Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Variatif, Ganggu Potensi Laju IHSG

Bursa Pagi: Global-Regional Bergerak Variatif, Ganggu Potensi Laju IHSG

Posted by Written on 04 March 2020


Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini, Rabu (4/3), dibuka variatif, merespon keputusan Federal Reserve AS memangkas suku bunga darurat setengah basis poin yang memicu kenaikan indeks saham di bursa utama Eropa. Namun investor berlanjut beralih memburu aset safe haven menekan indeks acuan saham Wall Street. Indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,14%.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan tajam indeks ASX 200, Australia sebesar 1,2%, meski rilis data PDB Australia kuartal IV naik 0,5% melebihi ekspektasi sebesar 0,3%. Indeks berlanjut melorot 1,21% (-77,70 poin) ke level 6.358,00 pad apukul 8:30 WIB.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225, Jepang bertambah 0,49% (102,90 poin) menjadi 21.185,63, setelah dibuka naik 0,53% di tengah kenaikan yen Jepang. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melonjak 1,56%, dan berlanjut melesatt 1,70% ke level 2.048,35.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,14% (36,74 poin) menjadi 26.321,56 pada pukul 8:35 WIB. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,37% ke posisi 2.981,81.

Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pagi ini dihadapkan pada tren pergerakan indeks acuan di bursa saham global dan regional yang bervariasi, setelah berhasil bermanuver di zona hijau sepanjang sesi perdagangan kemarin dan ditutup melesat 2,94% ke level 5.518. Harga ETF saham Indonesia ( EIDO ) di New York Stocks Exchange melejit 2,02% ke level USD22,190.

Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berpotensi melanjutkan penguatan, menutup gap penurunan yang terbentuk pekan lalu. Secara teknikal, beberapa indikator pergerakan indeks memperlihatkan adanya potensi kenaikan memanfaatkan bullish reversal momentum di area jenuh jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pemangkasan suku bunga acuan darurat oleh The Fed,yang memberikan sinyal bahwa dampak ekonomi penyebaran virus korona akan jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya, diprediksi akan menjadi katalis negatif.

Sementara itu menguatnnya indeks bursa Asia seiring meredanya kekhawatiran akan penyebaran virus korona dan menguatnya nilai tukar rupiah, serta beberapa komoditas seperti minyak, CPO, timah, emas diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks.

IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan  support  di level 5.425 dan  resistance  di level 5.600. 

Beberapa ekuitas yang direkomendasikan, antara lain;

  • Saham: BMRI (Buy, Support: Rp7.075, Resist: Rp7.300), BBRI (Buy, Support: Rp4.040, Resist: Rp4.160), 

    CPIN (Buy, Support: Rp5.800, Resist: Rp6.250), ICBP (Buy, Support: Rp10.650, Resist: Rp11.250).

  • ETF: XPLQ (Buy, Support: Rp432, Resist: Rp464), XBLQ (Buy, Support: Rp420, Resist: Rp448), 

    XIIT (Buy, Support: Rp487, Resist: Rp529).


Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi kembali ditutup dengan membukukan penurunan tajam. Pemangkasan suku bunga darurat sebesar 0,50 bp oleh Federal Reserve gagal meredakan kekhawatiran akibat wabah virus korona. Chairman The Fed, Jerome Powell menyatakan bank sentral tidak mempersiapkan untuk menggunakan alat tambahan guna merangsang ekonomi selain penurunan suku bunga. Investor memburu US Treasury, menekan yield obligasi bertenor 10 tahun kebawah 1%, di posisi 0,906% untuk pertama kalinya.

Harga emas melonjak 2,9% menjadi USD1.644,40 per ounce. Sebelas sektor S&P berguguran, dengan indeks teknologi informasi terpenggal 3,8%. Apple dan Microsoft masing-masing terjungkal 3,2% dan 4,8%. Saham perbankan berguguran; Bank of America rontok lebih dari 5,5%, JPMorgan Chase dan Citigroup masing-masing terperosok 3,8%. Imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai titik terendah 0,906%. Produsen peralatan kesehatan Thermo Fisher Scientific, melejit 1,8%. Saham pabrikan masker pelindung, Alpha Pro Tech, melambung hampir 20%.

  • Dow Jones Industrial Average anjlok 2,94% (-785,91 poin) ke level 25.917,41.

  • S&P 500 merosot 2,81% (-86,86 poin) menjadi 3.003,37.

  • Nasdaq Composite terperosok 2,99% (-268,08 poin) ke posisi 8.684,09.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir menguat, setelah The Fed memangkas suku bunga setengah poin persentase dalam upaya membendung perlambatan pertumbuhan ekonomi di tengah wabah virus korona. 

