Bursa Pagi: Global-Regional Rontok Lagi, Tekanan Koreksi IHSG Bakal Berlanjut

Bursa Pagi: Global-Regional Rontok Lagi, Tekanan Koreksi IHSG Bakal Berlanjut

Posted by Written on 06 March 2020


Ipotnews - Jelang akhir pekan, Jumat (6/3), bursa saham Asia dibuka melorot, terseret kejatuhan indeks acuan di bursa saham utama Eropa dan Wall Street yang bergerak limbung dihantui kekhawatiran penyebaran wabah virus korona. Saham sektor penerbangan berguguran, namun indeks MSCI Asia ex-Jepang dibuka naik 0,56%.
Bursa saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kemerosotan indeks ASX 200, Australia lebih dari 1,5% jelang rilis data penjualan ritel periode Januari. Saham Qantas Airways terjungkal 4,73%. Indeks berlanjut turun 1,53% (-98,10 poin) ke posisi 6.297,60 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang meluncur turun 1,79% (-382,58 poin) ke level 2.0946,54, setelah dibuka anjlok 1,69%, dan Topix terperosok 1,9%. Saham ANA Holdings drop 2,32%. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka melorot 1,52%, saham Korean Air Lines terpuruk 4,98%, dan berlanjut lebih rendah 1,60% menjadi 2.051,92.
Melanjutkan tekanan penurunan global, indeks Hang Seng, Hongkong merosot 1,38% (-370,09 poin) ke level 26.397,78. Indeks Shanghai Composite, China juga melorot 1,12% ke posisi 3.037,20.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren penurunan tajam indeks saham acuan global dan regional. IHSG gagal mempertahankan manuvernya di zona hijau ditekan aksi ambil untung pada sesi perdagangan kemarin, dan ditutup melemah 0,21% menjadi 5.638. Namun harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange anjlok 3,57% menjadi USD21,85.
Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini masih akan menghadapi tekanan aksi jual akhir pekan. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi koreksi di dekat area jenuh beli.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, munculnya kembali kekhawatiran investor terhadap penyebaran virus korona, seiring dengan bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal di AS, akan menjadi sentimen negatif indeks. Sementara itu, melemahnya hampir semua harga komoditas juga diprediksi akan menjadi tambahan sentimen negatif di pasar.
IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan support di level 5.580 dan resistance di level 5.690. 
Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;
  • Saham: TOWR (Buy, Support: Rp845, Resist: Rp870), BTPS (Buy, Support: Rp3.980, Resist: Rp4.150), 

    MDKA (Buy, Support: Rp1.270, Resist: Rp1.305), JSMR (Buy, Support: Rp4.840, Resist: Rp4.930).

  • ETF: R-LQ45X (Buy on Weakness, Support: Rp955, Resist: Rp972), XIIC (Buy, Support: Rp1.044, Resist: Rp1.060), XDIF (Buy on Weakness, Support: Rp451, Resist: Rp460).

Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir turun, menghapus sebagian besar kenaikan pada sesi sebelumnya, pasar menghadapi sentimen virus korona yang menyebar cepat. Banyak negara memperpanjang karantina dan pembatasan perjalanan. California menyatakan keadaan darurat setelah kematian terkait virus korona dan 53 kasus dikonfirmasi. Infeksi di New York melonjak dua kali lipat dalam semalam menjadi 22 ketika negara bagian itu meningkatkan pengujiannya. Sebelas sektor S&P terbenam di zona merah.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun anjlok ke level terendah sepanjang masa di bawah 0,9%. Saham perbankan dan penerbangan berguguran. JP Morgan dan Bank of America anjlok sekitar 5%. United Airlines dan American Airlines longsor lebih dari 13%. Klaim awal di pekan terakhir Februari menunjukkan penurunan tunjangan pengangguran sebesar 3.000 menjadi 216.000. leboh tinggi dari ekspektasi 215.000. Ekonomi AS diperkirakan menambah 175.000 pekerjaan pada Februari, turun dari 225.000 pada Januari.
  • Dow Jones Industrial Average rontok 3,5% (-969,58 poin) ke level 26.121,28.

  • S&P 500 terprosok 3,3% (-106,18 poin) ke posisi 3.023,94.

