Bursa Sore: Investor Beralih ke Aset Aman, Trend Bearish IHSG Berlanjut

Bursa Sore: Investor Beralih ke Aset Aman, Trend Bearish IHSG Berlanjut

Posted by Written on 09 March 2020


Ipotnews - Longsor Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut hingga finis perdagangan hari Senin (9/3). IHSG melemah -6,58 persen (-362 poin) ke level 5.136.

Indeks LQ45 -8,26% ke 813.

Indeks IDX30 -8,28% ke 445.

Indeks IDX80 -8,46% ke 113.

Jakarta Islamic Indes (JII) -7,84% ke 541.

Indeks Kompas100 -7,91% ke 1.021.

Indeks Sri Kehati -7,86% ke 329.

Indeks SM Infra18 -9,28% ke 246.

Saham Teraktif: BBRIBBCABBNIMNCNASIITLKMACST

Saham Top Loser LQ45: ACESICBPPWONUNVRMNCNCPINBBRI

Nilai transaksi Rp9,41 triliun. Volume perdagangan sebanyak 72,14 juta lot saham. Investor asing net buy Rp217,84 miliar

Nilai tukar rupiah down -1,16 persen ke level Rp14.385 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia anjlok pada perdagangan hari Senin (9/3). Para investor panik mengalihkan aset dengan cepat ke pasar obligasi untuk melindungi diri dari trauma wabah virus corona. Harga minyak tumbang lebih dari 25 persen setelah Arab Saudi membuka peluang perang harga dengan Rusia.

"Hasil paling jelas wabah virus corona adalah jatuhnya yield obligasi yang ketika kepanikan pudar dapat menyebabkan rotasi besar ke arah penguatan pasar saham," demikian menurut TIm Analis Bank of America Global Research seperti dikutip Reuters.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 tumbang secara signifikan. Begitu pula dengan Indeks Topix, drop -5,61 persen dan berakhir di level 1.388.

Pelemahan tajam juga terjadi pada Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong. Sedangkan pasar saham Tiongkok ikut terimbas pelemahan bursa saham regional. Indeks Shenzhen Component melemah 4,09 persen ke 11.108. Indeks Shenzhen Composite turun 3,786 persen ke 1.842.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel juga terkoreksi tajam. Adapun bursa saham Australia tertekan setelah Indeks S&P/ASX200 melorot lebih dari 7 persen. Indeks Straits Times di pasar saham Singapura tergerus lebih dari 5 persen.
Yield US Treasury (surat utang pemerintah AS) tenor 10 tahun ke posisi 0,4732 persen, ke posisi rekor terendah di bawah 0,5 persen. Sementara emas pasar spot turun tipis ke level USD 1.672,46 per ons setelah di sesi awal sempat melampaui level harga USD1.700 per ons.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) tumbang 4,68 persen.
Indeks dolar AS menguat ke level 95,243 dibanding level sebelumnya di posisi 94,882.
Kurs yen naik tajam ke level 102,69 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia menguat di level $0,6542 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6318.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Pasar saham Eropa tumbang saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (9/3) pagi waktu setempat. Para investor mengantisipasi penyebaran wabah viru corona selain karena faktor jatuhnya harga minyak setelah OPEC gagal menyepakati pemangkasan produksi
Indeks DAX (Jerman) -7,99% pada level 10.619.
Indeks FTSE (Inggris) -8,09% ke posisi 5.939.
Indeks CAC (Perancis) -4,12% di level 4.927.

Oil
Posisi harga minyak menorehkan koreksi harian terburuknya sejak Perang Teluk pertama. Pelemahan ini terjadi pada Senin (9/3) setelah Arab Saudi memangkas harga resmi minyaknya di pasar saat demand global yang sudah terhuyung-huyung akibat wabah virus corona.
Harga minyak Brent drop -25 persen ke level USD33,89 per barel (07.32 GMT). Sedangkan minyak WTI juga melemah -27 persen ke level USD30,16 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author