Bursa Siang: Stimulus Moneter Gagal Dorong Market Regional, Rally IHSG Berlanjut

Bursa Siang: Stimulus Moneter Gagal Dorong Market Regional, Rally IHSG Berlanjut

Posted by Written on 04 March 2020


Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) melanjutkan rally saat finis sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (4/3). IHSG ke level 5.623 atau bangkit +1,91 persen (+105 poin).
Indeks LQ45 +2,85% ke 917.
Indeks IDX30 +2,93% ke 502.
Indeks IDX80 +2,72% ke 127.
Jakarta Islamic Indes (JII) +2,78% ke 599.
Indeks Kompas100 +2,55% ke 1.140.
Indeks Sri Kehati +2,61% ke 368.
Indeks SM Infra18 +3,30% ke 280.
Saham Teraktif: MNCNTLKMDEALADROMDKABMRIASII

Saham Top Gainer LQ45: TKIMINKPINTPMNCNBRPTCPINUNTR

Saham Top Loser LQ45: ICBPITMG

Nilai transaksi Rp3,08 triliun. Volume perdagangan sebanyak 31,34 juta lot saham. Investor asing net buy Rp188,11 miliar
Nilai tukar rupiah naik +0,87 persen ke level Rp14.150 terhadap USD (12.00 PM).

Bursa Asia
Pasar saham Asia mixed, berjuang mencari pijakan pada perdagangan hari Rabu (4/3) di sesi siang seiring keputusan the Fed menurunkan suku bunga secara darurat tampaknya memicu menenangkan kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi secara lebih luas akibat wabah virus corona.
Kejutan pemangkasan 50 basis poin dibarengi komentar yang menyoroti keterbatasan kebijakan moneter. Pasar saham Wall Street terkoreksi tajam. Harga emas menguat serta dolar AS melemah. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun ke level terendah yang tak terbayangkan sebesar 0,9060 persen.
"Upaya the Fed mengejutkan pasar mungkin telah gagal," kata Kerry Craig, Analis pada JP Morgan Asset Management (Melbourne) seperti dikutip Reuters.
Menurut Craig, kebijakan tersebut bermaksud memantapkan kepercayaan pasar, ketajaman reaksi mereka dan waktu yang tidak tepat dari kebijakan tersebut dapat ditafsirkan the Fed jauh lebih peduli dampak ekonomi daripada yang dipikirkan pertama kali.
Giliran bursa saham Korsel menjadi yang terkuat di pasar Asia saat sesi pagi.
Bursa saham China melemah ke zona merah. Indeks Shenzhen Component drop 0,26 persen. Indeks Shenzhen Composite melorot 0,13 persen. Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong juga ke teritori negatif.
Indeks Purchasing Manager (PMI) sektor jasa di China periode Februari berada di posisi 26,5 dibanding periode sebelumnya di level 51,8. Posisi tersebut adalah yang terburuk.
Sementara itu di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 bergerak menguat. Sedangkan Indeks Topix flat.
Adapun bursa saham Australia terkoreksi setelah Indeks S&P/ASX200 tertekan. Pertumbuhan ekonomi Australia kuartal IV naik 0,5 persen berada di atas perkiraan para analis. Berdasarkan polling Reuters, GDP Australia kuartal IV diperkirakan hanya naik 0,3 persen.
Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) melandai.
Indeks dolar AS kembali melorot tipis ke level 97,206 dibanding level sebelumnya di posisi 97,6.
Kurs yen melemah ke level 107,27 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 106,84 yen.
Dolar Australia melaju di level $0,6592 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6574.

Indeks Bursa Asia


Oil
Harga minyak lanjut menguat pada perdagangan hari Rabu (4/3) di sesi pagi di tengah ekspektasi negara penting produsen minyak bergerak makin dekat ke arah kesepakatan memangkas produksi lebih besar dengan tujuan mengimbangi pelemahan demand yang disebabkan oleh wabah virus corona.
Minyak Brent naik 58 sen ke harga USD52,44 per barel (02.12 GMT). Sedangkan minyak WTI juga menguat 53 sen ke level USD47,71 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin
#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author