab Saudi membalas dengan memangkas harga dan bersiap untuk meningkatkan produksi, yang menimbulkan kekhawatiran perang harga.

Jumlah kasus Covid-19 di Jerman melonjak lebih dari 100 selama akhir pekan lalu, mencapai hampir 800. Italia mencatat lebih dari 7.000 kasus. Indeks STOXX 600 terjungkal 7,44% menjadi 339,50, terpenggal lebih dari 20% dari level tertinggi tahun ini di posisi 433,90. Saham terkait minyak dan gas jatuh lebih dari 16% memimpin penurunan di semua sektor. Saham raksasa energi BP tumbang lebih dari 19% dan Royal Dutch Shell longsor 17%. Tullow Oil tersungkur lebih dari 30%, TGS-NOPEC, Aker BP, Lundin Petroleum, Saipem dan Subsea 7 semuanya terpenggal terlebih dari 20%.

  • DAX 30 Frankfurt rontok 7,94% (-916,85 poin) ke level 10.625,02.

  • FTSE 100 London terperosok 7,69% (-496,78 poin) menjadi 5.965,77.

  • CAC 40 Paris longsor 8,39% (-431,20 poin) ke posisi 4.707,91.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup turun, investor beralih ke mata uang safe-haven, seperti yen dan franc Swiss. Minta terhadap aset berisiko anjlok setelah harga minyak longsor hingga 30% yang menyeret kejatuhan di pasar saham. Namun dolar AS menguat terhadap mata uang emerging market. Federal Reserve menambah suntikan tunai harian ke sistem perbankan untuk memastikan pasokan cadangan bank tetap cukup. 

Imbal hasil US Treasury turun ke rekor terendah,  yield  surat utang bertenor 10-tahun jatuh di bawah 40 basis poin dan seluruh kurva imbal hasil berada di bawah 1% untuk pertama kalinya. Indeks volatilitas di pasar euro/dolar - pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia - melesat ke level tertinggi sejak April 2017 karena euro melonjak lebih dari 1% ke tingkat terkuat sejak Januari 2019. Volatilitas dolar-yen satu bulan melejit ke level tertinggi 11-tahun pada lebih dari 18% setelah dolar merosot ke titik terlemah sejak 2016. Indeks dolar AS anjlok 1,110% menjadi 94,895.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1421-0.0029-0.25%7:35 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.3085-0.0032-0.24%7:35 PM
Yen (USD-JPY)102.550.19+0.19%7:34 PM
Yuan (USD-CNY)14,392.50150.00+1.05%4:45 AM
Rupiah (USD-IDR)14,392.50150.00+1.05%4:45 AM

Sumber : Bloomberg.com, 9/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun. Harga minyak mentah mencatat pelemahan harian terbesar sejak Perang Teluk 1991, ketika produsen utama Arab Saudi dan Rusia memulai perang harga yang mengancam akan membanjiri pasar minyak global dengan pasokan. Moskow menolak untuk mendukung OPEC mengurangi pasokan minyak lebih dalam Kejatuhan harga minyak hampir 25% memicu panic selling di bursa saham global.

Arab Saudi berencana meningkatkan produksi minyak mentahnya di atas 10 juta barel per hari (bph) pada April. Rusia mengatakan dapat meningkatkan produksi dan bisa mengatasi harga minyak yang rendah selama enam hingga 10 tahun. Volume perdagangan bulan depan untuk kontrak WTI dan Brent mencapai rekor tertinggi. 

Badan Energi Internasional memangkas perkiraan tahunannya dan mengatakan permintaan akan berkontraksi sebesar 90.000 bph pada 2020 dari 2019. Sementara Goldman Sachs melihat kontraksi 150.000 barel per hari dalam permintaan global. Bank of America mengurangi perkiraan harga minyak mentah Brent menjadi USD45 per barel pada 2020 dari USD54 per barel.

  • Minyak mentah berjangka Brent anjlok USD10,91 (-24,1%) menjadi USD34,36 per barel.

  • Minyak mentah berjangka WTI merosot USD10,15 (-24,6%) menjadi USD31,13 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi turun dari level USD1.700 yang sempat disentuh pada awal sesi. Investor menjual emas untuk meng-cover margin call di tengah anjloknya pasar ekuitas dan energi. Harga emas sempat melesat 1,7% di awal sesi, menyentuh level tertinggi sejak Desember 2012, USD1.702,56 per ounce. Namun reli harga memicu aksi ambil untung, di tengah kejatuhan harga saham dan minyak global.

Investor menunggu rapat kebijakan Bank Sentral Eropa, Kamis lusa, dan rapat kebijakan Federal Reserve, pekan depan. Harga logam mulia lainnya; palladium turun 2,9% menjadi USD2.491,15 per ounce, perak menyusut 1,9% menjadi USD16,98, dan platinum berkurang 4,3% menjadi USD861,74.

  • Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi USD1.672,32 per ounce.

  • Harga emas berjangka naik 0,2% menjadi USD1.675,70 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author