Bursa Pagi: Asia Dibuka Berguguran, Tingkatkan Tekanan Koreksi IHSG

Bursa Pagi: Asia Dibuka Berguguran, Tingkatkan Tekanan Koreksi IHSG

Posted by Written on 09 March 2020


Ipotnews - Awali pekan ini, di pekan kedua Maret (Senin,9/4), bursa saham Asia dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam. Pergerakan indeks acuan melanjutkan tren penurunan di bursa saham Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu, di tengah penurunan tajam harga minyak, lebih dari 20% pada pembukaan pasar Asia. Indeks MSCI Asia ex-Jepang merosot 1,25%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX 200, Australia lebih dari 5%. Kejatuhan indeks berlanjut sebesar 5,45% (-338,60 poin) ke level 5.877,60 pada pukul 8:00 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 4,27% (-886,47 poin) ke posisi 19.863,28, setelah dibuka terperosok 4,43% dan Topix anjlok 4,16%. Nilai tukar yen terhadap dolar AS menguat tajam. Indeks Kospi, Korea Selatan turun 2,69%, berlanjut tergelicir 2,77% menjadi 1.983,70.

Melanjutkan tekanan penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka anjlok lebih dari 1.000 poin, sebesar 3,87% (-1.012,65 poin) ke level 25.134,02 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China melorot 1,56% ke posisi 2.987,18.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dihadapkan pada tren kejatuhan indeks acuan di bursa saham global dan regional, dihantui ketakutan akan penyebaran wabah Covid-19. IHSG menutup pekan lalu dengan merosot 2,48% ke level 5.498. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melorot 2,56% menjadi USD21,29.

Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini masih akan berada dalam tekanan koreksi, mengharapkan sentimen positif dari rilis hasil Survei Konsumen Bank Indonesia. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi lanjutan dengan sinyal negatif.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran investor terhadap penyebaran virus korona seiring dengan bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal di AS, diprediksi akan menjadi sentimen negatif. Sementara itu melemahnya nilai tukar rupiah serta turunnya mayoritas harga komoditas juga diprediksi akan menambah katalis negatif di pasar.

IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support di level 5.430 dan resistance di level 5.570. Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: UNVR (Buy, Support: Rp7.225, Resist: Rp7.600), BJBR (Buy, Support: Rp960, Resist: Rp1.025), 

    ICBP (Buy, Support: Rp10.750, Resist: Rp11.150), BTPS (Buy, Support: Rp4.000, Resist: Rp4.170).

  • ETF: XIHD ( SELL , Support: Rp438, Resist: Rp469), XISR ( SELL , Support: Rp354, Resist: Rp378), 

    XPLC ( SELL , Support: Rp424, Resist: Rp454).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan, karena kekhawatiran kerusakan ekonomi akibat peningkatan penyebaran Virus Corona. Meski begitu, S&P 500, Dow Jones dan Nasdaq masing-masing naik 0,6%, 1,8% dan 0,1% dibanding pekan sebelumnya. Pasar mengabaikan rilis data penambahan penyerapan tenaga kerja AS periode Februasi sebesar 273.00, mengalahkan ekspektasi penambahan 175.000 pekerjaan. Angka pengangguran juga turun menjadi 3,5% di level terendah sejak lebih dari 50 tahun.

President AS Donald Trump menandatangani paket belanja tambahan senilai USD8,3 miliar untuk bantuan pencegahan dan riset mempercepat produksi vaksin Covid-19. Saham sektor energi rontok 5,6% terseret kejatuhan harga minyak mentah hingga 10%. Saham perusahaan keuangan, jatuh 3,3%. Investor memindahkan dananya ke obligasi, menekan imbal hasil US Treasury jangka panjang ke rekor terendah. Saham operator kapal pesiar Carnival Corp dan Royal Caribbean Cruises Ltd turun 2,6% dan 1,2% setelah Reuters melaporkan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk mencegah para pelancong AS menggunakan kapal pesiar.

  • Dow Jones Industrial Average turun 0,98% (-256,50 poin) menjadi 25.864,78.

  • S&P 500 merosot 1,71% (-51,57 poin) ke posisi 2.972,37.

  • Nasdaq Composite anjlok 1,87% (-162,98 poin) ke level 8.575,62.
Bursa saham utama Eropa juga mengakhiri pekan lalu dengan membukukan penurunan tajam, dihantui kekhawatiran dampak wabah Covid-19 terhadap dunia usaha. Indeks STOXX 600 anjlok 3,6% ke level 366,80, dipimpin kejatuhan harga saham sektor minyak dan gas sebesar 5,5% setelah OPEC + gagal mencapai kesepakatan pengurangan pasokan.

