Bursa Siang: Panic Selling Tekan Market Regional, IHSG Tergerus 233 Poin

Bursa Siang: Panic Selling Tekan Market Regional, IHSG Tergerus 233 Poin

Posted by Written on 09 March 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terjun bebas saat finis sesi I pada perdagangan hari Senin (9/3). IHSG melemah -4,22 persen (-233 poin) ke level 5.266.
Indeks LQ45 -5,00% ke 842.
Indeks IDX30 -5,06% ke 461.
Indeks IDX80 -5,31% ke 117.
Jakarta Islamic Indes (JII) -5,32% ke 556.
Indeks Kompas100 -5,02% ke 1.053.
Indeks Sri Kehati -4,78% ke 340.
Indeks SM Infra18 -6,05% ke 255.
Saham Teraktif: INKPINAFWEGEBRISSMGRJSMRCTRA

Saham Top Loser LQ45: PWONMNCNICBPJSMRBSDEBBRIGGRM

Nilai transaksi Rp2,96 triliun. Volume perdagangan sebanyak 28,73 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp215,12 miliar
Nilai tukar rupiah drop -0,91 persen ke level Rp14.350 terhadap USD (12.00 PM).

Bursa Asia
Pasar saham Asia anjlok saat sesi siang pada perdagangan hari Senin (9/3). Para investor panik mengalihkan aset dengan cepat ke pasar obligasi untuk melindungi diri dari wabah virus corona. Harga minyak tumbang lebih dari 25 persen setelah Arab Saudi membuka peluang perang harga dengan Rusia.
"Hasil paling jelas wabah virus corona adalah jatuhnya yield obligasi yang ketika kepanikan pudar dapat menyebabkan rotasi besar ke arah penguatan pasar saham," demikian menurut TIm Analis Bank of America Global Research seperti dikutip Reuters.
Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 tumbang secara signifikan. Begitu pula dengan Indeks Topix, drop -5,44 persen.
Pelemahan tajam juga terjadi pada Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong. Sedangkan pasar saham Tiongkok ikut terimbas pelemahan bursa saham regional. Indeks Shenzhen Component melemah 2,84 persen. Indeks Shenzhen Composite turun 2,426 persen.
Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel juga terkoreksi tajam. Adapun bursa saham Australia tertekan setelah Indeks S&P/ASX200 melorot lebih dari 6 persen. Indeks Straits Times di pasar saham Singapura tergerus lebih dari 4 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) tumbang 3,88 persen.
Di tengah pelemahan signifikan pasar finansial, aset safe haven melonjak. Harga emas di pasar spot naik 0,21 persen ke posisi USD1,677,40 per ons setelah sempat melampaui level harga USD1.700 per ons di awal sesi.
Indeks dolar AS menguat ke level 95,148 dibanding level sebelumnya di posisi 94,882.
Kurs yen naik tajam ke level 102,39 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia menguat di level $0,6518 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6318.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak terjun bebas pada perdagangan hari Senin (9/3) di sesi pagi, mengarah ke penurunan harga harian terburuk sejak 1991. Hal ini terjadi seiring sikap Arab Saudi yang memangkas harga dan menyiapkan rencana kenaikan produksi secara signifikan pada April mendatang.
Harga minyak Brent drop -25 persen ke level USD33,96 per barel (03.19 GMT). Posisi harga tersebut terendah sejak 12 Februari 2016. Sedangkan minyak WTI juga melemah -26 persen ke level USD30,55 per barel. Harga WTI ini adalah terburuk sejak 22 Februari 2016.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author