Pemangkasan darurat suku bunga itu terjadi tak lama setelah G-7 mengumumkan akan menggunakan instrumen yang tepat untuk membantu ekonomi global menangani dampak Covid-19. Data Eurostat menunjukkan Indeks Harga Konsumen naik 1,2% pada Februari (yoy), setelah kenaikan 1,4% pada Januari, terutama disebabkan oleh penurunan harga energi 0,3%.

Indeks STOXX 600 melonjak 1,37% menjadi 381,13, setelah sempat melompat 3% menyusul keputusan The Fed. Sebagian besar sektor berakhir lebih tinggi, meski perbankan melawan tren tersebut untuk turun lebih dari 1%. Saham Qiagen melambung hampir 17% setelah Thermo Fisher Scientific mengumumkan penawaran pembelian perusahaan uji genetik itu. Lufthansa memimpin pemulihan saham penerbangan melesat hampir 9%, sedangkan induk British Airways, IAG, melonjak lebih dari 7%.

  • DAX 30 Frankfurt melonjak 1,08% (127,52 poin) ke posisi 11.985,39.

  • FTSE 100 London melaju 0,95% (63,31 poin) menjadi 6.718,20.

  • CAC 40 Paris melompat 1,12% (59,65 poin) ke level 5.393,17.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi ditutup merosot, setelah The Fed memangkas suku bunga ke kisaran target 1,00% hingga 1,25%. Langkah darurat itu dirancang untuk melindungi ekonomi dari dampak virus korona. Chairman The Fed, Jerome Powell menegaskan bahwa ekonomi AS, meskipun mengakui bahwa ancaman Covid-19 menyebabkan perubahan material dalam prospek pertumbuhan AS. Sebelumnya, pejabat keuangan G7 menyatakan akan menggunakan semua alat kebijakan yang tepat untuk mencapai pertumbuhan global yang kuat dan berkelanjutan.

Analis mengatakan, kendati AS memiliki ruang untuk memangkas suku bunga, suku bunga negara maju lainnya telah mencapai rekor terendah dan diragukan untuk menurunkannya lebih lanjut, sehingga berpotensi akan membebani dolar AS dan meningkatkan mata uang negara lain. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback  terhadap enam mata uang negara maju turun 0,21% menjadi 97,153.


Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

CurrencyValueChange% ChangeTime (ET)
Euro (EUR-USD)1.11790.0006+0.05%6:43 PM
Poundsterling (GBP-USD)1.28240.0013+0.10%6:43 PM
Yen (USD-JPY)106.98-0.15-0.14%6:43 PM
Yuan (USD-CNY)6.96110.0002+0.00%10:29 AM
Rupiah (USD-IDR)14,282.5017.50+0.12%--

Sumber : Bloomberg.com, 3/3/2020 (ET)


Komoditas

Harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchanges pagi tadi ditutup bervariasi. Tekanan penurunan harga minyak tertahan oleh pertimbangan produsen utama untuk lebih banyak pengurangan produksi. Penurunan suku bunga The Fed membalik pergerakan harga minyak WTI. Minyak mentah anjlok sepanjang tahun ini karena kekhawatiran penyebaran virus korona dapat menekan permintaan global. Brent tercatat merosot 21% dan minyak mentah AS jatuh hampir 23%.

Pemotongan suku bunga AS mendukung harga minyak, tetapi langkah The Fed menyiratkan bahwa situasinya lebih serius daripada yang dipikirkan banyak pedagang. Wakil Presiden Lukoil, produsen minyak terbesar kedua Rusia, mengatakan pemotongan tambahan yang diusulkan OPEC akan cukup untuk mengangkat harga minyak mentah kembali ke posisi USD60 per barel, mengindikasikan bahwa Moskwa mungkin setuju untuk memangkas produksi lebih lanjut.

  • Harga minyak mentah berjangka WTI naik 43 sen menjadi USD47,18 per barel.

  • Harga minyak mentah berjangka Brent, turun 17 sen menjadi USD51,73 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir melonjak lebih dari 3%, setelah The Fed memangkas suku bunga untuk membantu melindungi ekonomi dari kerusakan yang disebabkan oleh wabah virus korona. Emas juga terkatrol ekspektasi pelonggaran kebijakan oleh bank sentral utama lainnya.

Pejabat keuangan G7 mengatakan, akan menggunakan semua alat kebijakan yang tepat untuk mendukung ekonomi menghadapi risiko penurunan yang ditimbulkan oleh virus korona yang menyebar cepat. Harga logam mulia lainnya; palladium anjlok 1% menjadi USD2.498,50 per ounce, perak melonjak 2,4% menjadi USD17,13, dan platinum naik 0,4% menjadi USD863,50.

  • Harga emas di pasar spot melejit 2,9% menjadi USD1.636,25 per ounce.

  • Harga emas berjangka melesat 3,1% menjadi USD1.644,40 per ounce.

(AFP, CNBC , Reuters)

 #YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author