Rilis data penjualan ritel Italia pada Januari cenderung mendatar (mom) setelah melemah pada bulan sebelumnya. Defisit neraca perdagangan Prancis pada Januari melebar menjadi 5,89 miliar euro, dari angka revisi defisit Desember sebesar 3,72 miliar euro. Pesanan barang industri Jerman pada Januari naik 5,5% (mom), melebihi ekspektasi.

  • FTSE 100 London terpangkas 3,62% (-242,88 poin) ke posisi 6.462,55.

  • DAX 30 Frankfurt terperosok 3,37% (-402,85 poin) menjadi 11.541,87.

  • CAC 40 Paris terjungkal 4,14% (-221,99 poin) ke level 5.139,11.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup turun tajam, membukukan penurunan mingguan sebesar 2,4%, terbesar dalam empat tahun. Daya tarik  greenback  melorot, terseret oleh kemerosotan imbal hasil US Treasury. Ketidakpastian ekonomi menyebar secepat virus korona menimbulkan tekanan pada The Fed untuk melanjutkan pemotongan suku bunga dalam rapat kebijakan akhir bulan ini.

Poundsterling menguat didorong oleh komentar kepala negosiator Brexit Uni Eropa bahwa kesepakatan perdagangan antara Inggris-UE masih mungkin dilanjutkan tahun ini. Dolar mendapat sedikit dukungan dari rilis data perekrutan tenaga kerja di Februari yang lebih baik dari ekspektasi. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,90% menjadi 95,951.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.12840.0047+0.42%4:59 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.30480.0094+0.73%4:59 PM
Yen (USD-JPY)105.39-0.77-0.73%4:59 PM
Yuan (USD-CNY)6.9329-0.0039-0.06%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,242.5067.50+0.48%--

Sumber : Bloomberg.com, 6/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges akhir pekan lalu rontok, setelah Rusia menolak keras usulan pengurangan produksi OPEC +. Harga minyak mentah Brent menderita kerugian satu hari terbesar dalam lebih dari 11 tahun. WTI turun lebih dari 10 persen, penurunan terbesar sejak 2014. Kontrak kedua jenis minyak itu sudah turun lebih dari 30% sepanjang tahun ini. Jumlah orang terinfeksi virus korona di seluruh dunia sudah melampaui 100.000 di lebih 80 negara dan kerusakan ekonomi semakin meningkat. Distrik-distrik bisnis mulai sepi dan pasar saham anjlok.

OPEC merekomendasikan pengurangan pasokan sebanyak 1,5 juta barel per hari (bph) sampai akhir 2020. Negara-negara non- OPEC diharapkan memberikan kontribusi 500.000 bph. Kesepakatan baru akan menambah pembatasan produksi OPEC + sebesar total 3,6 juta bph , atau sekitar 3,6 persen dari pasokan global. Perpecahan antara OPEC dan Rusia menghidupkan kembali kekhawatiran jatuhnya harga minyak pada 2014, ketika Arab Saudi dan Rusia berebut pangsa pasar dengan produsen minyak serpih AS, yang tidak pernah berpartisipasi dalam pakta pembatasan produksi.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent anjlok USD 4,72 (-9,4%) menjadi USD45,27per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI rontok USD 4,62 (-10,1%) menjadiUSD41,28 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange menutup pekan lalu dengan kenaikan tipis di tengah kejatuhan indeks saham global dan pelemahan dolar AS, akibat meningkatnya kekhawatiran akan dampak virus korona terhadap ekonomi dunia. Sehari sebelumnya, harga emas berjangka sudah melonjak USD25 atau 1,52 persen menjadi 1,668 dolar AS per ounce. Meskipun fluktuatif harga emas masih berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak Februari 2016.

Selama wabah Covid-19 masih menjadi masalah utama di pasar global, emas diperkirakan akan terus menguat. Hampir 60 kasus Covid-19 dikonfirmasi di AS pada Kamis lalu. Secara global, kasus virus telah melampaui 100.000 dan lebih dari 3.300 kematian telah dilaporkan. Harga logam mulai lainnya, perak naik 0,2% menjadi USD17,45 per ounce, platinum naik 4,1% menjadi USD900,08, paladium naik 3,1% menjadi USD2.610,80.

  • Harga emas di pasar spot naik 0,5% menjadi USD1.678,25 per ounce.

  • Harga emas berjangka juga naik 0,5% menjadi USD1.679.50 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author