  • Nasdaq Composite terjungkal 3,1%, (-279,49 poin) menjadi 8.738,60.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup turun, melanjutkan volatilitas liar selama sepekan bagi pasar global di tengah kekhawatiran atas wabah virus korona. Pengumuman IMF tentang paket bantuan senilai USD50 miliar, untuk membantu memerangi dampak virus korona di negara-negara berpenghasilan rendah dan emerging market tak mampu meredam kekhawatiran. Angka terbaru WHO menyebutkan jumlah kasus virus korona global setidaknya 95.200, dengan 3.270 kematian.
Indeks STOXX 600 merosot 1,43% menjadi 380,76, setelah anjlok sebanyaknya 2,8% di awal sesi, dipimpin kejatuhan harga saham sektor sumber daya dasar dan otomotif. Saham Hellofresh melonjak lebih dari 5% setelah JP Morgan meng- upgrade  saham perusahaan peralatan makan Jerman itu. Saham Hugo Boss melesat 2,8% setelah melaporkan penurunan laba tahun 2019, tetapi menaikkan dividennya. Capita terpuruk 38% di tengah kekhawatiran atas rencana turnaround perusahaan outsourcing tersebut. Cineworld rontok 13%. Evraz dan Continental anjlok sekitar 12%.
  • DAX 30 Frankfurt merosot1,51% (-182,97 poin) ke posisi 11.944,72.

  • FTSE 100 London anjlok 1,62% (-110,16 poin) ke level 6.705,43.

  • CAC 40 Paris terperosok 1,90% (103,79 poin) menjadi 5.361,10.

Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup tergelincir, tergencet penurunan imbal hasil US Treasury 10-tahun. Trader berspekulasi The Fed akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada rapat 18-19 Maret, setelah pemotongan darurat 50 basis poin pekan ini untuk melindungi ekonomi dari efek virus korona. Dolar mendapat sedikit dukungan dari penurunan data klaim tunjangan pengangguran AS pekan lalu, memperlihatkan pasar tenaga kerja berada pada pijakan yang kuat meski ada wabah virus korona.
Dolar Kanada melemah, setelah Bank of Canada menurunkan suku bunga terbesar dalam lebih dari 10 tahun dan mengisyaratkan siap untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Poundsterling menguat terhadap dolar setelah Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa bank sentral harus menunggu sampai memiliki kejelasan lebih lanjut tentang dampak ekonomi dari wabah virus korona. Indeks dolar, yang mengukur kurs  greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,53% menjadi 96,820.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.1227-0.001-0.09%6:39 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.2952-0.0002-0.02%6:39 PM
Yen (USD-JPY)106.180.02+0.02%6:39 PM
Yuan (USD-CNY)6.93680.0108+0.16%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,175.0062.50+0.44%--

Sumber : Bloomberg.com, 5/3/2020 (ET)

Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges hingga pagi bergerak turun, karena epidemi virus korona tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Pelemahan tetap terjadi bahkan setelah OPEC menyetujui pemotong produksi minyak mentah sebesar 1,5 juta barel per hari (bph) pada kuartal kedua, pemangkasan terbesar sejak krisis keuangan 2008. Pasar menunggu apakah langkah OPEC akan diikuti oleh produsen minyak lainnya di OPEC +. Rusia akan mengambil bagian dalam pertemuan tingkat menteri OPEC + di Wina, Jumat ini.
Pasar minyak global kemungkinan mengalami kelebihan pasokan pada kuartal kedua karena merosotnya permintaan. Proyeksi pertumbuhan permintaan minyak mentah pada tahun ini dipangkas, karena operasi pabrik, perjalanan dan kegiatan ekonomi lainnya di seluruh dunia terhambat akibat wabah virus korona. IMF mengatakan penyebaran global virus itu telah menghancurkan harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat tahun ini.
  • Minyak mentah berjangka Brent turun USD1,20 (-2,4%) menjadi USD49,93 per barel.

  • Minyak mentah berjangka WTI turun 88 sen (-1,88%) menjadi USD45,90 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan membukukan lonjakan 2%. Kekhawatiran penyebaran virus korona secara global dan ekspektasi pelonggaran lanjutan suku bunga The Fed mendorong lebih banyak aliran dana ke safe-haven. Bursa saham Wall Street melemah setelah California mengumumkan keadaan darurat terkait epidemi karena peningkatan angka kematian akibat Covid-19 di AS.
Laporan The Fed menunjukkan tanda-tanda epidemi tersebut mulai membebani sentimen bisnis di AS. IMF mengatakan penyebaran virus korona secara global itelah menghancurkan harapan untuk pertumbuhan yang lebih kuat tahun ini. Harga loham mulai lainnya, seperi palladium anjlok 1,6% menjadi USD2.536,16 per ounce, perak melesat 1,1% menjadi USD17,36 dan platinum merosot 0,7% menjadi USD866,33.
  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,9% menjadi USD1.666,16 per ounce.

  • Harga emas berjangka 1,5% lebih tinggi menjadi USD1.668 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)
 #YukNabungETF 
#IPOTKaryaAnakBangsa 
#BanggaPakeIPOT 
#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author