Bursa Siang: Corona Kian Meluas Hambat Market Regional, IHSG Turut Terjungkal

Bursa Siang: Corona Kian Meluas Hambat Market Regional, IHSG Turut Terjungkal

Posted by Written on 06 March 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tumbang saat finis sesi pagi pada perdagangan hari Jumat (6/3). IHSG melemah -2,15 persen (-122 poin) ke level 5.517.

Indeks LQ45 -2,95% ke 892.

Indeks IDX30 -2,96% ke 488.

Indeks IDX80 -2,84% ke 124.

Jakarta Islamic Indes (JII) -2,43% ke 588.

Indeks Kompas100 -2,69% ke 1.112.

Indeks Sri Kehati -3,01% ke 358.

Indeks SM Infra18 -2,67% ke 273.

Saham Teraktif: BBNITELEADROASIIBMRIDMMXNIKL

Saham Top Gainer LQ45: BTPSICBP

Saham Top Loser LQ45: ADROTOWRUNVRACESPWONGGRMSMGR

Nilai transaksi Rp2,40 triliun. Volume perdagangan sebanyak 24,80 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp303,10 miliar

Nilai tukar rupiah drop -0,78 persen ke level Rp14.270 terhadap USD (11.30 AM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia tumbang saat sesi siang pada perdagangan hari Jumat (6/3) mengekor pelemahan Wall Street seiring sentimen wabah virus corona berdampak buruk terhadap bisnis, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi global secara berkepanjangan.

Penyebaran wabah corona meningkat secara cepat di Eropa, terutama Inggris dan Amerika Utara. "Optimisme secara global pudar dan sekarang pelaku pasar benar-benar mulai mempertanyakan seberapa buruk hal itu akan terjadi," kata Takuya Kanda, analis pada Gaitame.com Research Institute yang berbasis di Tokyo.

Di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona merah setelah turun signifikan. Begitu pula dengan Indeks Topix, drop -3,1 persen. Saham unggulan Softbank Group turun 5,7 persen.

Sementara Indeks Kospi di bursa Korsel juga terkoreksi tajam. Diikuti pelemahan dalam Indeks Hang Seng di bursa saham Hong Kong.
Adapun di bursa saham China juga bergerak di sisi pelemaha. Indeks Shenzhen Component turun 0,75 persen. Indeks Shenzhen Composite melemah 0,511 persen.
Sedangkan bursa saham Australia tertekan setelah Indeks S&P/ASX200 melorot tajam. Pelemahan di bursa saham Australia seiring data penjualan ritel periode Januari yang berubah arah jadi turun 0,3 persen secara MoM.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) tumbang 2,09 persen.
Saham-saham maskapai penerbangan di bursa regional bertumbangan. Saham Qantas Airways turun 7,1 persen. ANA Holdings (Jepang) drop 3,76 persen. Korean Air Lines turun 5,58 persen. Chinas Eastern Airlines (bursa Hong Kong) turun 4,08 persen.
Pelemahan harga tersebut seiring tumbangnya harga saham American Airlines sebesar 13 persen setelah The International Air Transport Association pada hari Kamis pekan ini memperkirakan bahwa industri penerbangan kehilangan pendapatan hingga USD113 miliar tahun ini, sebagian besar akibat krisis finansial jika wabah virus corona terus meluas.
Indeks dolar AS tumbang ke level 96,543 dibanding level sebelumnya di posisi 97,3.
Kurs yen terapresiasi ke level 105,78 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 108 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,6599 dibanding level sebelumnya sebesar $0,663.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak melorot pada perdagangan hari Jumat (6/3) di sesi pagi seiring kekhawatiran terhadap perlambatan demand oil global dan ekonomi akibat wabah virus corona. kekhawatiran makin meningkat karena faktor negara produsen minyak non OPEC belum menyepakati pemangkasan produksi untuk menopang harga.
Minyak Brent drop 48 sen ke harga USD49,51 per barel (03.37 GMT). Sedangkan minyak WTI juga melemah 38 sen ke level USD45,52 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author