Bursa Sore: Konfirmasi WNI Terpapar Virus Corona Hambat Laju IHSG

Bursa Sore: Konfirmasi WNI Terpapar Virus Corona Hambat Laju IHSG

Posted by Written on 02 March 2020


Ipotnews - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berlanjut hingga akhir perdagangan hari Senin (2/3). IHSG ke level 5.361 atau tergerus -1,68 persen (-92 poin) setelah sempat tergerus 224 poin pada akhir pekan lalu.

Meskipun sempat berada di zona hijau pada paro pertama sesi perdagangan pagi. Namun perlahan IHSG melemah seiring Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengkonfirmasi 2 WNI terpapar virus corona.

Indeks LQ45 -2,30% ke 859.

Indeks IDX30 -2,21% ke 469.

Indeks IDX80 -2,06% ke 119.

Jakarta Islamic Indes (JII) -0,53% ke 562.

Indeks Kompas100 -2,13% ke 1.073.

Indeks Sri Kehati -2,29% ke 346.

Indeks SM Infra18 -1,76% ke 263.

Saham Teraktif: BBRIBBCAMNCNTLKMBBNIUNVRASII

Saham Top Gainer LQ45: JPFAASIISRILINDFINCOANTMUNVR

Saham Top Loser LQ45: SCMAWSKTSMGRPWONICBPJSMRTLKM

Nilai transaksi Rp6,91 triliun. Volume perdagangan sebanyak 65,15 juta lot saham. Investor asing net sell -Rp291,15 miliar

Nilai tukar rupiah menguat -0,558 persen ke level Rp14.260 terhadap USD (04.00 PM).


Bursa Asia

Pasar saham Asia bergerak stabil pada perdagangan hari Senin (2/3). Investor menaruh harapan pada respon kebijakan moneter global dalam menghadapi dampak wabah virus corona terhadap perekonomian.

Bank sentral Jepang membantu untuk menenangkan pasar. Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda pada awal pekan ini mengatakan bahwa bank sentral Jepang akan mengambbil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan pasar keuangan.

Analis OCBC Bank (Singapura) Vasu Menon menilai pasar sekarang menilai gerak agresif the Fed seiring pernyataan pada akhir pekan lalu bahwa the Fed akan bertindak tepat untuk menopang perekonomian.

"Data Indeks PMI China yang buruk juga telah meningkatkan harapan bahwa bank sentral China dapat mengambil tindakan," ujarnya seperti dikutip CNBC.

Bursa saham China menguat saat akhir sesi. Indeks Shenzhen Component naik 3,65 persen ke 11.381. Indeks Shenzhen Composite menguat 3,769 persen ke 1.869. Indeks Hang Seng di pasar saham Hong Kong juga ke teritori positif.

Data yang dirilis menunjukkan The Markit/Caixin Manufacturing Purchansing Managers Index (PMI) di China periode Februari turun ke level 40,3 lebih buruk dari perkiraan sebesar 45,7.
Sementara itu di bursa Tokyo, Indeks Nikkei 225 ke zona hijau setelah sempat melemah di sesi pagi. Harga saham Sharp naik 2,2 persen menyusul pemberitaan media di Jepang pekan lalu bahwa Sharp akan memproduksi masker di tengah kekurangan stok akibat wabah virus corona.
Bursa saham Korsel juga bergerak menguat setelah Indeks Kospi mengarah ke zona hijau.
Adapun bursa saham Australia tergelincir setelah terjadi tekanan terhadap Indeks S&P/ASX200. Indeks MSCI Asia Pasifik (tidak termasuk bursa saham Jepang) menguat 1,06 persen.
Indeks dolar AS melorot ke level 98,007 dibanding level sebelumnya di posisi 99,6.
Kurs yen melemah ke level 108,31 terhadap USD dari posisi sebelumnya pada posisi 106,97 yen.
Dolar Australia melemah di level $0,653 dibanding level sebelumnya sebesar $0,6555.

Indeks Bursa Asia


Bursa Eropa
Pasar saham Eropa menguat signifikan saat menit-menit awal pada perdagangan hari Senin (2/3) pagi waktu setempat. Sentimen investor didorong oleh janji koordinasi respon kebijakan moneter global untuk mengurangi dampak wabah virus corona terhadap perekonomian.
Indeks DAX (Jerman) +1,59% pada posisi 12.079.
Indeks FTSE (Inggris) +2,64% ke level 6.765.
Indeks CAC (Perancis) 2,12% ke posisi 5.422.

Oil
Harga minyak menguat pada perdagangan hari Senin (2/3) di sesi sore, menanggalkan posisi terendah di tengah harapan pemangkasan produksi oleh OPEC lebih tinggi dari perkiraan dapat mengimbangi kemuraman ekonomi akibat wabah virus corona.
Minyak Brent naik 3,3 persen ke harga USD51,31 per barel (05.02 GMT). Sedangkan minyak WTI juga menguat 3 persen ke level USD46,11 per barel.

(cnbc/reuters//idx)

Sumber : admin

#YukNabungETF 

#IPOTKaryaAnakBangsa 

#BanggaPakeIPOT 

#IPOTPionner


comments

logo-ipotnews

Franky Kurniawan

author